CINTA SUAMI PSIKOPAT

CINTA SUAMI PSIKOPAT
Balas Dendam Yang Tiada Berkesudahan .


__ADS_3

Melihat mama dengan kakinya yang pincang karena perbuatan Papa, demikian juga dengan Adit, yang harus menjalani operasi pengangkatan tumor di kepalanya.


Rasanya sesak di dada, trauma karena kekerasan dari Papa dan masih bersemayam di hati dan pikiran.


Terkadang terbawa dalam mimpi dan seringkali terulang, itu sangat-sangat menyiksa.


Begitulah yang dialami oleh Ririn, karena kerakusan Papa nya, yang membuat nya trauma yang berkepanjangan.


Ririn memeluk Diana lagi, dan air matanya seketika mengalir di pipinya.


"kenapa kamu menangis?"


Air mata itu dihapus oleh Diana, dan mereka berdua bersama-sama tersenyum.


"melihat mama dengan kaki pincangnya dan Adit yang demikian, serta mimpi buruk yang selalu terulang.


itu sudah membuat Ku sangat tersiksa mbak, saya ngak bisa membayangkan bagaimana mbak menjalani hidup dengan kehidupan keluarga yang berhasil di rampas para manusia biadab itu."


"kamu masih mimpi buruk?"


Ririn hanya mengangguk dan lalu menatap Diana menatapnya dengan tatapan yang sayu.


"menurut mbak, Ririn harus memberikan makan buaya mbak yang rakus itu."


"maksud mbak apa?"


Diana langsung mendekat ke arah Ririn, lalu membisikkan sesuatu di telinga Nya.


"kamu tenang aja, biar mbak yang urus. nanti kita bertemu di rumah mbak itu, ataupun kamu nanti mbak jemput."


Ririn hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Diana.


Lalu Diana meraih handphone Nya, kemudian menghubungi seseorang.


Selesai menelpon Diana langsung tersenyum sumiringah ke arah Ririn.


"beres, besok pagi mereka akan tiba di rumah itu dan kamu harus bersiap."


Ungkap Diana lalu tersenyum lagi, tanpa terasa malam sudah larut, lalu Ririn kembali ke kamarnya.**


Esok pagi harinya Diana mengajak Ririn keluar dari rumah dengan mengendarai mobil mewah.


Di persimpangan jalan pak Deden menurunkan mereka berdua, kemudian Ririn dan Diana naik taksi online.


Seharusnya pak Deden bisa mengantarkan mereka ke tujuan yaitu penangkaran buaya milik Diana, tapi mereka berdua ingin menghapus jejak.


Butuh waktu satu jam lebih akhirnya mereka berdua tiba disebuah rumah kecil, dan kemudian memasuki kamar yang menuju ruang bawah tanah.


Ternyata di tempat itu sudah ada Reza, papa Ririn serta Sonia dan Mira para istrinya Reza yang telah disekap di sebuah kursi dan mulut mereka bertiga di tutup menggunakan lakban hitam.


Lalu Ririn membuka penutup mulut Papa nya, lalu menggambil balok yang tergeletak di lantai lalu berjalan ke arah Mira dan kemudian.....


plak....

__ADS_1


hmmmm......hmmmm.....


Mira merintih kesakitan dan suara tidak keluar dengan jelas karena lakban yang menutup mulut Mira.


Darah segar mengalir dari keningnya, bekas pukulan tersebut yang melukainya dan mengeluarkan darah segar.


"cukup Ririn, cukup. mereka tidak bersalah, ayo bunuh Papa, tolong jangan siksa mereka."


Bukannya berhenti malah Ririn berjalan ke arah Sonia, lalu.....


plak..... plak....


Hmmmm......hmmmm.....


Jidatnya dan paha nya di pukul oleh Ririn dan darah itu keluar dari keningnya.


"cukup Ririn, cukupppppppppppp................."


Papanya Ririn berteriak agar putrinya itu berhenti menyakiti kedua istrinya itu, tapi Ririn kemudian memukul paha Mira.


"Adit seharusnya sudah sekolah pa, tapi itu terjadi, karena tumor di kepalanya. Papa lah penyebabnya.


Mama menjadi pincang seumur hidup, karena perbuatan Papa.


Sementara Ririn yang masih merasakan trauma itu, hingga terbawa kedalam mimpi, berulang-ulang dan itu sangatlah menyakitkan pah."


Ucap Ririn dan kemudian berjalan ke arah Mira lalu membuka penutup mulut Nya.


