CINTA SUAMI PSIKOPAT

CINTA SUAMI PSIKOPAT
Butuh Waktu.


__ADS_3

Setelah mandi Ririn sudah berganti pakaian, dan tentunya itu adalah pakaian tidur yang berbahan tipis.


Sementara Riko masih ngobrol dengan Asep di ruang tamu, tidak berapa lama Riko menghampiri istrinya.


Ririn yang terduduk di pinggir ranjang langsung berdiri dan menghampiri suaminya lalu memeluknya dengan erat.


"mas, Ririn takut mas." ujar Ririn yang masih memeluk suaminya.


Secara perlahan Riko menarik tubuh istrinya dari pelukan nya.


"ngak perlu takut, mas ada disini."


Sanggap Riko kepada istrinya, dan perlahan Riko menuntun istrinya ke arah ranjang. mereka berdua sudah duduk di pinggir ranjang tersebut.


Ririn memejamkan matanya karena suami nya hendak mencium bibir nya, seketika bibir mereka saling bertemu dan sahut menyahut.


Sang istri seperti menikmati ciuman yang lembut dari suami nya, perlahan-lahan Riko merebahkan tubuh istrinya.


Tangan kanannya meraih leher Ririn dan mencumbui area leher tersebut, istrinya sudah seperti di ubun-ubun.


"mas, kenapa?"


Ririn bertanya kepada Riko, karena aktivitas suaminya berhenti di kala keinginan nya yang sudah di ubun-ubun.


"kamu cinta sama ku?" Riko bertanya dengan rasa ragu.


Ririn menarik napas panjang, dan berusaha menenangkan dirinya yang sudah hampir mencapai masa keemasannya.


"ngak tahu mas, tapi yang jelas Ririn sudah mulai merasa nyaman bersama mas.


Bahagia rasanya ketika melihat mas tersenyum kecut kepadaku, dan Ririn juga bahagia ketika bisa makan bersama dengan mas.


Ririn boleh nanya?"


"uhmmm...."


Ririn menoleh suami nya, lalu memegang tangan nya. jawaban yang singkat dari suaminya sudah sering di dengar nya.


"Kenapa mas memilih ku untuk menjadi istri mas?


Ririn sangat yakin kalau mas sengaja melakukan hal ini, semua ini bukan hanya perkara uang yang mama terima untuk biaya pengobatan Adit.


Tapi ada hal yang lain yang tidak Ririn tahu, putri seorang asisten rumah tangga. dengan kehidupan yang biasa bahkan bisa dikatakan miskin.


Satu lagi mas, apa maksud huruf 'R' yang di ucapkan mas ketika lagi mengigau."


Riko menatap istrinya dengan raut wajahnya yang tidak yakin.


"mas butuh waktu."


Ririn langsung terlihat lemas ketika suami nya berkata butuh waktu, Dia bingung. butuh waktu itu maksudnya apa?


"butuh waktu, itu maksudnya apa mas? tolong jangan buat Ririn bingung.

__ADS_1


Terus kenapa mas harus memilih menjadi istri mu?"


"mas butuh waktu."


Lagi-lagi itu yang di ucapkan Riko, sehingga Ririn membalikkan badannya dan menarik cover bad itu ke seluruh tubuhnya.


Ririn tidak paham akan butuh waktu yang dimaksud suami.**


Pagi seperti biasanya Ririn sudah bersiap lalu membangunkan suaminya yang masih tidur.


"bangun mas."


"ini kan weekend, ngapain cepat-cepat bangun."


Riko menjawab nya demikian dan kembali berbalik badan.


Brok.....


Sofa yang tempat tidurnya di gulingkan oleh Ririn sehingga Riko terjatuh di lantai, seketika wajah suaminya berubah menjadi kesal.


"kamu kenapa?"


"maaf mas, Ririn butuh waktu untuk menjawabnya."


Ririn menjawab pertanyaan itu seperti yang dijawab suaminya, terlihat raut kecewa dari suami nya karena sikapnya.


"bangun lah mas, jalan-jalan yuk. ke taman pun jadi mas. asal berduaan dengan mas. ayolah...."


Ririn terduduk di samping suaminya yang terjatuh di lantai seraya membujuk untuk pergi jalan-jalan.


"hadeh..... percuma mas punya asisten, mintak tolong sama Asep mas."


