Cinta&Luka PERJODOHAN

Cinta&Luka PERJODOHAN
45


__ADS_3

Bagaimana dengan segala rencana yang berakhir bencana? Dengan cinta? Dengan kepercayaan? Bagaimana dengan kita?


*


"Biarkan Bulan mendapatkan kasih sayang dari ibunya, dia pantas dan membutuhkan itu, dan...." Nada menjeda ucapanya lalu memegang kedua pundak Bintang "Ibumu pantas mendapatkan kesempatan untuk memperbaikinya, jadi mulai hari ini kamu bisa lepaskan kegiatan yang tidak ada manfaatnya itu" jelas Nada


"Ngomong gampang Nad"


"Kamu bisa cari yang lebih baik dari dia Tang" Bintang terkekeh, mendengar permintaan Nada.


"Bisa asal kamu penggantinya, dan kamu juga harus meninggalkan Kean!"


"Jangan becand"


"Aku serius" potong Bintang


"Kamu gila Tang" kesal Nada, ia tidak habis pikir dengan permintaan lelucon Bintang, Nada berlalu pergi meninggalkan Bintang yang masih menatapnya dengan tatapan aneh.


*


Hari sudah hampir malam, tapi apartemen tampak sepi, sedih itu yang dirasakan oleh Nada.


'Kean masih belum pulang'


'Apa dia bermalam untuk menemani Bunga?'


'Kenapa....'


'Kenapa rumah tanggaku seperti ini'


Nada memasuki kamarnya, bahkan ia tidak ingin melihat dapur yang kemungkinan makananya sudah mulai basi. Badanya sudah lelah, ia memasuki kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.


Dihempaskanya tubuh mungil itu, dalam fikiranya kosong. Ia selalu merindukan Kean, tapi selalu kesal ketika melihat Kean. Apalagi jika ada Bintang.


Nada membuka ponselnya, tidak ada pesan disana, hanya sebuah panggilan dari Bara, mungkin menanyakan keberadaanya.


drrrttt


089876xxxx


image foto


Sebuah foto Bunga yang di papah oleh Kean memasuki sebuah hotel. Entah siapa yang mengirim, iseng kah, atau orang yang ingin memporak porandakan hubungan mereka.


'Apa ini?'


'Kean bajingan'


'Apa Kean juga pernah melakukan hubungan terlarang bersama Bunga?'


Ia menangis sendiri, sedih sendiri, ia sakit juga sendiri.


'Kenapa kamu jahat Key?'


Bergelut dengan fikiranya sendiri, Nada sudah sangat lelah karna hatinya selalu dipermainkan. Tak lama ia terlelap dalam tidurnya.


Malam harinya Kean pulang, hanya ada sebuah kesunyian di sana, terlihat kamar Nada sudah remang dan menggunakan lampu tidur.


"Kemana sebenarnya kamu seharian Nad?" Kean berbalik mengikuti arah kamarnya. Yah badanya juga lelah memikirkan kehidupan Bunga yang memprihatinkan.


Masih Bunga yang menjadi fokus hatinya, masih ia yang selalu menjadi pusat perhatianya, meski sekarang kembali terforsir oleh Nada.


Pagi buta suara adzan berkumandang, Nada sendiri sudah bangun, lalu menyiapkan makananya di dapur. Ia tidak tahu jam berapa Kean pulang, ia tak peduli.


Selesai menyiapkan makanan, ia berangkat sendiri, hatinya masih sakit memikirkan Kean bersama Bunga.


Sesampainya di sekolah ada Bintang di sana, Nada berjalan mendekatinya, sayangnya Bintang menghindarinya. "Tang...." Bintang seolah tuli mendengar teriakan dari Nada.


Brak


"Jill" Teriak Nada karena Jill menabraknya hingga Nada terjatuh.


"Kamu gak papa Nad?" Nada mengangguk lalu ikut menanting Jill yang juga tersungkur di bawah.


"Maaf ya Nad, gak lihat soalnya" Nada mengangguk, lalu membersihkan roknya dan rok Jill yang kotor.

__ADS_1


"Kamu mau langsung latihan ya?" Nada mengangguk lalu berjalan bergandengan dengan Jill.


"Jill kangen pengin ngumpul bareng" Jill mengangguk lalu merangkul Nada.


"Aku juga kangen banget pengin jalan jalan bareng kamu dan Santi" Jill menipiskan senyumnya.


