CINTA SUAMI PSIKOPAT

CINTA SUAMI PSIKOPAT
Saiko


__ADS_3

Mira memanggil nama Ririn dengan nada yang tinggi, alhasil mereka menjadi perhatian dari penghuni rumah susun tersebut.


Ririn kemudian berhenti dan terduduk, tiba-tiba saja Ririn menangis dan suaranya semakin keras.


Mira yang menjadi mama tiri nya menghampiri Ririn yang menangis bersama dengan penghuni rumah susun tersebut.


"bapak ibu, perempuan ini adalah selingkuhan Papa Ku, perempuan ini adalah pelakor. "


ucap Ririn dengan menangis tersedu-sedu dihadapan mereka semua, lalu meraih handphone nya.


"Ini photo keluarga kami dan keluarga kami begitu bahagia sebelum pelakor ini menghancurkan keluarga kami, bapak-ibu. pelakor ini bersama Papa ku kumpul kebo disini.


Papa ku tidak pernah menikah dengan perempuan ini, perempuan ini berzinah dengan Papa ku disini."


Ucap Ririn disela-sela tangisannya, lalu menunjukkan photo Papa saat bergandengan tangan dengan Mira yang dituduhnya berzinah dengan Papa Nya.


"jangan percaya bapak-ibu, perempuan ini sudah gila. saya sudah menikah dengan mas Reza, pernikahan kami itu sah."


"Reza itu nama Papa Ku, dan perempuan bohong tentang pernikahan Nya. kalau bapak-ibu tidak percaya, suruh pelakor ini untuk menunjukkan bukti pernikahan Nya."


'iya benar, mana bukti pernikahan mu.'


Ucap beberapa warga penghuni rumah susun, yang mendukung ucapan Ririn.


Mereka mendesak Mira untuk membuktikan pernikahannya.


Mira terlihat kebingungan, dan dia berusaha untuk mengalihkan perhatian dari penghuni rumah susun itu.


"lihat bapak-ibu, pelakor ini tidak bisa membuktikan pernikahan.


Ibu-ibu yang ada disini harus cepat bertindak, nanti suami dari ibu-ibu sekalian di rebut nya. cukup keluarga kami yang menderita karena pelakor ini."


Akhirnya emosi warga rumah susun terpancing, mereka semua menyoraki Mira dan akhirnya seorang laki-laki datang yang membelah kerumunan para warga.


Setelah pembicaraan yang alot, akhirnya didapatkan keputusan kalau Mira dan anaknya di usir dari rumah susun tersebut.


Sementara Ririn sudah pergi dan sudah berada di dalam mobil.


Mira dan anaknya keluar dari rumah susun, hanya dua koper besar yang dibawa nya bersama Jack anak laki-lakinya.


"eh pelakor, ini rumah Papa bersama istrinya yang sedang hamil itu. pergi aja kesana, rumah itu adalah rumah peninggalan nenek.


Kau yang terlebih dahulu memperlakukan aku di hadapan umum, dihadapan teman-teman ku di kampus. sekarang giliran mu, cepat sana temui suami mu itu."


Ririn melemparkan kertas ke arah Mira, dan mobil mewah itu pun melaju.


Ririn tersenyum puas akan apa yang dilakukannya, dia puas melihat penderitaan Mira, Istri dari Papa Nya.

__ADS_1


Papa nya Ririn adalah pegawai bank milik pemerintah, dan mama nya Ririn terdaftar sebagai istri sah dari Papa Nya.


Ririn membaca dokumen tentang Papa nya dan pekerjaan Nya, bahwa Papa Ririn tidak bisa menikah sah dengan perempuan lain tanpa persetujuan dari Istri pertama yang sah.


Ririn jelas-jelas mengetahui kalau mamanya tidak pernah memberikan ijin tertulis kepada Papa nya untuk menikah lagi.


Itulah yang menjadi senjatanya untuk menaklukkan Mira, istri sirih dari Papa nya.


Tidak berapa lama Ririn sudah sampai di rumah, yang disambut oleh mama nya dan Riko.


Dengan menggandeng tangan suaminya serta tangan mama nya, mereka masuk ke rumah.


"sayang, ditunggu Diana di dalam. lama amat pulang Nya?"


"maaf ya mas, tadi sedikit memberi pelajaran kepada Papa."


