CINTA SUAMI PSIKOPAT

CINTA SUAMI PSIKOPAT
Apakah Riko Seorang Psikopat.


__ADS_3

Parasetamol yang dilarutkan dalam air minum sudah diberikan, kening Riko di kompres. beberapa kali Riko mengigau, dan hanya huruf 'R' yang di ucapkan secara berulang-ulang.


"ada apa dengan huruf 'R ' ini? kenapa mas selalu mengucapkan itu?"


Ririn bertanya kepada Riko yang masih mengigau. berapa saat kemudian, Riko sudah tidak menggigil.


Beraktivitas satu harian, yang mengurus tenaga dan pikirannya membuat nya merasa kelelahan, Ririn akhirnya tertidur di samping suaminya.**


"bangun..... hei bangun...."


Riko membangunkan istrinya yang masih tertidur, perlahan Ririn membuka kedua matanya.


Seketika itu juga Ririn langsung melirik jam besar yang menempel di dinding, ternyata sudah pukul 9 pagi.


"maaf mas, semalam Ririn tidurnya jam 2....


"sana mandi, mangnya ngak kuliah?"


Riko memotong pembicaraan istrinya, tapi saat mengatakan hal itu, Riko tidak melihat ke arah istrinya.


Ririn langsung berlalu ke kamar mandi dengan membawa handuk serta pakaian ganti.


Setelah keluar dari kamar mandi, Ririn melihat suaminya sudah berpakaian rapi yang bersiap untuk berangkat ke kantor.


Riko kemudian berlalu dari kamar tanpa mengatakan apapun terhadap istrinya.


Ririn sudah bersiap dan meraih tas ranselnya, dan tiba-tiba saja Riko menghampiri Nya lagi seraya menarik tangan istrinya.


"mas antar ke kampus." ujar Riko yang memegang tangan kanan istrinya.


"lapar mas, ngak sarapan dulu kita?"


Akhirnya Riko yang mengalah, dan mereka berdua menuju meja makan, mpok Ina tersenyum menyambut pengantin baru itu yang sedang berpegangan tangan.


Dengan di bantu mpok Ina, Ririn menyiapkan sarapan untuk Riko lalu mereka sama-sama sarapan.


Selama sarapan, Riko tidak pernah melihat wajah Istrinya hingga mereka selesai sarapan.


Asep sudah standby di depan rumah, setelah melihat Riko dan istrinya. Asep langsung membuka pintu mobilnya lalu mempersilahkan nya masuk.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, karena jalanan agak ramai.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya sampai juga di kampus.


Seperti biasa Riko selalu menghempaskan tangan istrinya ketiak ingin salim, begitu Ririn turun dari mobil. seketika itu juga mobil itu melaju dengan kencang.


Ririn langsung di sambut oleh sahabat nya yaitu Sarah, sahabat nya itu terlihat sangat ingin mendengar sesuatu dari Ririn.

__ADS_1


Sarah langsung membawa Ririn ke tempat khusus tempat mereka biasa diskusi yaitu pojok taman yang tidak terlalu jauh dari kantin kampus.


Sarah menulis sesuatu di buku catatannya dan menunjukkan kepada Ririn.


'hp ku dan hp mu di sadap, mari kita non aktifkan terlebih dahulu.'


Ririn dan Sarah seketika itu langsung menonton aktifkan handphone. kemudian Sarah memperlihatkan sesuai benda di samping handphonenya.


Ternyata itu adalah perekam suara yang terhubung langsung dengan handphone saat handphone tersebut dalam keadaan aktif.


"Suami Mu itu adalah seorang Psikopat, dia itu adalah pria yang berbahaya."


"apa itu Psikopat? dan tahu dari mana?"


"Rin.....


Maaf ya, aku terlalu lancang ngomong nya. jadi begini.


Bastian menjenguk keponakannya di rumah sakit yang sama di mana Didit di rawat, dan dari situlah kami tahu kalau Suami itu bernama Riko Adijaya.


Setelah itu Bastian menyelediki latarbelakang Suami mu, dan fakta yang sangat mengejutkan dari suami mu yang benar-benar di luar nalar.


Pernah di suatu konferensi pers, dimana ketika pengumuman pengganti CEO ( Chief Executive Officer) dari Adijaya group. hasil votingnya, jabatan CEO jatuh kepada Riko Adijaya.


Pak Herman ayah dari suami mu itu mengatakan.


