CINTA SUAMI PSIKOPAT

CINTA SUAMI PSIKOPAT
Hipnoterapi


__ADS_3

Handphone Riko berbunyi, lalu menjawab panggilan telepon tersebut. obrolan itu hanya sebentar. lalu Riko menatap istrinya.


"kata Profesor David, kita harus ke sana. karena tahap selanjutnya sudah bisa kita mulai."


Tanpa berkomentar, Ririn langsung berdiri dan menggandeng tangan suami nya.


"lebih cepat lebih baik, biar kami berdua menyelesaikan sisanya. mas Riko dan mbak Ririn harus pergi ke Profesor itu "


"benar itu Pak, sebaiknya kita bagi tugas."


Ucap Diana yang mendukung pendapat Asep, dan akhirnya Riko bersama istrinya keluar ruangan untuk pergi ke Klinik Profesor David.


Dengan di kawal tiga orang bodyguard, Riko dan istrinya sudah tiba di Klinik.


"Selamat pagi nak Riko dan nak Ririn, apakah semua baik-baik aja?"


"sejauh ini masih baik-baik aja prof, dan semoga kedepannya lebih baik lagi."


Jawab Ririn kepada Professor David, lalu Profesor tersebut menuntun mereka berdua untuk duduk di sofa.


Tidak berapa, Johan asisten profesor datang menghampiri mereka dengan membawa dokumen.


"berhubung semua sudah lengkap jadi kita mulai saja ya. apakah sudah siap?"


"siap prof."


Secara bersamaan Riko dan istrinya kompak menjawab siap.


Lalu mereka di datangi dua orang perawat, setelah mengambil sampel darah Riko dan istrinya, lalu Dokter Imran datang ke ruangan tersebut.


"pertama kali kita melakukan CT scan dulu, mari ikut saya."


Riko dan istrinya lalu di susul oleh Profesor David dan Johan asisten. mereka semua menuju suatu ruangan.


Hanya Ririn yang masuk ke ruangan CT scan tersebut, sementara Profesor David dan asisten menunggu di ruangan berbeda bersama Dokter Imran.


Ruangan tempat dimana Dokter Imran dan profesor David serta asisten duduk di kursi dimana di atas meja ada komputer yang terhubung dengan monitor CT scan yang ada di ruangan dimana Riko dan istrinya di pandu bagian laboratorium CT scan.


Riko dan istrinya sudah di scan di bagian kepala dan akhirnya mereka dipersilahkan keluar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


Dokter Imran tersenyum melihat sepasang suami istri yang menjadi pasiennya, lalu menunjukkan layar monitor ke arah mereka.


"Berdasarkan Pemindaian CT scan, tidak masalah. dan selanjutnya saya serahkan ke Profesor."


"terimakasih dokter Imran, Nak Riko dan nak Ririn. mari ikut saya ke ruangan ku lagi. nanti hasil CT scan akan dikirimkan ke ruangan."


Setelah mereka tiba di ruangan Profesor David dan ternyata mereka dibawa ke suatu ruangan yang berbeda dari ruangan yang pertama kali.


Ruangan tersebut sangat wangi khas Lavender dan terdapat dua kursi panjang yang empuk dan cocok untuk bersandar, lalu ada sofa yang mewah di tengah ruangan tersebut.


Profesor David mempersilakan mereka berdua duduk di sofa, lalu Johan memberikan teh untuk mereka berdua.


"jadi begini nak Riko dan nak Ririn, kami bertiga sudah diskusi mengenai hal semua setelah melakukan wawancara keluarga.


Tahap pertama dan kedua serta ketiga sudah terlaksana, saat tiba tahap ke empat yaitu uji ingatan.


Tapi itu kami lewati karena hasil CT scan menyatakan kalau nak Riko dan istri dalam keadaan baik-baik saja.


Saya bisa menyimpulkan atau mendiagnosis dengan jelas kalau nak Riko dan istri itu adalah amnesia retrograde.


Tapi ada perbedaan dengan nak Riko, yaitu sudah melebihi Pase amnesia retrograde, dan mendekati dissociative identity disorder (DID). atau yang biasa dikenal berkepribadian ganda.


