
Riko berusaha mengingat akan kejadian di masa silam itu, agar bisa menjawab pertanyaan dari istrinya.
Tapi sepertinya ngak berhasil, malah Riko seperti sakit kepala ketika mencoba untuk mengingat Nya.
"cukup mas, perlahan-lahan nanti kita coba menggalinya. sekarang kita ke klinik dokter Imran aja."
Riko hanya mengganguk tanda setuju, karena merasa agak pusing. Ririn memapahnya masuk ke mobil.
Mobil melaju menuju Klinik Dokter Imran, dimana satu klinik dengan Profesor David. klinis psikolog dewasa.
Akhirnya mereka berdua tiba di klinik tersebut dan disambut oleh dokter Imran dengan tersenyum.
Lalu dokter Imran mendampingi mereka menuju ruangan Profesor David. kemudian dokter Imran meninggalkan mereka berdua di ruangan tersebut.
"sudah sarapan nak?"
Tanya Profesor David yang memulai obrolan nya.
"sudah prof dan saya siap untuk melakukan hipnoterapi."
Jawab Riko dengan santai dan Profesor David menanggapi dengan senyuman.
"baik, tapi sebelumnya saya mau tanya dulu. apa diantara kalian berdua ada yang bermimpi atau mengingat yang lain selain dari hipnoterapi yang kemarin?"
Riko dan istrinya saling menolah, lalu Ririn menoleh Profesor David.
"ada Prof, Ririn bermimpi kembali lagi ke gudang kosong itu. lalu mas Riko akan selalu melindungi Ririn."
Ririn kemudian menoleh suaminya, mungkin perkara disket yang mereka temukan di grobak tersebut.
"mampi kami berdua sama Prof, dalam mimpi Aku menaruh suatu benda ke dalam grobak dan ini yang kami temukan setelah kami berdua ke gudang kosong itu."
"disket..."
Ujar Profesor David setelah menerima disket tersebut dan memperhatikan nya dengan seksama.
"boleh kita lihat bersama?"
Profesor David kemudian bertanya kepada sepasang suami-istri yang ada dihadapannya, Riko mengganguk dan demikian juga istinya.
Melalui telpon yang di meja Profesor dan menyuruh Johan asisten nya untuk masuk keruangan Nya.
"ya prof."
Ujar Johan setelah berada di ruangan Profesor David.
"masih ingat dimana letak komputer kita yang lama itu, kira-kira itu masih bisa di beroperasi ngak ya?"
__ADS_1
"masih bagus kok prof, saya banyak mempelajari dari semua makalah Profesor dari komputer itu.
Itu masih di meja Johan, mau saya bawa kemari prof?"
Tidak berapa lama Johan membawa komputer yang legenda itu, dimana masih menggunakan tabung yang besar dan tombol yang besar tidak seperti komputer jaman sekarang.
Setelah berhasil menghidupkan komputer itu dan ternyata masih berfungsi dengan baik, dan Profesor David memintanya untuk menganalisis disket tersebut.
Setelah dimaksud dalam port disket melalui CPU (Central processing unit) pada perangkat keras komputer.
Lalu menunggu sebentar, dan kemudian disket itu terbaca oleh sistem. saat di klik oleh Johan dan ternyata terkunci dengan password.
"sang ratu, tanpa spasi dan huruf kecil."
Ujar Riko tiba-tiba dan setelah mengetik kata tersebut, lalu data-data dalam disket itu bisa di akses.
Ada dua jenis folder dengan nama A dan B, folder A berupa dokumen.
"mau di print?"
Profesor David, Riko dan istrinya dengan serentak mengganguk dan Johan langsung menghubungkan ke printer yang tersedia di ruangan Profesor.
Dokumen sudah terprint dan Profesor David terlihat heran.
"kenapa bisa kamu print nya? emangnya sama ya driver printer Nya?"
Komputer jadul milik Profesor ini sudah Johan koneksi ke printer."
"oh....."
Ucap Profesor David, lalu Johan meletakkan hasil print out tersebut di atas meja Profesor David.
Folder A sudah terprint out rangkap dua, lalu ketiga tersebut langsung membacanya.
