CINTA SUAMI PSIKOPAT

CINTA SUAMI PSIKOPAT
Makian Dari Tante Irma Lagi


__ADS_3

Dalam mobil Ririn tersenyum kepada suaminya dengan maksud untuk menggodanya.


"ngak senyum-senyum, bilang aja kalau ada perlu sesuatu."


Ujar Riko yang terlihat tersipu malu karena di perhatikan oleh istrinya.


"antar Ririn ke kampus tapi sebelum ke kampus kita makan siang yuk."


Riko hanya mengganguk setuju dan tepat di samping kiri setelah perempatan ada restoran dan mobil itu parkir tepat didepan restoran tersebut.


Ririn langsung menggandeng tangan suaminya dan kemudian menoleh ke arah ketiga bodyguard tersebut.


"bapak-bapak....


Ayok makan siang bareng, ngapain disitu? mangnya ngak lapar?"


Ucap Ririn kepada kepada ketiga bodyguard tersebut, lalu Riko memberikan kode untuk ikut masuk ke dalam restoran.


Ririn dan suaminya duduk terpisah dengan bodyguard nya. tidak berapa lama pelayan restoran datang menghampiri meja Ririn bersama suaminya.


"kami pesan tiga sup iga sapi, eh bentar ya.


Bapak-bapak, ada alergi daging sapi atau alergi apa gitu?"


Ketika bodyguard itu kaget karena ditanya tentang alergi jika makan sesuatu makanan. mereka bertiga terlihat bisik-bisik.


"tidak ada Bu, kami bertiga pemakaman segalanya, dan yang penting halal."


"tenang bapak-bapak, sajian restoran ini halal. oh ya mbak. sup ika sapinya empat, tambahan dua porsi ikan gurami saos kungpao, lalu nasi nya langsung aja ada nasi tambahan untuk kami berlima. dua porsi brokoli beef saus lada hitam, tambahan cumi saus tiram ya."


"baik ibu, kalau untuk minum apa Bu?" pelayan restoran itu kemudian bertanya dengan begitu sopan.


"ada jus timun? tapi diserut pake garpu bisa mbak?"


"ada dong Bu, kami juga punya alat khusus untuk menyerut timun. karena banyak tamu yang meminta seperti yang ibu minta."


"oh..... begitu ya. itu aja untuk kami semua, tapi gulanya dikit aja, dan taruh sedikit perasan lemon atau jeruk nipis."


"baik ibu, ada lagi tambahan?"


Setelah bertanya ada tambahan, pelayan tersebut mengulangi pesanan dan setelah konfirmasi barulah pelayan tersebut pergi arah counter dapur.


"menu hapal ya tanpa melihat buku menu?" ujar suami Ririn yang terlihat menyindir.


"mas ini ada-ada aja deh, restoran seperti ini khas seperti yang Ririn sebutkan menu-menu nya mas."


Pertama minuman yang datang dan itu sesuai dengan selera Ririn.


Lalu datang pesanan makanan yang dibawa menggunakan meja dorong, Ririn langsung bertindak membagi-bagi makanan tersebut.

__ADS_1


Lalu melayani suami dengan tersenyum, dua pelayan yang menyajikan makanan tersebut tersenyum melihat tingkah Ririn yang terlihat peduli terhadap tiga bodyguard Nya.


Tapi bodyguard itu terlihat canggung karena dilayani langsung oleh istri majikan nya, sang bos besar.


Riko langsung memberikan kode kepada ketiga bodyguard tersebut untuk menyantap makanan dan minuman yang tersaji, agar istrinya tidak tersinggung.


"terimakasih bu atas semua makanan dan minuman ini."


Ujar salah satu dari bodyguard tersebut, setelah di jawab oleh Ririn dan mereka akhirnya makan dengan begitu nikmat.


Selesai makan, kemudian Ririn memanggil pelayan yang mencatat pesanannya.


"ada teh melati mbak?"


"tidak ada ibu, tapi kami ada racikan teh dengan tambahan gingseng dan itu sangat bagus terhadap daya tahan tubuh. serta bisa menetralisir kondisi tubuh setelah makan makanan yang berat. yang disajikan dalam teo pot dengan dua kali repil."


"itu aja mbak, buat dua porsi ya."


Jawab Ririn lalu pelayan tersebut berlalu dari hadapannya, dan tidak berapa lama kemudian pelayan tersebut menghampiri meja Ririn dan Suaminya.


"mbak tolong sajikan sama ketiga bapak-bapak itu, mereka bertiga saudara sepupu suamiku ini."


"baik ibu."


Untuk kesekian kalinya, Riko terlihat tersenyum kagum kepada istrinya akan semua tindakannya.


