CINTA SUAMI PSIKOPAT

CINTA SUAMI PSIKOPAT
Mpok Ina Dan Rahasianya.


__ADS_3

POV Riko.**


Seketika saja Asep menatap Ririn dengan begitu serius, sepertinya ada sesuatu yang di tanyain terhadap kakak iparnya itu.


"mbak....


ibu pasti tahu banyak hal mengenai mbak Ririn dan juga rahasia keluarga ini, saran Asep. lebih baik kita gali informasi dari ibu, setelah itu baru kita konsultasi ke dokter Imran."


"benar juga itu, karena ibu sudah bertahun-tahun kerja disini. pasti banyak hal yang diketahuinya.


Walaupun ibu tidak tahu, tapi setidaknya kita bisa mendapatkan informasi tentang mbak ini."


Ririn hanya menatap serius ke arah suami nya ketika Riko menyetujui saran dari sepupu nya itu, dan kemudian mengangguk pertanda setuju.


"mbak Ririn, kira-kira mbak masih ada menyimpan barang-barang dari masa kecil? misalnya tulisan atau benda-benda kesayangan lainnya."


"mbak ingat Asep, semuanya langsung di simpan mama ke kotak yang terkunci. hanya gelang itu yang selalu mbak simpan, alasan kenapa mbak menyimpan nya juga ngak tahu. tapi yang jelas mbak hanya ingin menyimpan Nya."


"begitu iya mbak? bagaimana dengan mas Riko?"


Riko terlihat berpikir dan kemudian menoleh ke arah istrinya.


"dulu pernah ingin mencoba mengingat masa lalu, dan kemudian ingin mencari barang-barang dari masa lalu. saat itu ibu membantu Ku, tapi kemudian papa marah terhadap ini yang berusaha ingin membantu dan akhirnya semuanya jadi terkubur.


Berhubung berubah menjadi seperti yang sekarang ini, ibu seolah-olah menjauhi ku, menghindari kontak fisik dengan mas.


Setiap kali ibu mau bertemu dengan Ku, ibu selalu terlihat seperti ketakutan. bahkan melihat wajah saja ibu tidak pernah."


Mereka bertiga terdiam, setelah penjelasan dari Riko. hening dan mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.


"Mpok Ina, Ririn pernah nanya mas. tentang sikap ini terhadap Mpok Ina, tapi Mpok Ina mengatakan kalau Mpok tidak cerita apapun tanpa seijin dari mas."


"Mbak, mas Riko. bagaimana kalau kita mulai dari Mpok Ina aja?"


Riko hanya mengangguk, dan kemudian Asep melangkah keluar dan tidak berapa Asep sudah tiba bersama Mpok Ina yang membawa teh beserta beberapa cemilan.


"Mpok silahkan duduk."


Pinta Riko kepada nya, terlihat sikap tidak sekaku dulu. Mpok Ina langsung duduk disamping istri Riko dan terlihat Ia begitu nyaman duduk di dekat nyonya rumah besar ini.

__ADS_1


"Mpok akhirnya bisa duduk satu ruangan dengan tuan, ini yang Mpok tunggu-tunggu.


Tuan beserta istrinya yang menurut Mpok sangat lah serasi, dan mas Asep sepupu dari majikan sendiri."


Mereka bertiga langsung menolah Mpok Ina dengan serius, Mpok Ina seolah-olah tahu apa yang mereka bertiga pertanyakan terhadap Nya.


"Mpok mengenali Istriku?"


Mpok Ina tersenyum, ketika mendengar pertanyaan dari Riko.


"sejak kecil Mpok sudah mengenal nak Ririn, bahkan Mpok yang mendaftar nya ke klub pelatihan taekwondo bersama putri mpok."


"kak Davira kan mpok? tapi kenapa Ririn ngak pernah melihatnya lagi?"


"iya Nak, Davira sekarang berada di luar negeri bersama adiknya yaitu faiz, almarhumah mbak Nadia, yaitu ibu mertua mu nak, yang membiayai anak-anak Mpok disana.


Mulai dari tempat tinggal, sekolah hingga biaya hidupnya. sekarang Devira sudah bekerja dan Ia lah yang membiayai Adiknya.


