CINTA SUAMI PSIKOPAT

CINTA SUAMI PSIKOPAT
Sama-sama Saiko.


__ADS_3

Ririn melangkah keluar dan menuju rumah sakit, dimana Bagas, Nina dan Sarah di rawat. langkah itu semakin cepat dan akhirnya tiba juga di ruang rawat VVIP.


"apa kabar Bagas? tidak baik ya. beginilah akibatnya jika suka menjahili teman sendiri. liat akibat nya, berbalik kepada mu sendiri kan?"


Ucap Ririn dengan tersenyum ke arah Bagas, terlihat dia begitu puas setelah melihat keadaan fisik Bagas.


"kaki mu mana? oh iya lupa, kan sudah di buang. kamu sih nakal banget."


Lagi-lagi Ririn tersenyum ke arah Bagas, terlihat Bagas semakin emosi, sementara di dirinya di ikat ke ranjangnya.


Lalu Ririn menghampiri Nina yang masih berbaring lemah di ranjang nya.


"kasihan sekali kamu, wahai primadona kampus.


Kabar bahagia untuk kalian berdua, skripsi kami sudah tidak di jegal pagi. dan rektor nya sudah di tangkap.


kami bisa melanjutkan skripsi kami yang tertunda karena ulah kalian berdua."


"tutup mulutmu perempuan hina."


hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


Ririn tertawa puas setelah mendengarkan hinaan dari Nina.


"kamu yang perempuan hina, penjual diri demi obsesi mu yang di luar nalar manusia.


oh iya, saya juga ada video panas mu bersama Satria.


Bisa ya kamu merekam video adegan panas seperti itu? untuk apa itu? koleksi ya.


Biar kamu nggak penasaran ni saya putar ya, dan video ini sudah beredar luas loh di kampus dan sekarang itu kamu jadi trending topik loh."


Ririn menunjukkan video kepada Nina, dimana Nina bersama seorang laki-laki muda yang bernama Satria sedang melakukan hubungan badan dan itu sudah viral di kampus nya.


Nina langsung menangis ketika melihat video itu, lalu menatap Ririn dengan tatapan penuh amarah.


"gimana? puas kan. keren juga video mu ini ya. salut loh lihat keberanian mu, kualitas video sangat mempuni, kamu berbakat.


Saya sarankan kamu Jepang aja dan bergabung dengan Miyabi, aktris terkenal di Jepang.


Siapa tahu aja kamu jadi artis terkenal, iya itu karena kamu berbakat, liat dong pose mu yang menarik itu."


Nina tidak berkutik, mulutnya yang pedas seperti terkunci rapat. hanya mata nya yang mengeluarkan air mata.


Ririn tidak henti-hentinya memberitahukan kalau video panas nya dengan pria yang bernama Satria sudah viral di kampus.

__ADS_1


Bahkan Ririn juga menunjukkan akun media sosial Nina, dimana photo-photo Nina yang di capture dari video panas nya bersama Satria.


Kolom komentar penuh dengan caci makian, sumpah serapah dan ucapan yang sangat menyakitkan lainnya.


Ditambah lagi kasus yang dihadapinya dan juga kasus yang menimpa keluarganya, membuat Nina semakin terpojokkan di akun media sosial tersebut.


Senyuman dari Ririn, yang seolah-olah mengolok-oloknya membuat hati Nina semakin tersayat-sayat.


"Nina....


tak selamanya kau berada diatas, ada kalanya pasang surut kehidupan.


jika hanya saya yang kamu ganggu, mungkin tidak akan separah ini.


Tapi hampir setengah mahasiswa di kampus menjadi musuh Mu.


Maaf, saya hanya membantu teman-teman yang lain yang senasib denganku.


Toh juga ini semua salahmu, kamu terlalu serakah. mulutmu terlalu pedas dan kasar, itu sangat menyakitkan Nina.


Nikmatilah apa yang telah kamu tuai ini, semoga kamu sadar tentang perbuatan mu yang saat ini."


