Cinta&Luka PERJODOHAN

Cinta&Luka PERJODOHAN
26


__ADS_3

Belajarlah memiliki sebelum kehilangan yang menjelaskan


*


"Kean harus temui Nada bun?"


"Tidak segampang itu, kamu fikir Nada dengan mudahnya akan kamu temukan, tidak Key, ayah kamu membawa Nada pergi ke desa dimana kamu tidak akan bisa menemukanya"


"Kenapa si bun, ayah segitun....." kalimatnya terpotong oleh Zela.


"Kenapa katamu Key?" Zela dibuat naik pitam. "Perkataan kamu kemarin pagi di kamar Nada apa menurut kamu itu pantas, sampai Nada berucap ingin cerai, tandanya Nada sudah benar benar sakit hati dan gak kuat Key"


"Nada mengadu?"


"Kamu lupa, kamar bunda berada tepat di bawah kamar Nada kalau kamu tidak ingat Key" Zela kesal, kenapa putranya selalu berprasangka buruk pada Nada.


"...."


"Kalau kamu beneran lupa, bunda ingatkan lagi Key, Nada adalah wanita yang kedua orang tuanya kamu renggut nyawanya dengan paksa Key, INGAT ITU !"


Deg


Hati Kean bergemuruh, entah itu sebuah penyesalan atau apalah, Kean meraupkan tanganya kasar di wajahnya lalu menjambak rambutnya sendiri.


"Harusnya kamu mendekam di penjara Key, harusnya kamu gak perlu nikahin Nada, dan gak perlu...."


"Cukup bunda, cukup kumohon cukup" Kean berjalan memasuki kamarnya, ia hempaskan tubuhnya di kasur king zizenya itu.


'Kenapa gue sekejam itu ke Nada' Lelah dengan sesalnya kepada Nada, hingga matanya mulai terpejam.


drrrttt


drrrttt


"๐Ÿ“žHallo Key"


"๐Ÿ“žYa Nga"


"๐Ÿ“žKamu gak apa"


"๐Ÿ“žhmmm, kenapa? "


"๐Ÿ“ž Nada bagaimana?"


"๐Ÿ“žDia udah balik ke desa."


"๐Ÿ“žDia gak papa kan Key?"


"๐Ÿ“žGak papa Nga, jangan banyak berfikir, gak baik buat kesehatan kamu."


'Cara panggil kamu ke aku akhir akhir ini berubah, apa karena Nada juga Key?'


"๐Ÿ“ž Aku mau ngasih tau sesuatu ke kamu"


"๐Ÿ“žTentang"


"๐Ÿ“žNada"


"๐Ÿ“žNada, maksudnya?"


"๐Ÿ“žNada ninggalin surat di kamarnya sewaktu di Bali"


Deg


Lagi lagi penyesalan selalu datang di belakang, padahal Kean sempat marah karna Nada tidak meminta maaf pada Bunga


"๐Ÿ“žBisa loe fotoin Nga, dan kirim ke gue?"


"๐Ÿ“ž Bisa Key"


"๐Ÿ“ž Baiklah kirim sekarang!"


tut


tut


tut


'Bahkan mendengar kata Nada kamu langsung memutus sambungan telephone'


Flash Back On


Hari sudah larut dan Kean juga pamit kembali dari kamar milik Nada dan Bunga. Bunga heran, kenapa tas milik Nada tidak ada, ia bangun berdiri tertatih menuju nakas milik Nada.


'kosong'

__ADS_1


"Nada kemana?" lirihnya, "apa karena Kean memarahinya dan menamparnya, ia menjadi kesal padaku?"


"Dia mungkin bersama dengan Jill, Santi dan Bara." positifnya fikiran Bunga, tidak terfikirkan ia bahwa kejadian tadi sore benar benar membuat Nada sakit hati.


Lelah menyerang Bunga, membuatnya kembali ke kasurnya dan merebahkan dirinya, dan berlalu menuju alam mimpi.


Setelah menikmati malam yang panjang, Bunga terbangun karna terdengar Kean yang menggedor pintu kamarnya.


tok


tok


tok


"Nga, Bunga"


"Ia aku udah bangun Key!"


"Ditunggu di bawah sama temen temen" ucap Kean


"Iaaaaa" Bunga berteriak kemudian menyambar handuknya dan memasuki kamar mandi, setelah seselai mandi, ia duduk di bad kamar milik Nada, ada sebuah kertas disana.


