
Ririn sudah selesai di makeover dan sudah siap untuk sesi photo, Ririn benar-benar mempesona dengan balutan gaun yang indah itu. Riko yang ikut hadir di tempat itu kagum melihat penampilan istrinya.
"mas, Ririn cantik ngak?"
"biasa aja."
Jawaban dari Riko yang bernada ketus yang tidak mau mengakui kecantikan istrinya, tapi hal itu tidak membuat hati Ririn kecut, dia malah berputar-putar memamerkan gaun yang indah itu.
"mbak Dian, seperti ini rasanya memakai gaun yang mahal ya. seumur-umur baru kali ini Ririn berpakaian mewah seperti ini."
"norak...."
Sanggahan dari Riko di tanggapi dengan senyuman manis dari istrinya. Dian kemudian membantu Ririn merapikan gaun yang dikenakan oleh Ririn agar lebih sempurna lagi.
Sesi photo sudah selesai, Photograper nya terlihat puas akan hasil photo nya, model yang mudah di arahkan dan ramah. berikut juga dengan tiga model lainnya. saatnya catwalk, untuk memekarkan produk brand ternama itu.
Cukup melelahkan tapi hasilnya luar biasa, kru benar-benar puas atas kerja sama kali ini yang di tandai dengan tepuk tangan yang meriah.
Selanjutnya adalah editing, dan Ririn terlibat dalam hal editing tersebut.
Hanya butuh waktu 30 menit editing telah kelar, tinggal persentase ke pak Rian di kantornya.
Riko dan istrinya, Asep dan Dian. berangkat menuju kantor pak Rian.
Tidak berapa lama akhirnya mereka sampai di ruang meeting pak Rian yang bersama 5 orang stafnya.
Terlebih dahulu Ririn menjelaskan setiap detai dari frame video, pak Rian dan stafnya terlihat mudah mengerti akan penjelasan dari Ririn.
Selanjutnya adalah memutar Video yang sudah disempurnakan.
Durasi video 41 detik, yang membuat pak Rian dan stafnya Tepuk tangan sambil berdiri, mereka semua mengagumi video berdurasi 41 detik itu.
"terimakasih atas persentase yang luar biasa ini. Siren berikan kontrak kepada pak Riko."
Riko kembali mencoba kontrak tersebut, merasa sesuai dengan draft yang di terima, kemudian langsung ditandatangani nya.
Demikian juga dengan pak Rian dan juga staf legalnya yang membubuhkan tandatangan di kontrak tersebut.
"terimakasih atas kesempatan yang telah bapak berikan kepada kami, semoga dengan iklan ini produk nya laku keras di masyarakat."
"Amin.....
Terimakasih juga saya ucapkan karena telah berhasil membuat iklan yang sangat fantastis."
Riko dan pak Rian bersalaman, pertanda kesepakatan sudah disetujui.
__ADS_1
"mbak Ririn, dan mbak Dian. terimakasih sudah bekerja keras untuk kontrak ini, salam sukses dan sehat selalu."
Meeting telah kelar, dan hari sudah malam. saat kembali pulang.
Dian pulang sendiri karena tidak mau merepotkan Riko, dan akhirnya suami istri itu berangkat menuju rumah sakit untuk menjenguk Adit.
Karena macet waktu tempuh nya menjadi lama, tapi akhirnya mereka sampai juga di ruang rawat Adit.
"Kakak......"
Adit manggil kakak nya dengan begitu bahagia nya, terlihat dari senyuman nya yang memancarkan aura kebahagiaan.
"Adit...
ini oleh-oleh dari mas buat kamu, cepat sembuh."
Riko memberikan mainan berupa mobil kontrol remote, hal membuat mamanya Ririn bengong.
"terimakasih mas...."
jawab Adit yang terlihat girang menerima hadiah itu, tapi dengan mama nya.
Heran dan kagum menjadi satu yang sulit untuk di ucapkan, tapi nyata Riko sambil tersenyum memberikan mainan itu kepada Adit.
"ibu jangan panggil tuan, saya ini menantu ibu!"
Lagi-lagi mama nya Ririn dibuat kagum oleh Riko, selama kerja menjadi cuci gosok dirumah Riko, menantunya itu tidak pernah bicara dengan ramah terhadap nya.
