CINTA SUAMI PSIKOPAT

CINTA SUAMI PSIKOPAT
Mama Ririn Tiba Di rumah Riko.


__ADS_3

POV Riko.**


Adit yang di suapi oleh mpok Ina terlihat begitu bahagia, dan Ririn menghampiri adiknya itu.


"dek, habis makan kita mandi ya?"


Adit menolah ke arah kakaknya seraya tersenyum, dah dibalas senyum oleh kakaknya.


"Adit mandi sendiri aja, Adit kan sudah besar."


Pinta Adit dengan cara bicaranya yang cadel, Asep yang memperhatikan Adit dan kakak nya dengan umur yang terpaut jauh. Adit yang masih berumur 6 tahun sementara Ririn sudah hampir umur 22 tahun.


Tapi Asep seperti mengurungkan niatnya untuk bertanya, takut nya akan membuat mama nya Ririn tersinggung.


Ririn yang mengusap kepala adek nya yang sudah mulai tumbuh rambut tebal dan Mpok Ina melirik Adit.


"Adit, ayok mpok tunjukkan kamar mandinya, pakaian Adit dimana?"


Adit langsung memberikan tas ransel kepada mpok Ina dan mereka berdua meninggalkan ruang tamu.


"ibu sudah makan?"


Setelah mpok Ina membawa Adit lalu Riko bertanya ke ibu mertua Nya, untuk mencair susana yang agak tegang.


"sudah nak, sekitar jam 6 sore tadi. ibu dan Adit makan.


Baru aja selesai makan, tiba-tiba saja ada keributan di depan pintu Apertemen.


Salah satu pegawai nak Riko menelpon ibu dan berkata untuk tetap tenang dan membereskan sedikit pakaian sembari menunggu kedatangan mereka ke dalam rumah.


sementara orang yang membuat keributan di luar pintu masih ditahan oleh security.


Terdengar mereka beradu argument dan bertanya dimana keberadaan kami berdua, dan security tidak mau memberitahu apartemen kami di nomor berapa.


Hal itu yang menyebabkan keributan, hingga akhirnya terdengar kalau mereka di suruh keluar.


Mungkin sekitar 20 menit, pintu di dokbrak dan itu adalah orang suruhan nak Riko yang membawa kami berdua menuju kemari."


"apa ibu sempat melihat orang-orang yang ribut itu?"


"ngak nak Riko, tapi Adit mengintip dari lubang pintu yang tersedia. hanya Adit yang melihat para pembuat onar itu.


Bagaimana dengan kalian nak? apa semua baik-baik aja?"

__ADS_1


"semua aman Bu, sebenarnya banyak hal yang ingin Riko tanyakan ke ibu. tapi sepertinya..


"ngak masalah nak, ibu sudah terbiasa menghadapi hal seperti ini.


dulu ibu kan pramugari, jadi sudah terbiasa dengan hal-hal seperti ini. ditambah lagi tingkah laku Papa nya Ririn.


kalau mau bertanya silahkan, ibu menjawab semua sesuai dengan ibu ketahui."


"kita ke ruang sebelah aja Bu, jika Adit sudah tidur nanti. Mpok Ina akan menyusul kita."


Riko menuntun istri dan ibu mertua nya ke ruangan tersebut yang di ikuti oleh Asep. Mereka semua sudah duduk di kursi dengan meja panjang di hadapannya.


"ibu tahu tentang kalung berinisial double R ini?"


Tanya Riko seraya memberikan kedua gelang tersebut kepada mertuanya.


"iya, ibu dan Ririn yang membeli nya, saat itu kami membelinya sepasang. lalu Ririn memberikan gelang itu saat nak Riko di rawat di klinik.


Saat nak Riko berjanji akan menemui Ririn lagi dan akan menikah dengan Ririn."


"oh....


jadi Istriku ini yang memberi gelang ini. terus apa tahu kenapa aku bisa di rawat di klinik?"


"ketika hujan badai di malam hari, lalu Ririn masuk ke kamar ibu dengan raut wajah yang ketakutan.


ibu mengira Ririn berhalusinasi, berhubung hujan deras maka kami tidak melihat gudang tersebut.