'seperti lipatan kertas'


Bunga menggeser bantal tersebut hendak membukanya, karna ia penasaran tidak menemukan Nada di kamarnya.


"Nga...."


"Iahh" Bunga menyimpan suratnya kembali dan keluar dari kamar.


"Lama bener deh" Kean memeriksa suhu tubuh Bunga. Yah dia masih khawatir akan demam yang menyerang kekasihnya.


Bunga dan Kean berjalan beriringan, lalu duduk bersama di restaurant yang dipesan untuk breakfast. Disanalah Bunga tahu bahwa Nada tidak hadir saat pengabsenan siswa dan siswi.


'kemana Nada?'


Sampai dipenghujung waktu kegiatan pagi menjelang siang, Kean yang terlalu fokus dengan ponselnya. Sebuah video pendek yang di upload oleh Nada bersama bundanya, membuat Kean bangkit dan sampai akhir acara ia hanya menitipkan sebuah pesan bahwa ia balik ke Jakarta.


"Begitu pentingkah Nada Key, sampai kamu pergi tanpa pamit langsung padaku, haruskah aku yang sakit terlebih dulu agar kamu perhatian kembali kepadaku."


"Wanita mana yang tak takut ketika seseorang yang dicintainya berubah dan memperhatikan wanita lain." Coba posisikan diri kalian sebagai Bunga, pasti rasanya sedih.


Begitu jeritnya, ia kembali dengan tidak semangat menuju kamarnya dan mengingat sebuah surat dari Nada. Dibukanya surat tersebut lalu dibaca secara perlahan.


tes


tes


tes


"Haruskah aku relakan dia yang lebih bahagia dengan yang lain? Tapi aku belum siap."


Flash Back Of


drrrtttt


Kean membuka chat roomnya dengan kekasihnya, dibukanya sebuah oesan massage gambar disana.


^^^Bunga^^^


...Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh Bunga...


Melalui surat ini, aku mewakili diriku untuk meminta maaf atas kejadian tadi Nga, aku beneran gak tahu kalau kamu gak bisa berenang. Dan makasih banyak karna kamu udah nolongin aku, kamu memang wanita yang baik, seharusnya kalau kamu tahu itu membahayakan untukmu kamu gak perlu menolongku, tapi makasih kamu udah berkorban untuku.


Makasih Bunga, karna selama ini kamu selalu menjadi baik untukku, tapi aku selalu cuek sama kamu, selalu mengabaikan kamu dan jahat sama kamu, maaf untuk itu semua.


Untuk pertanyaan kamu yang terakhir kali, aku bakalan jawab jujur, aku bukan sepupu Kean, aku orang lain dalam hidup Kean yang sudah dianggap saudara oleh Kean. Jadi kalau kamu merasa kehadiranku ngebuat kamu sedikit mengganggu hubunganmu dengan Kean karna aku sering bersama Kean, aku minta maaf Nga.


Kamu tenang aja Nga, Kean gak akan pernah anggap aku lebih dari sebatas saudara, karna Kean hanya menganggapku seperti adik kandungnya.


Untuk yang terakhir aku minta maaf, maaf atas rasa yang hadir lebih dari sebatas saudara kepada Kean yang sempat ngebuat kamu ragu akan cinta Kean kepadamu. Aku tidak tahu kapan rasa itu ada, aku juga tidak tahu kenapa rasa itu ada, dan aku tidak tahu caranya menghilangkan. Itulah alsanya aku menjuhimu, karna aku merasakan sesak dan sakit ketika melihat kalian bersama.


Maaf


Nada


Tubuh yang awalnya berdiri akhirnya luruh juga. Meratapi betapa dirinya bodoh karna telah menjudge sesuka hati istrinya.


"Gak.. gak, aku harus susulin Nada" ucapnya yang kemudian menyambar tas ranselnya, waktu sudah menunjukan pukul 21.00 Kean tidak akan mungkin pergi menggunakan mobil, karena pak supir sedang tidak ada.


"Mau kemana?" suara berat tersebut menginstrupsi Kean dari langkah jenjangnya.


"Yah... dimana Nada, Kean mau ketemu Nada"


"Buat apa.... Disakitin lagi?" Kenan berjalan meninggalkan Kean yang mematung di depan rumah.

__ADS_1


"Yah!"


"Belajar menghargai seseorang dulu, baru ayah ijinin kamu ketemu Nada." ucap ayahnya berlalu meninggalkan Kean.


