CINTA SUAMI PSIKOPAT

CINTA SUAMI PSIKOPAT
Herman.


__ADS_3

Herman memperhatikan istrinya yang terdiam saat berada di rumah, lalu didekati oleh suaminya.


"kenapa?"


Lalu sang istri menatapnya dan tatapan yang penuh keraguan.


"ngak merasa curiga dengan perlakuan Riko dan istrinya? kenapa mereka tiba-tiba memberikan kartu kredit titanium itu?


oh iya, kok Mbak Irma kemana ya? tadi aku telpon ngak aktif."


"itu karena mas membujuk Ririn, ngak usah berprasangka buruk, yang penting uang kuliah anak-anak kita lancar.


Irma lagi berantam sama mantan suaminya dan anak-anaknya.


Memang perempuan itu nyusahin aja, sok mewah tapi kere.


Memang manusia seperti itu pantas lenyap dari muka bumi ini."


"mas.... mas.....


Istrinya memanggil nya, karena melihat berita terkini dari di televisi.


"bukannya itu rumahnya mbak Irma ya?"


Seketika Herman langsung menelpon seseorang, tapi sepertinya tidak menjawab panggilannya lalu memanggil orang lain lagi.


"mas menghubungi siapa?"


Herman tidak menjawab pertanyaan dari istrinya, tapi terlihat sibuk menelpon.


Berselang beberapa menit kemudian, seseorang menghubungi Herman.


Ternyata itu adalah mama nya, yang memberitahukan kalau Irma tewas terbakar di rumah itu.


Dari sisi TV tetangga dan kompleks, terlihat beberapa mantan suami Irma dan anak-anak mendatangi rumah tersebut.


Sehingga polisi menangkap mereka, usut punya usut ternyata Irma menggadaikan rumah yang ditempati oleh mantan suaminya ke rentenir.


Terjadi perdebatan antara Irma dengan mantan suaminya serta anak-anaknya yang menuntut tanggung jawabnya.


Sisi TV lebih memperjelas lagi, sebelum rumah tersebut terbakar. terlihat mantan suaminya dan juga anak-anaknya keluar dari rumah tersebut.


"om.....om......"


Terdengar suara memanggil Herman dari arah pintu depan, lalu mereka berdua menghampiri Nya.


Herman kedatangan para keponakannya, yang menagih janji dari Herman sejumlah uang, hasil dari penjualan kebun.


Mereka akhirnya sepakat untuk menjual kebun tersebut, yang sebenarnya kebun itu adalah milik keluarga mantan istrinya Herman .


Kesepakatan sudah disetujui dan mereka secara bersama-sama ke kebun besok pagi, untuk menjual kebun dan juga villa yang di kebun itu.***

__ADS_1


Pagi-pagi sekali mereka sudah siap-siap berangkat menuju kebun, totalnya ada lima mobil yang beriringan bersama menuju kebun yang sudah terlantar tersebut.


Tewasnya Irma dengan tragis, begitu langsung terlupakan ketika Herman dan keponakan akan menjual kebun.


Herman teringat ketika dirinya berhasil memperoleh kebun itu, kebun sayur mayur yang dikelola oleh keluarga istrinya yang bekerjasama dengan PT THE FOOD, perusahaan milik ibu Tifani, mertua dari Brayan.


Herman meminta untuk mengelola kebun kepada mertuanya, dan hal itu disambut baik. akan tetapi Herman malah memanfaatkannya untuk kebutuhan pribadinya.


Saat itu juga Herman sudah mulai bermain gila dengan perempuan lain, salah satunya adalah istrinya yang bersamanya saat ini.


Herman bekerja sama dengan Brayan, ayah dari Bagas untuk mengambil alih kebun tersebut.


Alasannya sangat klasik, Herman membuat kuasa untuk menggadaikan kebun tersebut untuk mendapatkan dana dari pihak perbankan.


Berkat bantuan dari Brayan, yang telah mengatur semua hal termasuk administrasi balik nama kepemilikan kebun.


Ternyata kuasa untuk menggadaikan kebun itu ternyata adalah kuasa untuk peralihan nama kebun kepada namanya sendiri.


Brayan tentunya mintak bagian dan alhasil setengah kebun itu menjadi milik keluarga Brayan.


Herman meminjam uang kepada sepupu Nya, agar bisa berpura-pura telah mendapatkan dana dari pihak bank.


Rencana itu ternyata berhasil dan mertua nya mempercayai hal tersebut.


Herman tidak bisa mengembalikan uang pinjaman kepada sepupu nya, sehingga mereka membuat perjanjian akan kepemilikan kebun secara bersamaan.


Herman semakin tidak terkendali, beberapa kali istrinya memorgoki dirinya selingkuh dan akhirnya semuanya menjadi berantakan.