"prof...
folder B nya juga berupa dokumen, ini di print out juga?"
"iya."
Dengan kompak nya mereka bertiga mengatakan 'iya'.
Sepertinya banyak file dalam folder B, masing-masing di print out rangkap empat. Johan menghabiskan dua ring kertas untuk print out dari folder B tersebut.
"akhirnya selesai juga, ternyata disket ini menyimpan file yang sangat banyak ya."
Ujar Johan yang akhirnya duduk disamping Profesor David.
__ADS_1
"Johan, sudah berapa lama ikut dengan Ku?"
Profesor David bertanya secara tiba-tiba ke Johan dan langsung secara refleks Johan menatap Profesor nya itu.
"satu tahun sebelum menyusun skripsi dan saat ini Johan sudah hampir satu setelah selesai sidang tesis. mungkin hampir empat tahun prof."
"okey....
kamu masih ingat seorang anak muda yang pernah konsultasi ke sini?"
"ibu Rohaya direktur Bank milik pemerintah itu prof?"
Profesor David hanya mengganguk dan Johan langsung bergegas mencek komputer jadul yang dipakai untuk membuka disket yang diberikan oleh Riko.
"Diagnosis DISSOCIATIVE IDENTITY DISORDER (DID), atau pada umumnya disebut berkepribadian ganda, melakukan konsultasi empat tahun yang lalu.
Tapi kenapa disini ada pasien? pasien pertema bernama Bagas Diaksan dan Rohaya.
Tapi hanya satu diognoasa yang di jelaskan, terus pasien kedua ini maksudnya apa prof?"
Ungkap Johan dengan raut wajah penasaran, pertanyaan dari Johan hanya ditanggapi senyuman oleh Professor David.
"tesis apa?"
Johan kemudian berpikir sejenak dengan menundukkan pandangan nya, lalu kemudian menolah Profesor David.
"anxiety disorder uji klinis terhadap anak umur lima tahun sampai lima belas tahun.
Saat itu Johan meneliti di panti asuhan, yang didirikan oleh keluarga besar pak Brayan.
Ada satu anak yang berumur empat belas tahun, dan anak itu pada akhirnya dinyatakan sembuh dan kembali ke orang tua Nya."
"apa itu anxiety disorder?"
Lagi-lagi Profesor David bertanya kepada Johan, asistennya yang sudah lama bersamanya.
"anxiety disorder adalah gangguan kecemasan pada seseorang terhadap orang tua nya atau orang yang lebih tua.
Trauma akan perlakuan yang tidak seharusnya di alaminya sewaktu kecil, tapi menurut beberapa studi klinis Proceedings of the National Academy of Sciences. menyatakan bahwa anxiety disorder adalah pengaruh gen dari kedua orang tuanya.
warisan atau turunan gen dari orang tua Memengaruh tiga bagian otak, yaitu amigdala, limbik, dan korteks prefrontal. Ketiga bagian tersebut bersama-sama berperan untuk mengendalikan rasa takut. Jika bagian tersebut merespon rasa takut secara berlebihan, maka, kondisi ini bisa menyebabkan kecemasan."
(Amigdala berasal dari bahasa latin amygdalae (bahasa Yunani αμυγδαλή, amygdalē, almond, 'amandel') adalah sekelompok saraf yang berbentuk kacang almond Letak amigdala jauh di dalam lobus temporal, yaitu bagian dari korteks serebral yang berada di tengah otak.
Sistem limbik adalah bagian otak yang sangat berperan dalam pembentukan tingkah laku emosi (marah, taktit, dorongan seksual).
Prefrontal Cortex atau Korteks Prefrontal adalah sebuah struktur pada otak yang terletak pada bagian / lobus frontal yang terletak pada bagian terdepan dari otak itu sendiri. Bagian ini sejatinya mewakili kurang lebih 10% dari volume otak itu sendiri sendiri memang punya peran yang besar terkait dalam proses kebiasaan yang kompleks, dan juga berpengaruh dalam pembentukan kepribadian pada manusia.)
__ADS_1
bersambung...