Masalahnya disini adalah ingatan akan masa kecil, dan itu yang harus kita gali.


Hal ini dilakukan untuk mengakses memory dan emosi yang menjadi sumber masalah, melalui hipnoterapi mudah-mudahan bisa menjawab permasalahan selama ini."


"apa akan bermasalah dengan ingatan masa kini jika melakukan hipnoterapi prof?"


Profesor David menoleh Ririn yang bertanya dengan serius.


"tidak nak, hipnoterapi hanya membuat pasien tenang dan rileks. untuk mengakses memory dan emosi. hal ini juga karena hasil CT scan yang tidak menunjukkan bekas luka atau pengaruh kekerasan terhadap fisik."


"saya setuju prof, mas Riko. bagaimana ini?


Ririn Jujur, hilangnya ingatan masa kecil yang hilang sangatlah menyiksaku. Ririn siap menerima semua keperihan hati jika itu memang sangat menyakitkan."


"mas setuju kok, mas juga merasa tersiksa dengan ingatan masa kecil hilang. mas bisa merasakan hal itu.


Tidak ada salahnya kita mencoba, setidaknya kita sudah berusaha untuk tidak menjadi lebih sakit lagi."

__ADS_1


Setelah mendapatkan konfirmasi persetujuan dari pasien yaitu Riko dan istrinya, lalu Profesor David mempersilakan Ririn bersandar di kursi panjang nan empuk itu.


Aroma lavender di perkuat lagi dan instrumen musik klasik slow di putar dengan suara yang pelan.


Alat yang di tempelkan di kedua sisi keningnya Ririn dan sudah terhubung dengan monitor yang sudah menampilkan diagram.


Riko di minta untuk memegang tangan kiri istrinya dan aroma lavender itu semakin kuat yang membuat Ririn semakin rileks.


"Ririn Dwi Ariyanti, dan nama Papa adalah Reza. saat ini kamu dalam keadaan rileks, tenang dan tenang."


Ujar Profesor David dan terlihat Ririn sudah memejamkan matanya.


"masuk dan masuk, tenang dan tenang. semakin dalam dan semakin dalam.


Tengah malam di hujan yang deras, Ririn Dwi Ariyanti mendatangi mama di dalam kamar. terlihat wajah Ririn yang penuh ketakutan dan bercerita kepada mama.


Ada anak laki-laki yang diseret oleh seorang wanita yang bersamaan dengan beberapa pria yang berbadan kekar.


Anak laki-laki itu diseret ke arah gudang dengan mulut yang sumpal.


Ririn Dwi Ariyanti, masuklah lebih dalam. dan harap tenang, rileks.


ingat dan kembali ke sana, lihat siapa anak laki-laki dan ingat wajah perempuan yang menyeret anak laki-laki itu."


Profesor David berhenti bicara, karena hologram di monitor terlihat berubah. perlahan bergerak dengan pelan lalu menambahkan kecepatan hologram.


Johan kemudian memprint hasil hologram tersebut, lalu kembali mengamati monitor dengan hologram yang selalu berubah pergerakan.


"masuklah nak, tapi tenang, rileks dan masuk semakin dalam.


Ririn Dwi Ariyanti, apa yang terjadi malam itu? kenapa mama hanya membujuk mu untuk tidur.


Sudah subuh dan kemana nak Ririn pergi, masuk lebih dalam dan rileks."


Ririn kini menggenggam tangan Riko dengan kuat, terlihat dahi Ririn mengeluarkan keringat yang kemudian dibersihkan oleh Profesor David.


Ririn terlihat tenang untuk beberapa saat, kemudian menggenggam tangan Riko dengan kuat.


Hologram itu semakin bergerak dan sudah seperti benang yang kusut nan panjang, sudah berulang kali Johan memprint hasil dari monitor itu.

__ADS_1


Kali ini Ririn mengeluarkan air matanya, dan gemgaman itu semakin erat.


Air mata dan keringat keluar secara bersamaan, seperti orang ketakutan dan Ririn semakin menggegam tangan Riko.


__ADS_2