Ririn hanya tersenyum memperhatikan suaminya dan hal itu membuat Riko tersipu malu.


Anak kampung yang naik kelas, sekarang sudah bisa makan di restoran mewah seperti ini. bagus sekali, peningkatan hidup yang drastis.


Miskin, belagu dan tidak tahu diri. dasar orang pinggiran, premen pasar. dasar perempuan ******."


Ucap Tante Irma yang tiba-tiba saja nongol di depan meja Ririn bersama suaminya, makian yang dahsyat tapi ditanggapi oleh Ririn dengan tersenyum kecut.


"tadi tehnya begitu enak di minum dan nyaman di tenggorokan, sekarang kok kecut gini ya?


oh.... m... y....God.....


Rupanya ada iblis yang datang, pantasan teh jadi kecut.


mbak .... bill nya mbak."


ucap Ririn dengan begitu santainya menanggapi Tante Irma, Tante dari Riko.


kemudian memanggil pelayan yang menyajikan teh untuk mereka.


Pelayan perempuan muda itu datang dengan membawa bill dan mesin edisi pembayaran, setelah melihat jumlah tagihan makanan dan minuman. Ririn memberikan kartu kredit titanium miliknya untuk di gesek oleh pelayan.


Terlihat tante Irma begitu kesal, raut wajah amarah nya yang di cuekin dan dikatai iblis oleh Ririn.

__ADS_1


Selesai transaksi, Ririn kemudian memberikan tips kepada pelayan tersebut, dengan memberikan 5 lembar uang seratus ribu Rupiah.


"punya sopan santun ngak sih? orangtua lagi ngomong malah dicueki, mulut itu di jaga ya. apa kamu tidak pernah diajarin sopan santun sama orangtua mu?"


Lagi-lagi Ririn mencueki Tante Irma dan hal itu membuatnya semakin marah.


Prak.... brasss.... bam....


Tangan tante Irma yang hendak menampar Ririn dan tangan itu dipelintir, lalu tubuh nya dibanting hingga terjungkal di lantai.


Alhasil mereka bahan tontonan bagi pengunjung lainnya, dan ketiga bodyguard tersebut langsung berdiri didepan Ririn dan Riko.


Tapi Riko langsung menyuruh bodyguardnya untuk menyingkir, dan kini Ririn berdiri menghadap Tante Irma yang masih rebahan di lantai.


"waouuuuu....


Kakak sangat cantik, anggun dan terlihat lembut dalam segala tindakan. tapi kakak sangat luar biasa."


Ujar pelayan perempuan muda itu yang memegang mesin edisi pembayaran, tadi memanggil ibu sekarang menjadi kakak.


Pelayan muda itu terlihat mengagumi Ririn, tiada hentinya dia berdecak kagum tanpa membantu Tante Irma yang tergeletak di lantai.


Lalu datanglah laki-laki yang berpakaian rapi yang akhirnya menolong Tante Irma untuk berdiri.


"Sinar......


Kenapa ibu ini ngak di bantu berdiri? keterlaluan kamu ya sinar."


Ujar pria yang berpakaian rapi itu kepada pelayan perempuan muda yang ternyata bernama Sinar.


"ibu ini yang salah kok pak, datang-datang memaki tamu Ku yang sedang makan.


ini bukan masalah keterlaluan ya pak, tapi ini masalah sebagai sesama perempuan.


Sinar mendukung sekali sikap kakak yang cantik untuk memberi pelajaran kepada ibu ini. sakit pak dikatain demikian.


Toh juga kakak cantik tidak mintak makan kepada ibu yang edan ini, bapak mikir dong.


Jika Sinar berada di posisi kakak cantik ini, mungkin juga Sinar akan melakukan yang sama pak."


Pelayan muda yang bernama Sinar itu, malah menceramahi pria yang berpakaian rapi itu.


"sudah cukup, terimakasih ya mbak karena sudah membela Istriku.


saya mintak maaf mewakili Istriku dan perempuan edan ini, saya bersedia mengganti rugi jika bapak merasa di rugikan."


"tidak perlu pak, saya yang seharusnya mintak maaf karena tidak bisa memberikan kenyamanan kepada bapak dan istri saat menyantap makanan dan minuman di restoran kami.


Saya mintak maaf untuk mewakili restoran ini, terimakasih atas kunjungan bapak dan ibu."

__ADS_1


Pelayan perempuan muda itu membantu Ririn untuk merapikan kembali penampilan nya, ketika Ririn dan Suaminya pergi.


Terlihat senyuman kepuasan dari pelayan yang bernama Sinar terpencar dengan sempurna.


__ADS_2