
POV Riko.*
Suara itu kemudian senyap, akan tetapi Kamza malah tersenyum lalu menatap istrinya pagi.
"kamu benar, saya sudah tidur dengan Bella. calon menantu kita.
Bella melakukannya karena ingin mendekati Fikri, dan saya meminta imbalan kepadanya."
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
Agnes malah tertawa mendengar pengakuan suaminya, setelah puas tertawa. kemudian menatap suaminya dengan tatapan tajam.
"setelah kita berdua mati disini, maka Fikri akan mengetahui semua kebusukan mu serta semua sifat asli dari keluarga mu yang busuk itu.
Keluarga parasit yang hanya uang tanpa bekerja, Fikri akan mengetahui semuanya.
Mas Kamza, mas Kamza.....
Saya tahu siapa nak Riko ini, dialah dalang dari semua pembunuhan yang kita tonton di berita.
Mas Kamza tidak mengetahuinya kan?
Karena itu lah kamu mengancamnya dan kita berdua ada disini, yang sebentar lagi kita berdua akan mati.
Saya pernah melihat wajah nak Riko di televisi, dan saya menonton semua berita tentang pembunuhan itu.
Saya adalah seorang psikolog dan bisa membaca arah pikiran mu, tapi saya sudah puas telah berhasil mendidik Fikri dengan baik.
Jika pun saya mati, dan saya sudah ikhlas. karena mati bersama pria biadab ini.
Nak Riko, tolong jangan sentuh anakku dan bunuh kami berdua."
Riko langsung menaburkan bensin di area tersebut, dan menarik segala sesuatu yang mudah terbakar.
Lalu korek api diraihnya dari tasnya, lalu menyalakan api kemudian melemparkannya ke arah Kamza.
Riko buru-buru keluar dari ruangan apertemen itu, dan akhirnya bisa keluar dari gedung yang terbengkalai itu.
Dari kejauhan terlihat apertemen yang pembangunannya mangkrak itu terbakar, lalu Riko pergi dari tempat tersebut.***
Dengan mengendarai sepeda motor trail miliknya, lalu mengarah ke sebuah bangunan yang terlantar.
Setelah masuk ke dalam dan ternyata itu adalah bangunan markas milik Riko dan rekan-rekan nya.
"target kita selanjutnya adalah orang-orang yang ada dalam daftar ini."
Asep dan beberapa rekannya yang berjumlah sepuluh orang di tempat tersebut, mereka begitu serius melihat orang-orang yang ada di daftar tersebut.
__ADS_1
Riko membagikan hasil photo nya dari buku harian Agnes, yang merupakan mama dari Fikri.
"mas memang luar biasa, salah satu yang berperan sangat penting dalam semua kasus itu adalah hakim ini.
Hakim Dirga dikenal sebagai hakim yang bisa melakukan apapun demi uang, dan selama itu menguntungkan baginya maka segala cara akan dilakukannya."
"benar, inilah data-data kejahatan yang telah dilakukan oleh hakim Dirga.
Sebenarnya informasi ini sudah pernah di publish, akan tetapi orang yang hendak mempublish nya hilang begitu saja.
Beruntung nya saya masih menyimpan soft copy nya, sehingga dokumen ini masih aman.
Beginilah diagram, dimana pusat nya adalah Brayan, mereka mencari hakim yang bisa mereka bungkam dengan uang.
Lalu target selanjutnya pihak keamanan, dan kepala polisi yang bernama Darek ini adalah bagian dari mereka.
Mereka ini menerima orderan dari Brayan, dan siapapun yang ingin memakai jasa dengan mengabaikan keadilan yang seharusnya mereka junjung tinggi sesuai dengan sumpah yang mereka ikhtiarkan.
Neraka jahanam adalah tempat cocok untuk mereka, dan sangat pantas untuk menjadi bahan bakar api neraka abadi.
Selema mereka hidup, dan selama itu pula mereka akan mengabaikan keadilan terhadap sesama manusia."
Ujar seorang rekan Asep yang bernama Santo, yang merupakan seorang wartawan senior yang mereka rekrut untuk misi mereka.
