CINTA SUAMI PSIKOPAT

CINTA SUAMI PSIKOPAT
Paraha Lain Dari Papa nya Ririn.


__ADS_3

Wanita hamil itu meringis kesakitan karena ditamparnya berulangkali, yang membuat hidung dan mulutnya mengeluarkan darah segar.


Sementara Papa nya Ririn di tahan oleh mahasiswa sehingga Papa Ririn tidak membela istrinya yang sedang hamil besar itu.


"terus kenapa kau mengatakan kalau anak yang kau kandung anak dari Papa ku bangsat?"


"uang, saya ingin mengambil uang lebih banyak dari papa mu."


plak.... plak..


"bangsat dasar perempuan ja**ng."


Ujar mahasiswi cantik itu, seraya menampar nya dengan segenap kekuatannya.


Security dan beberapa dosen laki-laki melerainya dan kemudian membawa mereka ke ruangan disipliner kampus.


Ririn dan papa nya serta wanita hamil tersebut, dan mahasiswi cantik yang bersikap kasar tersebut dan 6 mahasiswa yang menahan Papa nya Ririn, kini sudah duduk di ruangan yang sebelumnya di tempati oleh Ririn dan Papanya.


"Vega, kenapa kamu bersikap seperti ini?"


Tanpa Bu Sari kepada mahasiswi cantik yang Vega tersebut, terlihat sorot matanya yang dendam membara terhadap wanita hamil tersebut.


"perempuan pelakor ini sudah merusak keluarga kami Bu, pelakor ini membuat mama ku syok berat dan terkena serangan jantung karena pengakuan akan anak yang di kandung Nya.


Pelakor ini sudah memeras Papa dan Mama Ku, keharmonisan keluarga sudah hancur karena pelakor ini."


"terus kenapa harus di kampus ini Vega?"


"karena hanya disini Vega bisa menemukan nya, dan ini semua harus jelas."


"pak Reza, kampus tidak akan bertanggungjawab atas semua ini. silahkan bapak urus istri bapak sendiri.


Saya harap bapak dan istri bapak jangan pernah lagi muncul di kampus ini."


"baik Bu, saya mintak maaf atas semua kekacauan ini. kalau begitu kami mohon pamit."


"ingat ya pelakor, urusan kita belum selesai. saya membuat mu membayar semua atas apa yang telah kamu lakukan terhadap keluarga Ku."


Papa nya Ririn tidak memperdulikan perkataan dari Vega, mahasiswi cantik yang telah membuat istrinya babak belur.


Wanita hamil itu di tuntun oleh Papa nya Ririn untuk berdiri dari kursinya.


"Papa yakin anak yang di kandung pelakor itu anak Papa?


Jika anak itu lahir, papa jangan lupa untuk tes DNA ya. siapa tahu itu anak dari laki-laki lain."

__ADS_1


"tutup mulutmu anak durhaka."


Prak....


Ririn dan Vega secara bersamaan menendang kursi yang di duduki oleh wanita hamil itu hingga tersungkur.


Ketika Papa nya Ririn hendak menolong nya, ke enam mahasiswa yang bersama Vega menghajar papa nya Ririn dengan brutal.


"cukup..... c ... u... k... u... p, hentikan, diam semua. duduk......."


Perintah Bu Sari yang berteriak dengan suara yang kuat dan melengking, hingga akhirnya Papa nya Ririn berhenti di keroyok oleh ke enam mahasiswa itu.


"pak Reza, bawa istrimu pulang dan tolong ajarin sopan santun."


Dengan wajah babak belur, papa Ririn berdiri dan menuntut istrinya keluar dari ruangan tersebut.


"ibu tidak lagi harus berbuat apa dengan kalian semuanya, dan kampus tidak akan bertanggungjawab atas perbuatan kalian ini."


"saya akan bertanggungjawab atas apa yang kulakukan saat ini Bu. dan ini adalah karena ibu juga yang mempersilahkan Papa dan istrinya datang ke kampus ini.


Jika urusan pribadi, seharusnya jangan di bawa ke dalam kampus. seharusnya ibu menolak kehadiran manusia parasit itu."