Ternyata itu karena 65 persen saham adalah milik ibu Nadia. Ibunda dari Riko, di tambah lagi saham milik Riko sebanyak 25 persen."


"sebentar deh, Psikopat itu apa?"


Ririn yang memotong pembicaraan dari sahabat nya itu, seketika terlihat menarik napas panjang dan kemudian menatap sahabatnya dengan tatapan Sendu.


"Psikopat itu adalah gambar terhadap seseorang yang mempunyai emosi, perasaan dan tidak memiliki hati nurani.


Gejalanya berbeda-beda dan itu tergantung dari setiap penderita nya.


Kadangkala berbuat kasar, kadang seperti orang normal pada umumnya."


"okey....


Terus kenapa ayah nya Riko memaparkan kalau anaknya seorang Psikopat?"


"Ririn sayang Ku, selain kamu menghadapi suami yang dinyatakan orang-orang Psikopat. kamu juga akan berhadapan dengan keluarganya yang saling rebutan harta.


Om ku bekerja di kantor pusat Adijaya group sebagai staf legalnya, bahwa perusahaan multinasional itu di rintis oleh orang tua dari ibunda suami kamu.


Berhubung ayah dari Riko ini sangat tampan rupawan sehingga Ibunda dari Riko jatuh hari kepadanya.

__ADS_1


Tapi ayah Riko malah berkhianat dengan selingkuh dengan perempuan lain, ada berbagai versi cerita lain penyebab kematian dari ibunda Riko.


Tapi yang jelas kematian ibu mertua mu itu, seperti sudah direncanakan oleh suaminya sendiri.


Itulah sebabnya Ibunda dari Riko, membuat wasiat bahwa semua hartanya termasuk seluruh saham diberikan kepada Riko.


ayah dari Riko ingin menguasai semua harta istrinya, tapi sekarang sudah disingkirkan oleh Riko.


Tentunya ayah Riko akan membuat perlawanan lagi.


Ririn.....


kamu harus hati-hati ya, kamu berada di zona berbahaya. ayah nya Riko tidak segan-segan menyingkirkan orang-orang yang dianggapnya sebagai pengganggu."


Ririn mulai berpikir keras, penjelasan sahabat nya seperti sangat nyata.


Mulai dari tante Riko sampai papa nya yang datang menemuinya yang meminta kartu kredit titanium serta mengancamnya.


Semua itu berkaitan dengan penurutan dari Sarah.


"Bastian tidak bisa menerima kenyataan ini, dia bersumpah akan menyelamatkan kamu dari zona berbahaya ini.


Bastian tidak ikhlas melepaskan Mu, karena dia sangat mencintaimu."


"jujur aku juga sangat mencintai Bastian, tapi diantara Bastian dan Riko itu sama saja bagiKu.


Saya menikah dengan Riko karena terpaksa, tidak ada lagi pilihan yang terbaik untuk Ku selain menikah dengan Riko.


Sementara Bastian, pria yang aku cintai. tapi membuat ku dilema.


Kedua orang tua Bastian terang-terangan menolak ku, bahkan saya sering di permalukan oleh bunda nya Bastian.


Begitu dengan kedua saudara perempuan Bastian, mereka menuduhku telah mempengaruhi Bastian untuk melawan kepada kedua orang tuanya.


Perempuan ******, perempuan matre, pengemis dan perempuan gelandang. itulah yang selalu diucapkan oleh kedua saudara perempuan Bastian kepadaKu.


Terlebih-lebih bunda nya Bastian, yang mengatai Ku seperti perempuan murahan yang rela menjual tubuh demi uang.


Saya tidak pernah meminta apapun dari Bastian, dan aku belum pernah berhubungan suami-istri dengan Bastian.


Aku memang orang miskin, tapi bukan berarti harus menjual tubuh ku demi materi seperti yang dikatakan oleh bunda Bastian dan saudara perempuan nya.


Aku memang salah, karena jatuh cinta kepada Bastian yang jelas-jelas tidak sepadan dengan Ku."


"terus, bagaimana dengan Bastian?"


Ririn menatap sahabatnya itu dengan derai air mata, sungguh sebuah dilema dalam hidupnya.

__ADS_1


Antara Cinta dan pengorbanan, di satu sisi cintanya kepada Bastian yang mendapat penolakan dan sisi lain nya demi keluarganya.


__ADS_2