Subuh nya ketika ibu mau beres-beres dan hendak membangun kan Ririn dan kamarnya kosong.


Ibu kesana-kemari mencari hingga menjelang matahari terbit, Ririn muncul dengan membawa grobak dengan keadaan sangat kotor.


Kemudian mendorong gerobak tersebut, nah ternyata nak Riko berada di dalam dengan keadaan pingsan dan penuh luka.


Dengan bantuan warga ibu membawa nak Riko ke klinik dekat rumah untuk mendapatkan pertolongan medis."


"ibu tahu kalau adalah saya sendiri?"


"di kerah baju yang dikenakan oleh nak Riko tertulis Adijaya fashion. ibu langsung teringat dengan mpok Ina.


Mpok Ina dan mas Hardianto suami dari mpok Ina bekerja di Adijaya group, jadi kemungkinan besar anak laki-laki yang didalam grobak tersebut anak dari pemilik Adijaya group.


Tapi telpon mas Hardianto tidak aktif, lalu ibu menghubungi rumah majikan Mpok Ina. yang menjawab telpon dari ibu adalah almarhumah ibu Nadia.

__ADS_1


Setelah ibu menceritakan tentang nak Riko dan ciri-ciri nak Riko, singkat cerita.


Almarhumah ibu Nadia dan Mpok Ina mendatangi ibu di klinik.


Dari situlah ibu mengetahui almarhumah mama kamu nak.


Mukjizat terjadi saat Ririn sudah mandi di rumah Kemudian menghampiri ibu di klinik dan ketika Ririn memanggil ibu.


Tiba-tiba saja nak Riko siuman, dan saat itu gelang ini Ririn berikan kepada nak Riko."


"kemudian apa yang dilakukan oleh Mama terhadap ku?"


"untuk selanjutnya almarhumah membawa nak Riko ke rumah sakit besar untuk kelanjutan pemeriksaan terhadap tubuh nak Riko, dan almarhumah juga memberikan pekerjaan sebagai cuci setrika di rumah ini."


"ibu kan mantan pramugari, kenapa ngak memilih pekerjaan lain aja?"


"nak Riko, ibu diterima kerja di rumah ini sudah sangat syukur sekali.


Kaki kiri ibu ini pincang karena berantam dengan papa nya Ririn, dengan kondisi seperti ini siapa yang menerima ibu kerja.


apalagi ibu hanya tamatan SMK pramugari, jadi sulit untuk mendapatkan kerja yang lain."


Ririn kemudian lebih mendekat ke arah Mama nya dan raut wajahnya terlihat begitu serius.


"ma....


Ririn sama sekali tidak mengingat apapun tentang masa kecil Ririn, itu kenapa ya ma?"


"papa mu jarang pulang sayang, dan ketika sudah mulai kerja di rumah ini, ketika ibu pulang ke rumah kita. Papa mu mengurung mu seharian di dalam kamar.


dan itu membuat mu trauma, luka di tubuh mu karena di pukul oleh papa mu dan kamu demam tinggi.


Mama melarikan mu ke klinik, dan tidak berapa lama kamu sadar lalu perlahan menjadi pendiam.


bahkan kamu takut melihat papa mu, dan selalu menangis histeris.


Setelah benar-benar sembuh, mama selalu membawa mu ke rumah ini untuk bekerja dan kemudian kita pulang sama.


Kamu pendiam, penakut dan selalu membuat mama kwatir.


tapi setelah nak Riko sembuh dan kalian berdua bersahabat kembali, perlahan-lahan kamu pulih dan kembali seperti Ririn yang dulu mama kenal.


Mama tidak persis kenapa tiba-tiba almarhum Atok menyuruh nak Riko sekolah di luar negeri."

__ADS_1


"lebih tepatnya bersama Davira, karena bahaya selalu mengintai nak Riko."


Ujar mpok Ina yang sudah hadir di ruangan itu dan seketika perhatian mereka tertuju kepada Mpok Ina akan perkataan nya.


__ADS_2