"ibu mintak maaf karena telah ceroboh menerima tamu, tapi kalian semua ibu skorsing atas perbuatan kalian ini."


Ririn sudah berjuang sekuat tenaga untuk segera bisa menyelesaikan skripsi, ibu yang membiarkan manusia parasit itu masuk kemari.


Ririn akan berupaya semaksimal mungkin melawan ibu atas tindakan sepihak ini, saya ngak bisa terima keputusan ibu ini.


Saya tidak ada merugikan kampus, Ririn hanya mempertegas keinginan Ririn terhadap manusia parasit itu."


"saya juga Bu, keputusan ibu tidak adil. siapa suruh ibu meminta mereka datang kemari, Vega hanya ingin memperjelas urusan pribadi dengannya yang kebetulan berada di kampus ini.


Ibu tidak bisa seperti ini dong, jika bermasalah kelak nanti itu urusan pribadi dengannya, dan Vega jamin tidak akan melibatkan kampus."


"baiklah tapi kalian semua harus membuat pernyataan yang isinya tidak akan melibatkan kampus akan kejadian ini. paham....."


"baik Bu, saya setuju...."


Mereka semua sepakat akan hal itu dan akhirnya mereka menuliskan pernyataan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas peristiwa yang menghebohkan tersebut.


Bu Sari pergi meninggalkan mereka semua dengan raut wajahnya yang kesal.


"kamu anak Animasi ya?"


tanya Vega kepada Ririn, dan Ririn hanya mengganguk kepadanya.

__ADS_1


"terimakasih ya karena sudah sepakat denganku sehingga kita tidak di skors."


"sama-sama, kenalin. yang ini vino, Rian, Emon, Agus dan Anggi.


Mereka adalah Sepupu Ku, mereka semua dari fakultas Hukum sementara saya fakultas kedokteran.


Maafkan sepupuku ya karena telah mengeroyok papa mu."


"ngak perlu mintak maaf, malahan saya yang berterima kasih. karena telah membantu menghajar nya.


Papa sudah memutuskan hubungan nya dengan Ku, tapi dengan kekeh nya dia masih mintak bantuan kepadaKu setelah apa yang di perbuat nya terhadap mama dan adik Ku.


Papa Ku sudah berulangkali menyakiti mama, dan Adikku serta aku.


papa hanya perduli dengan dirinya sendiri sendiri dan selalu selingkuh dengan perempuan lain."


"sama, Papa ku juga demikian. dan pelakor yang barusan sangat meresahkan mama ku. kami tidak perduli dengan siapa Papa selingkuh, karena mama dalam tahap perceraian dengan Papa.


Tapi pelakor itu mencoba mengancam mama dengan umpan anak yang di kandung nya, itulah membuatku geram dan bertindak sejauh ini.


Hanya mama dan Adikku yang masih duduk di bangku SMA yang aku miliki saat ini dan ke enam sepupuku ini."


"ya sudahlah, tidak ada gunanya jika terlalu membahas ini.


Ini nomor handphone ku jika kamu butuh bantuan Ku untuk menghadapi kedua manusia parasit itu."


Ririn dan Vega saling bertukar nomor handphone dengan harapan bisa bekerja sama untuk menghadapi papanya Ririn dan istri barunya.


"Ririn, kita harus bicara."


Ujar Bagas kepada Ririn yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka.


"kamu kenal dengan si mulut lemes ini?"


Ucap Vega kepada Ririn dan tentunya Ririn heran dengan maksud Vega yang mengatai Bagas sebagai si mulut lemas.


"iya, mantan pacarku. kamu kenal juga dengan Bagas?"


"iya Rin, dia ini Playboy cap buaya yang hanya mengganggarkan uang hasil korupsi orang tuanya."


"maksudnya gimana?"


Ririn bengong karena penurunan dari Vega, mahasiswi cantik yang baru di kenalnya karena masalah yang di bawa oleh Papa nya.


Tapi tatapan Vega kepada Bagas demikian juga dengan sebaliknya yang membuat Ririn semakin bingung.

__ADS_1


__ADS_2