Ririn meraih handphonenya lalu terlihat melakukan sesuatu di telpon genggamnya tersebut, setelah itu baru pergi dari ruangan tersebut.***


Tidak berapa lama datanglah segerombolan mahasiswa-mahasiswi yang mendatangi Nina dan Bagas.


Uang hasil korupsinya pasti masih banyak lah, untuk rumah sakit ini. ya cuman secuil."


hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


Vega berkata sinis ke arah Nina yang datang bersama dengan teman-temannya. Vega dan Nina ternyata adalah musuh bebuyutan.


"kenapa kamu tahu dimana di rawat?"


tanya Nina dengan matanya yang berkaca-kaca.


"ngak perlu kamu tau, yang penting kami datang menjenguk kamu disini."


jawab Vega dengan raut wajahnya yang sinis terhadap Nina.


Pastinya Ririn lah yang memberitahu mereka keberadaan Bagas dan Nina di rawat dirumah sakit ini, karena hanya Ririn yang bisa mengakses ruangan VVIP tersebut.


Ririn membagikan informasi keberadaan Bagas dan Nina kepada teman-teman yang lainnya hanya untuk mengolok-olok Nina dan Bagas.


"sudah puas kalian memperlakukan aku seperti ini?"

__ADS_1


"hei Nina, kamu harus ngaca ya. seharusnya kami semua yang ada tidak menjadi beban orang tua kami.


seharusnya kami yang ada disini sudah wisuda dan bisa cari kerja, tapi gara-gara keegoisan kalian berdua, kami tetap menjadi beban keluarga.


Kami terlambat wisuda, kemudian kami harus membayar biaya semesteran lagi.


bagi kalian berdua yang kedua orang tuanya ahli korupsi, itu tidak berarti apa-apa.


Bagi kami uang lima puluh ribu begitu berarti, kami telat wisuda dan semua rencana kami berantakan."


Ucap salah satu mahasiswi yang datang bersama Vega dan yang lainnya, terlihat dia begitu emosi akan ucapan dari Nina.


"Risna, ngak perlu kamu menjelaskan hal seperti itu kepada anak korupsi ini.


Hati nurani nya sudah mati, sama seperti hati nurani kedua orangtuanya yang sudah mati.


dipikiran keluarga iblis ini hanyalah uang dan uang, sementara yang lain hanyalah alat bagi keluarga iblis ini."


Ungkap Vega seraya menatap Nina dengan tatapan yang tajam dan penuh kebencian.


"sudahlah teman-teman yang penting kita buat dokumentasi tentang keluarga iblis ini, judulnya karma yang terbayar lunas.


Minggir teman-teman aku mau buat dokumentasi dulu, ntar biar video ku viral.


semoga bisa bermanfaat dan menjadikan uang untuk Ku, maklumlah masih beban keluarga karena ulah dari kedua anak iblis."


Ujar seorang laki-laki yang datang bersamaan dengan Vega dan yang lainnya.


Mahasiswa itu membuat vlog di ruangan VVIP tersebut, dan ucapan mahasiswa itu membuat Nina menangis.


Nina kemudian berteriak dan mereka semua yang ada disitu langsung berhamburan keluar, sebelum petugas medis datang mengusir mereka dari sana.


Dari ruangan yang berbeda, ternyata Ririn menemui Sarah. orang yang pernah menjadi sahabat Nya.


Ririn tersenyum ketika melihat keadaan Sarah, dimana kaki kanan dan tangan kanannya sudah di amputasi.


"apa kabar wahai tong sampah?"


Sapaan Ririn di awal sudah menghina nya dan seketika itu juga Sarah langsung menangis.


"saya bukan tong sampah, hanya karena Bagas lebih memilih Ku sehingga kamu menganggap ku seperti tong sampah."


"waouuuuu.....


ucapan mu sangat bermakna, tapi cocok banget untuk kalian berdua. sama-sama egois dan kedua orang tua kalian berdua sama-sama tukang korupsi."

__ADS_1


ucapan kasar dan tatapan tajam dari Ririn membuat Sarah menangis lagi.


__ADS_2