"Jangan terlalu dekat dengan Santi, dia sekarang pro sama Bunga" ucapnya pada Nada


"Gak papa terserah Bunga mau dekat sama siapa aja boleh, dan kita juga tetap temenan" jelasnya berjalan menuju kelasnya sambil bercanda.


"Tumben kamu pagi banget berangkatnya, gak sama Kean lagi" keluh Jill, namun ekspresi Nada tak bersahabat, ia tampak murung "Lagi marahan?" Nada menggeleng, ia juga tidak tahu kenapa hubunganya tidak pernah harmonis dengan Kean.


"Kalau gak kuat jangan di paksain Nad, lepaskan!" Kalimat itu seperti d javu baginya, ingin rasanya bertanya, kenapa Jill seakan tahu semua permasalahanya.


"Na...." Panggilan itu, ya itu Bara yang berjalan ke arahnya.


"Nad, aku masuk ya, aku kasih saran, jangan pernah pergi sendirian, berbahaya!" ungkapnya berbisik di telinga Nada. Nada menautkan alisnya.


'Maksud Jill apa?'


"Ayo latihan!" Ajak Bara, yah kemarin Nada menghilang, membuat Bara bad mood menjalani latihan sendiri.


Dari ujung sana ada Kean yang berjalan berlawanan ke arahnya. Mereka sama sama berjalan, tapi saat mereka berpapasan bahkan sapaan pun tidak keluar dari mulut Kean.


Deg


'Sesakit ini yah tidak di sapa oleh suami'


'Apa aku salah karna kemarin pergi bersama Bintang tanpa ijin'


"Nad..... " suka banget si manggil manggil Nada. Ternyata Bunga, dia yang udah ada disana.


"Apa lagi?" cuek itulah Nada, setiap kali melihat Bunga rasa kesalnya itu muncul. Kenapa Bunga yang selalu menjadi primadona Kean.


"Aku cuma mau minta maaf"


"Aku maafin, tapi tolong Nga, TOLONG JANGAN GANGGU AKU, UDAH CUKUP KAMU GANGGU KEAN, JANGAN LIBATKAN AKU" ucapnya kesal, ada Bintang, Langit, Bara dan Kean di sana. Tak lain siswa siswa yang simpang siur berjalan di arah itu.


Bunga sendiri kaget kenapa Nada bisa seemosi itu "Nad, maksud kamu?"


plak


Itu Bunga, dia yang menampar Nada, Nada memang irit bicara tapi dia juga bisa kasar bisa marah, berbeda dengan Bunga. Nada kaget, ia di tampar, rasanya ia benar benar kasihan.


plak


Nada membalasnya "Aku juga bisa marah sama kamu Nga" Air mata Bunga mengalir, bukan Nada yang menangis, karna Nada wanita tegar.


"Aku gak nyangka kamu sekasar ini Nad, kamu tahu yang mengganggu hubungan antara aku dan Kean itu kamu Nad kamu."


Bunga menggoncang goncangkan tubuh Nada, tapi Bintang diam, Kean diam, ia sedang marahan dengan Nada, dan seolah ia buta jika yang berada di sana Nada. "KAMU ORANG KETIGA YANG HADIR DALAM HUBUNGANKU"


Brak


Bara melepaskan Bunga dan mendorongnya. " Pantaskah kamu nyalahin dia, disini hubungan mereka disetujui oleh orang tuanya, dan hubunganmu tidak direstui" Bela Bara pada Nada, suara Bara terlihat menekan.


"TAPI TETAP SAJA DIA ADALAH PEREB...."


Plak


Nada menampar Bunga, tapi Kean yang tertampar. Hatinya sakit, melihat Kean yang di tampar oleh Nada. "Kean?"


"iihh ternyata Nada pelakor"


"Ternyata Nada kasar"


"Ternyata dia perebut pacar orang"


"Awas pacarnya direbut Nada"


"Pinter si tapi kelakuan gitu"


Nada menatap semua orang yang ada disana, ia malu, sungguh malu di judge menjadi wanita perusak hubungan orang lain. Nada menatap Bintang, sayangnya Bintang memalingkan kepalanya.


'Sakit dipermalukan seperti ini'

__ADS_1


'Bahkan Kean tidak membelaku'


Bara menarik tangan Nada menjauhi kerumunan yang sedang membicarakan Nada sampai mereka di ruang latihan.