Ucap Ririn kepada suaminya, tapi aneh Riko malah menanggapi nya dengan tersenyum puas.


"maaf ya mbak agak lama pulang Nya."


"ngak apa-apa, santai aja.


oh ya, laporan sudah berjalan. ternyata pelapor bukan hanya kita aja, orang tua para mahasiswa sudah membuat laporan juga.


Alhasil laporan kita ditanggapi dengan cepat, dan sudah memanggil Rohaya dan rektor kampus kalian.


"terus, apa yang harus Ririn lakukan mbak?"


Diana hanya tersenyum menanggapi pertanyaan dari Ririn.


"masa Ririn ngak paham?"


"siap mbak, siap untuk melaksanakan."


Lalu Ririn tersenyum lagi, dan Riko langsung memegang pundaknya.


Di dalam ruangan saat ini adalah, Riko dan istrinya, Asep serta Diana.


Mereka tertawa bersama tanpa alasan yang jelas, mereka seperti orang yang saiko.


(Saiko' merupakan kata gaul yang diciptakan dari kata bahasa Inggris yaitu 'psycho'.


Sesuai dengan cara pengucapannya. 'Saiko' memiliki makna yang sama dengan arti bahasa Inggrisnya, yaitu seseorang yang gila atau menakutkan.


Dalam kehidupan sehari-hari kata saiko, memiliki arti yang lain. seseorang yang dianggap memiliki kelainan jiwa yang dapat membahayakan orang lain.)**


"Rencana sudah di susun dan tinggal pelaksanaan, kita harus tetap berhati-hati agar tidak terjadi kegagalan lagi."

__ADS_1


Ucap Asep dengan serius, dari sorot matanya yang terlihat jelas ada dendam yang tersimpan, demikian juga dengan Diana, Riko dan istrinya.


Sepertinya mereka mengalami masa lalu yang kelam, alhasil membentuk pribadi yang dendam.


"ini sudah larut malam, sebaiknya kita istirahat."


Ujar Riko dan yang lainnya hanya mengganguk tanpa bicara, lalu Ririn menggandeng tangan istrinya dan keluar dari ruangan tersebut menuju kamarnya.


Ririn terduduk di pinggir ranjang dan kemudian menghela napas panjang, hal itu menjadi perhatian Riko.


"apa yang terjadi sayang?"


Ririn kemudian menoleh suaminya dengan tatapan yang kelelahan.


"tadi Ririn memberikan pelajaran kepada istri Papa yang bernama Mira.


Perempuan itu di usir dari rumah susun yang menjadi tempat tinggalnya, itu karena dia mempermalukan Ririn di hadapan teman-teman Ririn saat di kampus mas."


"hanya itu?"


Ririn kemudian tersenyum saat melihat wajah suaminya.


"ngak mas, Ririn ingin perempuan itu merasakan apa yang dirasakan oleh mama.


Ririn menyuruh perempuan itu ke rumah Papa, rumah nenek peninggalan nenek yang lain. agar Papa merasa pusing dengan kehadiran perempuan itu bersama anaknya."


"hanya itu aja? bukannya ada istri-istrinya yang lain?"


"perlahan mas, jika sekaligus nanti akan berbahaya."


"benar itu sayang, kita harus melakukannya secara perlahan."


Ririn malah menatap Riko dengan senyuman genit, tapi suami nya malah berdalih ingin ke kamar mandi.


Lalu Ririn membuka seluruh pakaiannya hingga tidak tersisa sehelai benangpun, lalu menghampiri suami nya yang sedang di dalam kamar mandi, dan ternyata suaminya itu juga sudah telanjang karena hendak mandi.


"waouuuuu.....


benar-benar pemandangan yang indah dan luar biasa, mas memang menakjubkan."


"sayang, kita kan sudah sepakat untuk bersabar dulu."


"iya mas, tapi apa salahnya kalau kita mandi bareng. kitakan suami istri, jadi tidak apa-apa kalau kita mandi bareng."


haaaaaaaa......


Terdengar suara dari Riko yang menghela napas panjang, tapi Ririn menanggapi nya dengan senyuman nakal dan menggoda darinya.

__ADS_1


Perlahan Ririn mendekati suami nya, lalu menyalakan shower, mereka berdua saling beradu tatapan dibawah guyuran shower.


__ADS_2