Lalu Ririn memutar video di handphone milik Diana dan kemudian mempertontonkan nya ke Mira.


"para saudara laki-laki mu sudah menjadi makanan ternak buaya, begitu juga dengan kedua orang tua mu dan juga para keponakan Mu."


"aku yang Rin, tapi kenapa kamu menghukum keluarga Ku."


Ucap Mira dengan setengah berteriak ke arah Ririn, kemudian Ririn memutar video yang lain lagi.


"Jack anak mu sudah dibawa orang lain ke luar negeri, katanya sih di adopsi. tapi ngak tahu kebenarannya gimana, yang namanya adopsi kita tidak tahu kebenarannya."


"tolong jangan sakiti anakku, bunuh aja aku Ririn, anakku dan keluarga tidak bersalah."


"apa? tidak bersalah?


gara-gara pelakor seperti kau membuat mama ku semakin tersiksa, itu hanya karena Papa punya banyak uang yang bisa kau korup.


Kedua orang tua mu, saudara-saudara mu serta keponakan mu itu, ikut menikmati penderitaan kami bertiga.


Gara-gara kamu, Papa tidak pernah memberikan kami nafkah, dan Papa selalu mencuri uang mama untuk diberikan kepada keluarga Mu."


Jawab Ririn kepada Mira dan kemudian Ririn berjalan ke arah Sonia lalu membuka penutup mulut Nya.


Ririn kembali memutarkan video dihadapan Sonia.


'haaaaaaaa........... Haaaaaaaa...........'

__ADS_1


plak....


Karena Sonia berteriak lalu di tampar oleh Ririn yang membuatnya terdiam.


"keluarga tidak menerima apapun dariKu, keluarga tidak bersalah.


Mereka tidak pernah menerima apapun dari Ku Ririn, kenapa kamu melakukan itu?"


hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


Ririn tertawa puas, lalu meraih kedua pipi Sonia dan menekannya dengan kuat.


"supaya kita sama-sama merasakan kehilangan bangsat...."


Ririn melepaskan tangannya dari pipinya Sonia, lalu menatapnya dengan tatapan yang tajam.


"rumah yang ditinggali oleh keluarga mu itu adalah hasil dari uang korupsi Papa dan keluarga mu pantas menerimanya."


"apa mau Ririn?"


Pertanyaan dari Papa nya membuat Ririn menatap Papanya itu dan kemudian datang dua laki-laki, dan kedua laki-laki itu adalah laki-laki yang sama yang memasukkan Sarah, adiknya serta mama nya ke kandang buaya.


"kasihan buaya nya jika mereka memakan pakaian mereka bertiga, buka bajunya dan kirim mereka ke kandang."


perintah Ririn dan kedua pria itu langsung membuka pakaian Mira dan Sonia, hingga telanjang dengan cara menggunting pakaiannya.


Sementara papanya hanya tertinggal pakaian dalam nya.


Lalu Ririn dan Diana meninggal tempat tersebut.**


"gara-gara kalian banyak orang yang kehilangan keluarganya dan kamu harus merasakan betapa sakit nya ditinggalkan keluarga."


Ucap salah satu dari kedua pria itu, kemudian memperkosa Mira dan Sonia secara bergantian dihadapan Reza.


Reza hanya berteriak ketika kedua istrinya di perkosa dihadapan nya.


Setelah puas melakukan itu, lalu salah satu pria menggunting pakaian dalam yang dikenakan oleh Reza.


"bangsat, mau ngapain?"


Ujar Reza kepada kedua pria itu, karena memaksanya untuk nungging dan salah satu dari pria mengambil gagang sapu yang tergeletak di lantai lalu mematahkan gagangnya.


'ah..... ah.......'


Reza berteriak kesakitan karena anusnya di tusuk menggunakan gagang sapu tersebut hingga gagang itu lengket di lubang tersebut.


Kemudian menyeret mereka bertiga dengan bantuan sepeda motor, dimana ketiga orang tersebut di ikat lalu diseret menggunakan motor tersebut.


Lalu tibalah disebuah kolam, kedua pria itu melepaskan tali pengikat mereka bertiga.


Kemudian gagang sapu itu dilepas paksa sehingga membuat Reza berteriak, lalu mendorong mereka bertiga masuk ke kolam buaya-buaya yang kelaparan tersebut.


Terdengar suara teriakan dari mereka bertiga, dikarenakan bagian tubuh mereka sudah di lahap oleh buaya-buaya yang kelaparan.

__ADS_1


__ADS_2