
Setelah keluar dari restoran dan akan menuju kampus, tidak berapa lama. Ririn sudah di drop di kampus.
Ciuman mesra dari Ririn membuat Riko tersipu malu, dan ketiga bodyguard tersebut tersenyum melihat tingkah dari sang bos besar yang baru dilihatnya bertingkah demikian.
Setelah Riko berlalu dari hadapan Ririn, seorang wanita yang masih terlihat muda datang menghampiri Ririn dan wanita itu menggandeng tangan seorang anak laki-laki yang seumuran dengan Adit, adik laki-laki Ririn.
"kamu Ririn ya?"
Tanya perempuan itu, dan Ririn pun menolah nya dengan keraguan dan rasa penasaran.
"iya, ada urusan apa bertemu dengan Ku?"
Ririn menjawab nya, dan terlihat wanita itu penuh dengan aura kesedihan.
"nama saya Mira dan ini Jack anakku, saya istrinya mas Reza dan Jack adalah anak kami berdua, sudah tiga bulan lebih mas Reza tidak pulang ke rumah.
Nafkah darinya sudah putus, dan yang saya tahu kalau mas Reza punya istri lain dan sudah memiliki anak gadis dari istri pertamanya.
Saya tahu kamu kuliah disini dari mas Reza sendiri, itulah sebabnya saya datang kemari untuk menemui mu."
Ririn menghela napas panjang, melihat kedatangan wanita yang datang bersama seorang anak laki-laki yang seumuran dengan adiknya.
"terus masalah nya buat aku apa?"
"kali aja kamu tahu mas Reza kemana, dan kenapa mas Reza melalaikan kewajiban Nya?
Saya pikir karena di tahan oleh istri pertamanya, sehingga mas Reza tidak lagi pulang ke rumah."
"hadeh.....
untuk apa mama menampung pria tidak tidak berguna seperti suami mu itu, asal anda ketahui ya.
Mama sudah bercerai dengan suami itu, dan pengadilan sudah mengeluarkan penetapan perceraian karena istrinya yang lain dan juga nafkah yang pernah diberikan oleh Papa kepada kami.
Suami mu itu tidak ada urusan nya lagi dengan kami, sebaiknya kamu cari di tempat kerja nya ya. siapa tahu aja ketemu.
satu hal yang harus anda ingat, bukan hanya kamu istrinya, ada lagi istrinya yang sedang hamil besar.
Mungkin aja masih ada Istri nya lain, jadi saya mohon tolong jangan ganggu saya dan mama.
Kami berdua sudah cukup menderita karena suami mu itu, saya tidak perduli lagi."
"kamu jangan bohong, tadi kamu diantar dengan mobil mewah. itu pasti dari mas Reza, mulut terlalu manis saat berdusta."
"yang mengantar aku barusan adalah Suamiku, dan itu semua milik suamiku. kami dan suami mu itu tidak satu rumah lagi, suami itu sudah menjual rumah yang dulu kami tinggali untuk menikahi perempuan lain yang sedang hamil besar itu.
__ADS_1
Saya harap kamu mengerti, jika menganggu ku dan mama. maka aku tidak segan-segan menyeret mu ke penjara, anda paham ya."
Ririn kemudian melangkah masuk ke arah gedung kampus tapi perempuan yang bernama Mira terus mengikutinya dari belakang.
"iya Tuhan.....
Apakah salah dan dosaku sehingga banyak parasit yang selalu mengganggu Ku.
he....
apalagi mau kamu? saya tidak urusan dengan suami itu, mama ku dan suami itu sudah bercerai. karena pelakor seperti mu dan perempuan lainnya."
"tutup mulutmu ya, saya nikah sah dengan Papa Mu. kamu jangan egois, suruh Papa mu untuk menafkahi kami."
"pak security.... pak security...."
Tiga security langsung datang dihadapan Ririn.
"ada apa dek?" ujar salah satu security itu.
"perempuan gila ini mengganggu Ku pak, tolong seret dia keluar. jangan sampai membuat kekacauan di kampus ini.
Kampus ini adalah kampus elit dan bergengsi, tolong jangan ijinkan masuk orang gila seperti dia."
