CINTA SUAMI PSIKOPAT

CINTA SUAMI PSIKOPAT
Fitnah


__ADS_3

Ririn tidak mempunyai banyak teman seperti teman-teman nya yang lain, Ririn terlalu sibuk mencari nafkah untuk membantu meringankan beban keluarga nya.


Adit yang sedari kecil sudah sering sakit-sakitan, yang membuat keuangan keluarga sering terkuras untuk biaya perobatan nya.


Papa nya Ririn adalah pegawai perbankan yang sebenarnya memiliki upah yang bisa menghidupi keluarga dengan layak.


Tapi papanya itu seperti anak lajang yang hanya mementingkan diri sendiri, keluarga adalah beban baginya.


Untuk memenuhi kebutuhan hidup, mama nya Ririn harus kerja sebagai cuci gosok di rumah milyarder yang dikenalnya lewat Art yang kebetulan pernah belanja di area rumah nya.


"kalau memang Bastian seperti yang kamu katakan, saya tidak perlu kerja Part time. tapi nyata aku berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan ku."


"omong kosong, perempuan matre."


"dengar ya, saya tidak memeras Bastian dan Papa mu. jangan sekali-kali mulut mu yang bau comboren itu menyebar fitnah."


"anjing, ****** tetap lah ******."


plak.... plak....


Ririn menampar perempuan itu dengan sekuat tenaganya, hingga akhirnya security membawa mereka ke ruang disiplin kampus.


"ada apa ini? kenapa kalian berdua memperlakukan diri sendiri di hadapan teman-teman kalian yang lainnya."


Dia adalah Bu Sari, komite disiplin di kampus ini, yang berurusan dengan mahasiswa/i yang bermasalah.


"begini Bu, perempuan ini telah habis-habisan menguras Bastian kakak ku.


Setelah perempuan ini puas dan akhirnya meninggal kakak ku dan menikah dengan laki-laki lain yang jauh lebih kaya dari kakak Ku."

__ADS_1


"eh Nina, dari mana kamu tahu kalau saya menguras kakak mu? ayo hadirkan kemari, biar Bu Sari mengetahui duduk jelas permasalahan ini.


Jangan hanya berkoar-koar seperti anjing yang menggonggong, ayo panggil kakak mu itu dan buktikan kalau saya pernah menguras Nya."


"benar kata Ririn, panggil kakak mu kemari. kita harus mendengarkan pernyataan dariNya untuk mendukung akan ucapan mu ini."


Nina nama perempuan itu, saudara perempuan dari Bagas.


Tapi dia seperti mengulur waktu, yang katanya handphone habis baterai. Bu Sari langsung bertindak.


Dengan bantuan mickropon, yang terhubung dengan loud speaker yang tersebar di beberapa sudut kampus.


Bu Sari memanggil Bastian untuk datang ke kantor komite disiplin, tidak berapa lama Bagas sudah di hadir menghampiri kami.


"Bagas, kami ingin mendengar penjelasan dari kamu.


Kata Nina adik mu ini, bahwa kamu di peras oleh Ririn. apa itu benar?"


"tidak pernah Bu, Ririn tidak pernah meminta apapun dari Ku."


"oke, sekarang ibu tanya. hubungan mu dengan Ririn apa?"


"dulu kami pacaran, tapi sudah putus karena Ririn sudah menikah."


Ibu Sari langsung menolah Nina, terlihat wajahnya seketika jadi panik.


"Nina, jelaskan kepada kakak mu. apa yang membuat mu berada di ruangan ini?"


Nina hanya terdiam, dan hal itu membuat Bu Sari terlihat jengkel dengan Nina.

__ADS_1


"Bu, Nina memfitnah Ku. saya tidak bisa terima, ini adalah pencemaran nama baik. bukan hanya kali ini Nina memfitnah Aku. sudah berulangkali.


Nina......


saya Akan membawa ini ke jalur hukum. harga diriku sudah kau injak-injak. semua fitnah yang engkau lontarkan terhadap ku sudah aku rekam termasuk fitnah kamu barusan.


Bu....


Saya rasa permasalahan ini tidak hanya berakhir disini, saya mohon pamit Bu dan selamat siang."


"Ririn tunggu...."


Ririn tidak mengindahkan panggilan dari Bu Sari, dia terus berjalan keluar dari ruangan itu. Nina terlihat panik demikian juga dengan Bu Sari.


"Nina....


Selesai masalah terhadap Ririn, cobalah untuk berdamai dengan nya. nanti pihak disipliner akan diskusi mengenai hal ini.


Nina....


ibu mintak tolong, jangan sampai masalah ini sampai ke jalur hukum. karena nama baik kampus akan tercoreng di sikap yang bertanggung jawab ini."


Handphone Bu Sari berdering, setelah selesai bicara melalui sambungan seluler tersebut. Bu Sari terlihat cemas lalu menatap Nina dengan tatapan marah.


"Nina....


tolong selesai masalah dengan Ririn, jangan sampai dia melaporkan ke pihak berwajib. jika ini sampai terjadi maka kamu dan kakak mu yang dikeluarkan dari kampus ini."


"emangnya ibu menerima telepon dari siapa?"

__ADS_1


"itu bukan urusan Bastian, yang penting selesai kan urusan Kalian berdua dengan Ririn secepatnya. keluar kalian sekarang, buat pusing aja."


Bu Sari setengah berteriak mengusir mereka berdua, Nina dan Bastian keluar dari ruangan itu dengan wajah yang tekuk.


__ADS_2