"ada kabar gembira untuk kita semua, channel televisi dan berita kita telah mendapatkan izin, dan saatnya kita menebarkan keadilan di negeri ini demi sesama manusia yang martabat."
Mereka semua tepuk untuk Riko, atas kabar baik tersebut. mereka berharap dengan media yang seperti bisa mengungkapkan kejahatan yang terselubung dalam negeri ini.
"kapan kita peresmiannya mas?"
"tiga hari lagi Asep, dan kita menjelajah negeri ini dengan berita yang akurat dan sesuai fakta.
Semua karyawan urusan Santo dan rekan-rekannya, karena itu adalah kesepakatan di awal.
Rencana selanjutnya adalah, kita mempreteli para manusia biadab itu.
Saya ingin mendengarkan pelaporan dari Santo dan rekan-rekannya, silahkan."
"terimakasih pak Riko, baiklah. saya dan tim sudah menyusun beberapa program dalam chanel kita.
Mulai dari talk show, berita pagi, siang, petang, berita terkini dan breaking news, update media sosial, viral, dan program investasi sebagai andalan program.
Berita politik, berita kriminal, olahraga dan musik serta drama yang berkualitas.
Semua proposal program ada dalam laporan ini pak, dan soft copy sudah saya kirim ke email bapak serta email mas Asep dan email mbak Diana.
Para staf sudah disetujui oleh rapat pemagang saham, dan selanjutnya kita akan rapat pimpinan setelah ini.
__ADS_1
Dalam kesempatan ini juga, saya bertanya. kapan kita meeting nya?"
Ujar Santo dengan begitu rinci, dan alhasil saat itu juga diadakan rapat.
Gedung terlantar tersebut akan disulap menjadi, kantor pusat chanel televisi yang diberi nama True TV.
Saluran siaran televisi yang menyajikan fakta berita yang sesungguhnya secara independen.
Dimana Santo, Asep dan Diana sebagai pimpinan True TV.
Saat mereka mengandalkan kekuatan baru yang bisa memberikan keadilan bagi masyarakat, jika sudah viral maka pihak berwajib akan terdesak untuk melakukan tindakan.
Berita acara berakhir dengan berbagai agenda yang akan di usung kelak nantinya, dan renovasi gedung yang terlantar sudah dimulai tiga pekan yang lalu.
Berbagai fasilitas pertelevisian sudah masuk, dan perlahan-lahan para staf sudah banyak yang bekerja.
Riko tersenyum karena usahanya berjalan lancar, selanjutnya adalah untuk bertindak melindungi keluarga tercintanya.
Setelah itu Riko pulang ke rumah, karena dia sudah merindukan istrinya yang sedang mengandung anak pertamanya.
Begitu tiba di rumah dan senyuman indah dari sang istri membuat nya menjadi bertambah semangat.
Seperti ada tambahan energi yang didapatkan dengan pelukan dari istrinya.
Masuk kamar seraya bercengkrama dengan sang istri.
"tadi mbak Diana nelpon mas, katanya aku mau di rekrut sebagai tim animasinya.
Ngak perlu ngantor, cukup dari rumah aja berkreasi nya.
Bisa ya mas, Ririn dan juga Adit akan bisa berkarya dengan kemampuan kami.
Bisa kan mas?"
"bisa dengan syarat, kalau kamu harus memprioritaskan suami mu ini, dan Adit juga harus memprioritaskan sekolah dan ibu."
Jawaban dari Riko membuat Ririn begitu bahagia, berulang Ririn mencium suaminya.
Riko hanya bisa tersenyum sumiringah melihat tingkah dari istrinya.
"mudah-mudahan kebahagiaan kita tidak terusik oleh siapapun."
Ucapan Riko di jawab sang istri dengan ciuman mesra darinya.
Riko berusaha mengontrol dirinya agar tidak bersetubuh dengan istrinya, karena sang istri sedang hamil anaknya.
Riko benar-benar menjaga istri dan calon anak pertama mereka.
__ADS_1