Kean berjalan kembali ke kamar menghempaskan kembali tubuhnya, ia benamkan kepalanya di bawah bantal.


Drrrrt


drrrt


Sebuah pesan masuk dari Bunga, mengucapkan selamat tidur. Kean bergeming lalu membalasnya. Hatinya memang masih untuk Bunga. Tapi perhatianya mulai terbagi dua.


Tidak akan bisa seseorang berlayar dalam 2 perahu. Pasti nantinya akan ada yang tenggelam, dan menjadi pemenangnya


^^^Bunga^^^


^^^Selamat tidur sayang^^^


Kean


Selamat tidur juga


Kean membuka profil Nada, lalu menghubunginya, sayangnya nomornya sudah tidak aktif. Membuat Kean lebih frustasi. 'kemana kamu Nad?'


Kean berjalan menuju kamar Nada 'kosong' seperti hatinya saat ini. Hanya ada sebuah foto berbingkai dirinya dan Kean yang menikah dengan baju seadanya.


Nada yang dekil, kucel, tapi tersirat kepolosanya yang justru menarik hatinya. Kean memeluk bingkai foto tersebut lalu tertidur di kamar Nada.


Sama halnya dengan Nada di rumah kecil bersih dan rapi itu, yah sepeninggalan Nada dari rumah ini, rumah yang tadinya hanya beralas tanah, sekarang sudah disulap menjadi istana kecil yang megah, lengkap dengan perabotnya.


"Rindu kamu Key" ucapnya mengusap foto di layar depan ponselnya. Dia sudah jatuh hati sejak dulu sejak pertama kali menginjakan kakinya di Jakarta, hatinya sudah bertuliskan nama Kean.


Tanganya membuka chat roomnya dengan Kean, disana hanya ada beberapa chat mengatasnamakan Kean yang berjanji mengajaknya pergi, pulang bareng, berangkat bareng belajar bareng, tapi sayang, hanya ada kata maaf dan alasan untuk mengingkari janji itu.


Sama halnya dengan Kean, penyesalan memang di akhir, untuk memberikan pelajaran di masa depan. Kean menyesal bahkan setiap harinya ia marah karna Nada dekat dengan Bara, tapi dirinya seenak jidatnya bersama dengan Bunga di depan Nada


*


Pagi ini ia datangi rumah Bara kembali, entah tujuanya apa, tapi mungkin dengan bertemu Bara adalah salah satu tujuanya mengetahui dimana Nada.


ting


tong


ceklek


Tampak sosok gagah dengan wajah penuh luka, bagian bibir sobek, bagian pipi lecet penuh dengan plester.


"Ngapain loe kesini?" sentak Bara, Kean hanya berkacak pinggang kepada Bara.


"Gak disuruh masuk nie?"


"Ogah, udah to the poin aja!"


"Ckk" Kean kesal " Gue nyari Nada..."


"Loe pikir gue ngumpetin Nada?" sinis Bara.


"Telphonin Nada Bar!" pinta Kean pada Bara


"Ogah"


"Please, gue pengin ngomong ma dia bentaran"


"Ia ia jangan nangis" Bara mengeluarkan ponselnya lalu mengetik kontak Nada dengan emote lucu di sampingnya.


"Gak nyambung" jawab Bara


"Sama, apa dia ganti nomor ya?" Kean tampak lesu.


"Karma kali buat loe, seneng banget nyakitin dia" seru Bara membuat Kean menatap lekat Bara.


"Gak usah gitu juga kali lihatin guenya, gue bukan kaum LGBT"


"Kalo Nada hubungin loe pake nomer baru kasih tau gue." pinta Kean berbalik meninggalkan Bara.


"Giliran ilang aja, baru nyesel, lebih nyesel lagi kalau Nada udah ada orang lain yang jagain dia" cerca Bara membuat Kean naik pitam.


"Nada itu milik gue, dan gak akan jadi milik siapapun" ucap Kean tanpa berbalik menatap Bara.


"Gampang buat Nada dapetin yang lebih dari loe" maki Bara membuat emosi Kean mulai meledak, dan tak terkontrol.


"Gak semudah itu" Suara Kean masih datar


"Emang loenya siapanya Nada si yakin banget kayaknya."

__ADS_1


"Karna dia sah milik gue secara agama dan hukum kalau loe pengin tahu hubungan gue dan Nada"


__ADS_2