CINTA SUAMI PSIKOPAT

CINTA SUAMI PSIKOPAT
Pembalasan yang Sempurna.


__ADS_3

Fahar dengan kekuatan finansial yang mempuni, menjadi penyedia dana untuk melakukan misi balas dendam.


Ternyata bu Tifani pemilik PT THE FOOD, yang merupakan ibu kandung dari Rohaya, istri dari Brayan.


Ikut andil dalam misi tersebut, karena anak bungsu laki-lakinya, suaminya dan dua cucu laki-laki serta tiga puluh orang pegawai nya yang tewas karena perbuatan putri dan menantu Nya.


Kekuatan Fahar dan teamwork semakin solid, anak dari para korban yang ahli dalam IT ikut juga terlibat demi misi balas dendam akan keserakahan mereka.


Opini tentang hilangnya Brayan dan keluarganya membuat ibu Tifani melakukan konferensi pers tepat di depan green house di kebun sayur Nya.


"kenapa ibu Tifani memilih konferensi pers di tempat ini bu? bukannya ibu mempunyai kantor pusat?"


Salah satu dari pada wartawan bertanya kepada ibu Tifani.


Dengan tatapan sayu dan raut wajahnya yang sedih, ibu Tifani menatap wartawan yang bertanya itu.


"disinilah tiga puluh orang karyawan ku tewas terbakar, dan hal itu dilakukan oleh Brayan menantaku melalui pegawai saya yang berkhianat."


"kenapa ibu begitu yakin kalau Brayan yang melakukannya?"


Ibu Tifani kemudian memutar ulang rekaman sisi TV, dimana pegawai yang berkhianat dengan sengaja menutup pintu green house tersebut dan kemudian membakar green house tersebut.


Lalu video selanjutnya, dimana empat orang yang membakar green house tersebut di interogasi oleh manajemen PT The Food.


Keempat pelaku tersebut sempat melarikan diri, namun bisa ditemukan oleh orang suruhan ibu Tifani.


Keluarga keempat pelaku pembakaran tersebut begitu dekat dengan ibu Tifani, dan alhasil keluarga pelaku mendatangi ibu Tifani untuk mintak maaf dan menjebak ke empat pelaku yang merupakan para suami.


Para Istrinya yang memohon maaf atas perbuatan suaminya dan berkat kerja sama akhirnya pelaku nya bisa ditangkap.


Hasil interogasi dari pelaku yang direkam, bahwa mereka disuruh oleh seseorang dengan bayaran yang sangat fantastis.


Penyelidikan yang dilakukan oleh pihak berwajib dan bantuan dari anak laki-laki bungsu bu Tifani, terungkaplah sebuah fakta bahwa Brayan yang melakukannya.


Tapi informasi itu harus dibayar dengan nyawa, anak bungsunya, suami dan dua cucu laki-lakinya menjadi korban keganasan Brayan.

__ADS_1


Bukti-bukti yang sudah terkumpul, dan motiv pembunuhan sudah sangat jelas, akan tetapi pihak berwajib menyatakan bukti tersebut tidak valid.


Brayan dan istrinya bebas dari tuduhan, dan tinggal duka yang dalam bagi ibu Tifani.


Ibu Tifani membeberkan sejumlah bukti yang dinyatakan pihak berwajib tidak valid.


Ibu Tifani mengakhiri konferensi pers dengan mengucapkan kalau Brayan dan Putrinya layak di seret ke neraka.


Tapi ibu Tifani tidak membeberkan dimana keberadaan Brayan dan putrinya itu.


Dengan beralasan kalau dia tidak pernah tahu tentang keberadaan putri dan menantunya itu dan tidak mau tahu apa yang terjadi dengan mereka.***


Opini semakin berkembang dan berita tentang kematian tante Irma, adik perempuan kandungan dari Riko tidak terekspos lagi.


Kedua anaknya dan mantan suami tante Irma menjadi tersangka pembunuh berencana atas pembakaran rumah nya yang menyebabkan kematian tante Irma.


Kini pencarian Brayan otak dari pembunuhan dari beberapa korban yang berjatuhan, dan menjadi trending topik di media sosial.


Hal tersebut menjadi desakan bagi pihak berwajib untuk melakukan penyelidikan, dan akhirnya pimpinan pihak berwajib dibekuk setelah menjalani proses penyelidikan.