Tanpa menanggapi istrinya, kemudian berlalu ke kamar mandi.


Tidak berapa lama, Riko keluar dari kamar mandi dan tidak seperti biasanya. kali ini Riko memakai celana panjang berbahan kain tapi tidak mengenakan baju.


Ririn yang hendak menggodanya dan Riko menghindar sampai selesai memakai baju dan kemudian meraih tangan istrinya.


"jadi kita jalan-jalannya mas?"


"iya, tapi kita ke rumah sakit dulu. setelah selesai sarapan."


Ririn tersenyum setelah mendengar perkataan dari suami nya dan langsung menggandeng tangannya.


Mpok Ina yang melihat kemesraan mereka berdua walaupun agak sedikit terpaksa hanya bisa tersenyum.


Selesai sarapan mereka berdua berangkat ke rumah sakit, dan setibanya di rumah sakit langsung menuju ruang rawat Adit.


"gimana keadaan Adit ma?"


"sudah jauh lebih baik kak, lusa kami sudah bisa di perbolehkan pulang. rambut nya sudah mulai tumbuh."


Ririn mengelus kepala adiknya, dimana rambutnya sudah mulai di tumbuhi rambut halus.

__ADS_1


Rambut itu harus di cukur habis dikarenakan harus menjalani operasi, untuk mengangkat tumor yang bersarang di kepala nya.


Serta efek dari kemoterapi yang menyebabkan rambut tersebut susah untuk tumbuh.


Adit hanya tersenyum bahagia ketika kakaknya datang menjenguknya, mama nya Ririn juga demikian.


Setelah puas bercengkrama Riko membawa istrinya untuk pergi jalan-jalan, dan wajah istrinya begitu sumiringah menyambut ajakan suaminya.


"mas, kita photo yuk di air mancur itu?"


Ngeos......


Tiba-tiba saja motor hampir menabrak Riko yang hendak meraih tangan istrinya, tapi untungnya Ririn berhasil menangkap tubuh Riko dan mereka berdua terjatuh, tubuh Ririn menimpa tubuh suaminya.


Brak.....


Motor yang hampir menabrak Riko akhirnya terpental karena menabrak pohon besar, dan akhirnya berhasil di tangkap oleh security taman tersebut.


Riko yang hendak bangun tapi tertahan oleh tubuh istrinya yang berada diatasnya, sepertinya Ririn sengaja melakukannya.


"cium dulu dong istri mu ini."


Muach.....


Dengan cepatnya Riko mencium istrinya tepat di bibir nya dan hal membuat Ririn tersipu malu.


"keadaan genting begini, tapi kamu masih sempat bercanda ya."


"mau gimana lagi, sudah banget untuk menggoda mas.


Cara seperti ini seperti ini jauh lebih efektif, dan lihat tubuh menyatu jad satu."


Riko hanya tersenyum kecut, lalu mendorong tubuh istrinya dengan pelan kesamping tubuhnya, dan akhirnya Riko bisa bangkit tapi istrinya masih tetap tergeletak di tanah.


"mas bantuiin...."


Alis kanannya terangkat dan sedikit agak jengkel, tapi Riko tetap mengangkat tubuh istrinya sehingga bisa berdiri.


muach.....


Secara sengaja Ririn mencium bibir Riko, tapi suaminya itu hanya tersenyum kecut kepada nya.


"bapak-ibu ada yang terluka?"


Pria yang berseragam security itu bertanya kepada mereka berdua dengan raut wajah yang cemas.


"ngak apa-apa kok pak, kami berdua baik-baik aja kok."


"syukurlah, saya minta maaf atas ketidaknyamanan yang bapak-ibu alami. saya sudah 5 tahun kerja disini dan belum pernah kejadian seperti ini terjadi.


Jangan motor yang masuk, sepeda pun dilarang masuk bapak-ibu. itu semua demi kenyamanan pengunjung, karena disini juga banyak anak-anak. Sekali lagi saya mintak bapak-ibu.


Tapi sepertinya pelaku mengincar bapak, dan pelaku nya sudah kami amankan di pos security.

__ADS_1


jika Bapak-ibu mau melihat pelaku nya, mari ikut saya."


Security itu membawa Riko dan istrinya ke pos security, setelah sampai di pos security. pelaku tersebut sudah di ikat dengan tali rafia.


__ADS_2