"saya bukan orang gila pak, saya adalah istri kedua dari Papa nya anak ini."
Akan tetapi ketika security itu terus bertindak untuk mengusir Mira dan anaknya itu dari kampus.
Terlihat Ririn tersenyum lega setelah masalah yang menimpanya barusan, yang kedatangan istri lain dari Papanya.
Ririn terus melangkah hingga ke ruang dosen dan bertemu dengan Lita dosen pembimbing nya.
"skripsi mu sudah sempurna Anakku, saat kamu sidang meja hijau. tapi sebelumnya temui pak Arif lalu temui pak Leo ketua Program Studi kita ya.
Nantinya ibu akan memberikan informasi kepada nak Ririn jadwal sidang skripsi mu ini."
"terimakasih ibu, terimakasih...."
"sama-sama nak Ririn, ini adalah usaha mu sendiri dan kerja keras mu. ya sudah buruan temui pak Arif."
Setelah berpamitan dengan Bu Lita dosen pembimbing utamanya, dengan setengah berlari Ririn melangkah ke arah perpustakaan untuk menemui pak Arif dosen pembimbing kedua.
"syukurlah saya bisa menemui bapak disini."
ujar Ririn dengan napasnya yang terengah-engah.
__ADS_1
"kalau bapak ngak ngajar, iya tentunya bapak disini.
apa ini cerita? sudah dapat tandatangan dari ibu Lita?"
"sudah dong pak, dan Bu Lita menyuruhku untuk menemui bapak."
Pak Arif menerima skripsi dari Ririn dan seketika itu juga langsung memeriksa, beberapa saat kemudian tersenyum ke arah Ririn.
"seandainya semua skripsi anak didik bapak seperti skripsi mu ini nak Ririn. ngak akan rontok rambut bapak ini."
Ujar pak Arif kepadanya dan Ririn pun menanggapi nya dengan senyuman, terlihat pak Arif membubuhkan tandatangan Nya dan juga paraf.
"pak Leo!"
Sapa Ririn dengan tersenyum ketika melihat pak Leo ketua Program Studi berada di perpustakaan tersebut.
"salah satu murid terbaik sudah menyelesaikan skripsinya dan sudah mendapatkan tandatangan dan paraf dari dosen pembimbing utama yaitu Bu Lita."
Ucap pak Arif lalu menyodorkan skripsi anak didiknya itu.
"kalau sudah di tandatangani oleh Bu Lita dan bapak itu artinya sudah sah, jadi tidak perlu saya baca lagi.
kebetulan ini bapak juga membawa stempel, ini nasib baik mu akan kerja keras mu nak Ririn.
Selamat ya, nanti akan dikabari oleh Bu Lita untuk jadwal sidang mu."
Kemudian pak Leo langsung membubuhkan tandatangan Nya dan juga stempel ketua Program Studi tersebut di skripsi milik Ririn.
"sekarang nak Ririn copy skripsi ini rangkap lima, lalu jilid dan kemudian berikan kepada Bu Lita ya."
karena saking bahagianya Ririn hanya bisa tersenyum sambil mengangguk kepada ke arah pak Leo.
Lalu Ririn berjalan ke samping ruang perpustakaan, karena disana terdapat percetakan yang lumayan lengkap.
Hampir satu jam menunggu photo copy dan jilid, akhirnya skripsi Ririn siap dan akan bersiap untuk sidang meja hijau.
Kemudian Ririn menuju ruangan Bu Lita, dosen pembimbing utama Nya dan menyerahkan ke lima salinan skripsi tersebut.
Bu Lita langsung membuatkan tanda terima dan kemudian menyerahkan kepada Ririn dan satu salinan yang sudah ada paraf dari Bu Lita.
"ini tanda terima skripsi nak Ririn dan satu salinan copyan yang sudah ibu paraf.
jangan lupa bawa keduanya saat sidang nanti ya, selanjutnya tunggu kabar dari ibu ya."
"iya bu, terimakasih ya bu."
__ADS_1
"sama-sama nak Ririn, jaga kesehatan dan semoga kamu menjadi sukses. biar bertambah alumni kampus ini yang sukses."
Amin......