"Bar sakit" lirihnya meneteskan air mata.


'Cih sok kuat, tadi aja diem aja, sekarang nangis'


Nada menunduk, Bara memeluk Nada yang sedang menangis itu. "Udah kalau gak kuat lepasin, kamu bisa lari sama aku" Nada masih terisak dan bertambah keras mendengar ucapan Bara, Bara menenangkanya dengan mengusap kepalanya.


"Enggak Bar"


"Secinta itu loe sama Kean?" Nad mengangguk mengiyakan kebenaranya.


"Cinta kamu buta Na"


"Kamu juga, tau kalau aku istri Kean, kamu masih mencintaiku" rengek dan bela Nada.


*


Istirahat kedua, Nada ijin ke kolam renang, entah apa yang ia lakukan, tapi Bara tahu itu, katanya Jill yang mengajaknya ketemu.


"Jill.... kamu dimana?" Nada berteriak, ia tampak asing ketika melihat sebuah kolam renang yang sudah berlumuran darah, kolam itu merah, Nada syok lalu berteriak.


Aaaahhh


brak


Pintu ruang kolam renang terbuka dengan kasar, ada seorang penjaga kolam renang yang datang "Kamu ngapain disini?"


Ahhhh


"Tolong "


Nada panik siapa yang ada di kolam renang itu, dengan cepat sang penjaga kolam turun dan mengambil seseorang yang ada di kolam renang.


"Bunga?"


brak


Semua pintu terbuka kasar, disana banyak orang mulai berdatangan, tampak mengerikan, dan sangat menegangkan. "Siapa pelakunya?"


Penjaga kolam renang menunjuk Nada, disana tidak ada cctv, karna itu privacy, dan cctv hanya akan diaktifkan jika ada perlombaan renang.


"Nada" Nada menggeleng ia menyangkal jika yang melakukan itu Nada. Namun dari arah samping muncul seorang murid yang membawa kertas.


"Dia pelakunya" Tunjuk siswa bernama Tari, ia membawa sebuah kertas yang tulisanya mirip dengan Nada.


Bunga


Bunga kita selesaikan masalah kita. Aku tunggu kamu di kolam renang istirahat ke dua


^^^Nada^^^


Semua tahu, kabar yang beredar itu sangat cepat, bahwa Nada dan Bunga tidak akur, dan Nadalah penyebab Kean putus dengan Bunga.


''Ngga.... bukan " Nada menggeleng "BUKAN AKU.... BUKAN" Nada mundur, tapi Tari mendekati Nada yang semakin kebingungan.


"Ini buktinya, ini tulisan kamu kan, aku lihat ini di lokernya Nada saat akan mengumpulkan buku tugasnya." seru Tari, membuat Nada ingin menangis.


"Enggak bukan aku, BUKAN......" elaknya


"BUNGA..." Itu suara Kean, dia yang datang lalu mendekati Bunga. Nada semakin panik, kenapa Nada harus punya masalah ini dengan Bunga.


"Kita bawa ke rumah sakit" ucap Santi, dia yang datang terakhir bersama Kean dan lainya. Penjaga kolam berjalan meninggalkan kerumunan, karna brankar sudah datang.


Kondisi Bunga mengenaskan, sangat pucat, dan seperti mayat yang hidup, bajunya berubah warna menjadi merah.


"Siapa yang melakukan ini?" semua mata menatap Nada. Tatapan nyalang itu membuat Nada takut. Tapi ia tidak meneteskan air mata.


"LOE" Seru Kean, tatapanya seperti seorang pembunuh yang akan menerkam Nada hidup hidup. Nada tampak menggelengkan kepalanya


"DASAR PEMBUNUH, BUKAN MANUSIA LOE, LOE AN**NG, AN**NG YANG GAK BERPERASAAN, DASAR AN**NG, MURAHAN, PEMBUNUH, MATI AJA LOE, GAK SEKALIAN LOE IKUT ORANG TUA LOE MATI HAH?" Kean menggoncangkan tubuh Nada dengan kuat dan kalimatnya yang menurutnya tak pantas untuk manusia itu ia ucapkan untuk istrinya.


Deg

__ADS_1


Hatinya sakit sesakit sakitnya. Kalimat itu berputar dan berdenging di telinganya, menghantuinya hingga ia hampir tidak terjatuh.


__ADS_2