Sebenarnya mpok tidak perlu kerja lagi, Devira anak Mpok sudah bisa membiayai hidup mpok. tapi janji mpok ke Almarhumah mbak Nadia yang membuat Mpok bertahan disini."


"apa alasan mama, menyuruh anak-anak Mpok dikirim ke luar negeri?"


"nak Ririn, mana kalung mu dan gelang kaki mu dimana?"


Ririn memberikan tas kecil yang sudah lusuh kepada Mpok Ina, tas itu juga menyimpan gelang yang berinisial 'RR'


"suami Mpok, yang bernama Hardianto adalah supir pribadi dari atok tuan Riko.


Suami Mpok sudah bekerja sejak tamat SMA dengan almarhum Atok.


Setelah almarhumah mbak Nadia menikah dengan Herman, manusia Biadab itu. suasana rumah perlahan-lahan berubah menjadi neraka.


Manusia Biadab benar-benar iblis yang menjelma menjadi manusia, semua kejahatan manusia iblis itu ada di kalung ini dan gelang kaki ini."


Mpok Ina menyerahkan ke-dua kalung tersebut kepada Asep, dan ketika di periksa ternyata ada dua flashdisk.


Seketika itu Asep langsung keluar dari ruangan tersebut, sementara Riko dan istrinya masih terdiam membisu.


Tidak berapa lama Asep datang dengan membawa laptop, dan langsung mencolokkan flashdisk dari kalung leher tersebut ke flashdisk.

__ADS_1


Seperti nya flashdisk tersebut di kunci dengan password yang rumit, dan seketika Asep melirik istri sepupu nya itu.


"mas Riko, mbak....


Kedua flashdisk ini di kunci, dan password menggunakan kode program yang amat rumit."


"ngak apa-apa Asep, nanti mbak yang akan membuka nya. kita dengar dulu penjelasan dari Mpok."


Riko dan Asep seperti nya setuju dengan saran dari Ririn, setelah menyeruput teh nya. Mpok Ina menarik napasnya dalam-dalam.


"kenapa flashdisk ini berada di tangan Istriku Mpok?"


Pertanyaan dari Riko, membuat Mpok Ina menoleh Nya.


"kamu yang memberikan nya nak, saat itu almarhum suami Mpok mau mengantarkan nak Riko ke sekolah.


Kejadian naas itu terjadi, nak Riko dan suami Mpok di begal oleh sekelompok orang. suami Mpok yang merupakan pelatih taekwondo berusaha melawan tapi karena kalah jumlah akhirnya suami Mpok kalah.


Nak Riko berusaha di selamatkan oleh suami mpok, dengan mengirimkan nak Riko ke rumah Ririn.


Mama Ririn adalah sepupu suami mpok, untuk beberapa hari. suami Mpok dan nak Riko aman di rumah kontrakan saat itu. tapi pada akhirnya orang suruhan manusia Iblis berhasil meringkus semuanya.


Suami Mpok menyuruh mama nya Ririn melarikan diri, membawa Ririn yang waktu masih berumur 6 tahun bersama kamu nak Riko.


di pelarian itu, nak Riko memberikan kalung leher dan kalung kaki pemberian dari almarhum suami Mpok."


"Mpok ngak menjelaskan tentang Papa, kenapa Mpok?"


"Papa kamu nak, tidak lebih seperti anjing. yang hobi mencari betina untuk di kawini Nya.


Papa mu tidak pernah bisa diandalkan, dulu dia di usir oleh mama nya sendiri dan akhirnya ngontrak."


Ririn hanya menghela napas panjang, memang hal itu sudah disedarinya sejak dulu. papa nya adalah Seorang penjahat kelamin yang tidak cukup hanya satu perempuan saja.


"jadi mpok, antara aku dan Istriku sudah saling mengenal?"


Lagi-lagi Mpok Ina hanya bisa tersenyum mendengar pertanyaan dari Riko, tapi senyuman itu selaras dengan jatuhnya Ari matanya


Air mata yang membasahi kedua pipinya, seolah-olah mewakili hatinya yang sulit untuk di ungkapkan.

__ADS_1


Ada banyak rahasia yang disimpan nya sendirian, tapi itu hanya terpendam.


__ADS_2