Video amatir itu benar adanya, sementara video Brayan di rumah sakit itu diambil beberapa hari setelah peristiwa kerusuhan demonstrasi di kampus Ririn.


Pimpinan pihak berwajib itu hendak membawa Brayan dan Istrinya serta kedua anaknya yaitu Bagas dan Nina ke tempat persembunyian di villa perkebunan.


Tapi mobil tersebut di begal ditengah jalan, Brayan dan keluarganya dibawa oleh sekelompok orang yang menghadang mereka.


Sejak saat itu, Brayan dan keluarganya tidak ditemukan karena tidak meninggalkan jejak sedikitpun.


Brayan dan keluarganya seperti ditelan bumi, hilang tanpa Jejak.


Kabar menghilangnya keluarga Brayan, membuat jagat media sosial semakin ramai. hal itu juga semakin mendesak pihak berwajib untuk menuntaskan kasus korupsi berjamaah para petinggi negara.


Akan tetapi tidak satupun yang di tangkap atau diselidiki, alhasil petinggi pihak berwajib dinyatakan hilang setelah konferensi pers ibu Tifani di depan green house milik Nya.


Media sosial semakin ramai dengan hastag petinggi negara korupsi berjamaah, dengan kejadian hilangnya petinggi pihak berwajib tersebut, tapi tidak juga ada penyelidikan terhadap petinggi negara yang ikut korupsi berjamaah tersebut.

__ADS_1


Saat ini sudah ada tiga petinggi negara lainnya yang sudah dieksekusi, dan akhirnya membuat para petinggi lainnya keluar dari sarangnya.


Sudah ada dua puluh lima orang petinggi negara yang berasal dari berbagai instansi strategis, mereka mengakui perbuatannya dan bersiap mengembalikan uang yang telah mereka korupsi.


Berjanji akan patuh terhadap hukum yang berlaku, semua itu dilakukan agar keluarga mereka selamat.


Hastag kawal penyeledikan menjadi trending topik, dan terjadi demonstrasi besar-besaran untuk menuntaskan kasus korupsi berjamaah ini dan akhirnya berhasil mendesak pihak berwajib untuk melakukan penyelidikan.


Akhirnya beberapa kasus telah di limpahkan ke pengadilan, sepertinya keadilan akan ditegakkan.


Dorongan dari masyarakat melalui media maupun dari berbeda elemen masyarakat yang berdemonstrasi yang menuntut transparan penyelidikan hingga siang pengadilan yang disiarkan secara live.


Bukti-bukti yang kuat dan akurat sudah menjadi jeratan bagi mereka para petinggi negara yang terlibat.


Rekening bank yang menjadi penampungan hasil korupsi dan uang suap sudah dibekukan, dan itu berbeda-beda nama yang merupakan kerabat dekat daripada petinggi.


Seperti yang telah diketahui, pasti banyak yang terlibat.


Desakan yang dari berbagai elemen masyarakat, menambah kesan atau membebani pihak berwajib untuk segera menuntaskan kasus yang merenggut banyak nyawa ini dan juga korupsi.


Terhitung sebanyak seratus enam puluh tiga orang petinggi negara dari berbagai instansi pemerintah yang terlibat, mereka menyerahkan diri dan segala hasil korupsinya demi keamanan keluarga mereka masing-masing.


Para keluarga mereka yang menjadi incaran, agar para oknum merasa tertekan.


Setelah para oknum menyerahkan diri nya, korban hilang sudah tidak ada lagi.


Akan tetapi demonstrasi semakin melebar kemana-mana untuk mendesak pihak berwajib menarik semua aset yang mereka korupsi.


Tapi Brayan dan keluarganya tidak kunjung ditemukan, akan tetapi berita kehilangan Brayan dan keluarganya seperti tertelan masa, akan berita demonstrasi besar-besaran yang ada diberbagai daerah.


Herman dan keluarganya serta para keponakannya yang menghilang tidak terdengar beritanya.


Herman papanya Riko, sepertinya sudah ada dalam dekapan tim Riko.


Menghilang tiada jejak dan kompleks yang mereka tempati kini sudah kosong tanpa penghuni.

__ADS_1


__ADS_2