Akan tetapi Herman semakin agresif menyerang istri dan juga mertuanya demi kepuasan sendiri.


Itulah yang menyebabkan Herman membuat anaknya sendiri yaitu Riko menjadi pria yang tidak bisa berpikir logis atau trauma.


Agar dirinya tetap menjadi wali dari anaknya, ternyata itu tidak berhasil.


Riko sudah mengetahui kelicikan akan sikap ayahnya.


Sampai saat ini, Herman membenci anaknya yaitu Riko. selama ini dia hanya berpura-pura menyayangi Riko demi tujuan Nya.


Selama menjadi wali nya Riko sebelum menjadi dewasa, Herman sudah mendapatkan property yang menjadi milik Nya.


Herman yang bekerja sama dengan Brayan untuk membunuh mertua dan istrinya yaitu Kakek dan mama kandung nya Riko.


Hal itu dilakukan agar mudah menguasai semua hartanya.


Kompleks tempat tinggalnya sekarang adalah hasil manipulasi nya, dan langsung memboyong keluarganya untuk tinggal di sana.


Tapi setelah Riko dinyatakan dewasa untuk bertindak secara hukum, Herman tidak bisa lagi mengambil apapun yang dia inginkan.


Lalu Herman berpikir untuk menikahkan Riko dengan perempuan pilihan nya, agar bisa menguras Riko.


Pernah berhasil dan itu yang terakhir, yaitu Rida. istri dari keponakan mantan suaminya Irma yang di korban.

__ADS_1


Rida dan suaminya serta anaknya, sudah dibakar Riko, dan Herman belum mengetahui Nya.**


Saat ini Herman setelah tiba di villa perkebunan itu, disinilah dia akan bertemu dengan calon pembelinya.


Sebelumnya Herman telah meminta tolong kepada orang lain untuk membersihkan villa tersebut, karena sebelum di jual. Herman bersama keluarganya ingin menginap dulu di villa itu.


Untuk sekedar menenangkan pikirannya dari segala kecemasan yang di dalam pikiran mengenai Riko yang mulai bertingkah aneh.


Hari sudah mulai sore dan para keluarga sudah mulai sibuk mempersiapkan makan malam.


Akhirnya berkumpul di meja makan untuk menikmati hidangan makanan malam.


"kok mati lampu?"


ucap istrinya Herman, dan dirinya berdalih bahwa perkebunan tersebut berada di pedalaman yang sering lampu mati.


"sebentar biar ambilkan lilin."


ucap Herman untuk membuat keluarga tenang, baru beberapa melangkah terdengar suara jeritan dari meja makan.


"siapa kalian? "


Herman langsung dibekuk dan kemudian di hajar oleh beberapa pria yang berbadan tegap, demikian juga dengan para keluarga nya yang dihajar oleh para pria yang mengenakan penutup wajahnya.


Lalu Herman dan keluarganya diseret ke arah gudang dan mulut mereka dilakban.


Para pria yang yang bertopeng itu membuka penutup wajahnya dan kemudian membuka penutup mulut Herman.


Herman baru sadar kalau dirinya dijebak oleh anaknya sendiri yaitu Riko, seketika dia langsung teringat dengan anak-anaknya yang saat ini kuliah di luar negeri.


"gimana keadaan anak-anak ya?"


Pertanyaan itu hanya dijawab gagu oleh istrinya karena mulut nya telah di lakban, salah satu dari pria itu membuka penutup mulut istrinya.


"sudah aku bilang mas, ini pasti rencananya Riko."


Herman dan istrinya semakin kaget karena keponakannya serta mama keponakannya di perkosa oleh para laki-laki itu.


"hai.... sekarang giliran mu."


Ucap pria itu lagi, dan mulai membuka celana istri Herman lalu memperkosa nya.


Herman berteriak agar menghentikan kelakuan mereka, dihadapannya istri, keponakan serta adik perempuannya dan iparnya di perkosa dihadapan nya.


Bahkan keponakannya yang laki-laki di sodomi dihadapan Nya, hanya Herman yang tidak di ganggu.


Hanya air matanya mengalir setelah kepergian para pria itu, begitu teriris nya hati Herman.


Ternyata kemalangan dan maut yang akan datang menghampiri nya di villa perkebunan itu.


Tapi pikiran Herman malah melayang jauh terhadap keselamatan anak-anaknya yang saat berada di Amerika.

__ADS_1


Herman sangat ketakutan kalau Riko juga akan membunuhnya.


Tapi apalah daya, Herman tidak berdaya dan terikat di kursi besi itu yang menyaksikan Istri dan para keponakannya di perkosa dan di sodomi.


__ADS_2