"Bu....
Kegiatan Ririn hari sangat padat, Ririn butuh istirahat. Ririn juga sudah selesai ujian, besok atau lusa bisa mengunjungi ibu dan Adit disini, apa kami sudah boleh pulang Bu?"
"sudah nak, lagi pula Adit sudah jauh lebih sehat. kata dokter, besok siang kami sudah bisa meninggalkan rumah sakit ini.
Nantinya setiap hari kami tiap minggunya kami akan cek up.
Pulang nak, kalian berdua juga pasti sudah lelah."
Riko bersama akhirnya pulang, berhubungan jalanan tidak terlalu macet lagi. mereka tiba di rumah sudah pukul 9 malam.
"tuan dan nyonya sudah makan malam? sebentar biar mpok siapkan malam iya."
"tidak perlu mpok, kami berdua sudah makan malam. mpok istrihat aja."
Riko menjawab pertanyaan dari mpok Ina, disini ekspresi mpok Ina yang berbeda. Mpok Ina kaget mendengar jawaban dari Riko yang begitu ramah.
__ADS_1
Ririn masih tetap menggandeng tangan suaminya ke dalam kamar, sesampai di dalam kamar. Ririn meminta Riko untuk mandi terlebih dahulu.
Beberapa saat kemudian Riko keluar yang melilit handuk di pinggangnya, terlihat Ririn memperhatikan tubuh suaminya yang cukup memukau nya.
"pakaian mas sudah aku siapkan, Ririn mandi dulu ya mas."
Riko tidak menanggapi perkataan dari Ririn, kemudian isterinya itu berlalu ke kamar mandi.
Setelah keluar dari kamar mandi, Ririn sudah berpakaian tidur. Riko yang rebahan di ranjang memperhatikan istrinya yang sedang mengeringkan rambut dengan hairdryer.
Riko mendekat ke arah istrinya, dan hairdryer itu di matikan serta kabelnya di cabut oleh Ririn.
Riko meraih dagu istrinya, lalu mencium bibir nya yang merona.
Tiba-tiba saja Riko menjambak rambut istrinya sampai rambut tersebut tersingkap ke atas semua.
Riko terdiam setelah melihat tanda lahir di batang leher belakang istrinya, tiba-tiba saja Riko menangis dan kesempatan itu di gunakan Ririn untuk menyelamatkan dirinya. Ririn sudah menjauh beberapa langkah dari suaminya.
Tapi ada yang aneh, Riko perlahan menjauh dari istrinya, lalu terduduk di lantai dengan kepalanya yang menunduk. persis seperti anak kecil yang mendapat perlakuan tidak baik.
Ririn mencoba untuk mendekati suaminya, perlahan tapi pasti langkah kaki Ririn berhenti di depan suaminya.
Terdiam lalu Ririn mencoba mengusap kepala suaminya, di kepalanya yang di benamkan diantara kedua pahanya.
'RR....'
Riko menyebutkan huruf 'R' dua kali dan kemudian pingsan, tanpa berpikir panjang Ririn langsung memapah tubuh suaminya ke atas ranjang lalu merebahkannya.
Ririn kemudian mengganti pakaiannya yang koyak, kulit kepalanya terasa kebas karena sudah beberapa rambut nya di Jambak dengan kuat.
Tidak berapa lama, Riko terlihat menggigil. kemudian Ririn langsung keluar kamar mencari mpok Ina.
"nyonya kenapa? kok terlihat panik?"
Mpok Ina yang berada di kamar nya yang sedang menonton televisi, terlihat kaget karena melihat Ririn yang panik.
"mas Riko demam, mpok ada persediaan obat?"
Mpok Ina langsung meraih tangan Ririn lalu berlalu jalan dengan langkah cepat.
"nyonya, ini kotak P3K nya. mudah-mudahan ada obat yang bisa nyonya gunakan."
"terimakasih mpok, maaf sudah menggangu. silahkan istrihat lagi mpok. Ririn bisa kok mengurus mas Riko."
Mpok Ina hanya mengangguk, lalu Ririn pun berlalu ke arah kamarnya.
__ADS_1