CINTA SUAMI PSIKOPAT

CINTA SUAMI PSIKOPAT
Strategi Rahasia


__ADS_3

Ririn meminta kepada Diana untuk berbelanja ke pusat perbelanjaan, tapi Diana meminta nya untuk ijin terlebih dahulu kepada suaminya.


Ijin di dapatkan tapi Diana ternyata harus ke kantor karena ada hal yang harus diselesaikan, alhasil Ririn hanya ditemani oleh supir pribadinya.


Akhirnya Diana dan Ririn terpisah, Diana yang menumpang dengan taksi online sementara Ririn melanjutkan ke arah pusat perbelanjaan.


Bersama supir pribadinya yang sekaligus menjadi bodyguard Ririn, mereka bertiga melangkah ke arah pusat kuliner di perbelanjaan tersebut.


Baru aja selesai memesan makanan dan minuman, tiba-tiba Papa nya Ririn menghampiri Nya.


Papa Ririn datang bersama wanita yang berbeda, kali ini bukan bersama wanita hamil waktu itu atau wanita yang membawa anak saat menemui Ririn di kampus.


"Papa mau bicara Rin." ujar Papa nya dengan raut wajahnya yang sedih.


Wajahnya yang tampan yang menjadi andalannya terlihat lesu.


"Papa? bukan Papa sudah memutuskan hubungan dengan Ririn, adek dan mama?"


"Papa khilaf Rin, tolong dengarkan Papa."


Ririn kemudian tersenyum kecut dan akhirnya mengangguk setuju untuk berbicara dengan Papa nya.


"ini Sonia, mama Mu."


"maaf pah, mama Ririn hanya satu. dan saat ini berada di rumah menjaga adek."


"oke, kita anggap saja Sonia istri Papa bukan siapa-siapa kamu, tapi Papa ingin sesuatu dari mu."


"papa ngomong aja, siapa tahu Ririn bisa bantu?"


Seketika mereka terdiam karena pelayan cafe di pusat perbelanjaan tersebut mendatangi meja Ririn untuk mengantarkan pesanannya.


"tolong cabut laporan mu terhadap Nina, supaya Papa bisa kerja lagi. Papa juga minta tolong.


Tolong berikan papa uang, karena adek mu butuh perawatan. ngak banyak, cukup seratus ratus juta Rupiah saja."


Ririn menghela napas panjang, lalu menoleh Papa nya dengan raut wajahnya yang kecewa, bagaimana tidak kecewa.


Saat Adit butuh biaya besar untuk mengangkat tumor di kepalanya, Papa nya menghindar dan mencuri semua tabungan Ririn dan mama Nya.


Alhasil Ririn harus menikah dengan Riko, agar Adik nya bisa di operasi.


Seketika Ririn meraih buku tulis dari tas ransel yang biasa dibawa nya ke kampus dan kemudian mengoyakkan dua lembar dari buku tulis tersebut. lalu memberikan kepada Papa Nya.


"Ririn akan melakukan apa yang papa mau dan akan memberikan papa seratus lima puluh juta Rupiah, asalkan Papa memberikan Ririn informasi seperti list yang Ririn berikan kepada Papa."

__ADS_1


Papa nya Ririn terlihat komat-kamit saat membaca list tersebut, lalu Papa nya Ririn berdiri dan memukul meja.


"jika Papa berhenti kerja, lalu bagaimana Papa membiayai istri Papa yang lainnya?


Mira beserta anaknya yang bernama Jack, mereka berdua sedang menunggu nafkah dari Papa.


Istri Papa yang lagi hamil itu juga pasti butuh biaya pak, ingat loh pak. orang tua istri papa yang lagi hamil itu aparat loh pak, mereka akan sangat mudah menyeret papa ke penjara jika bapak mengelantarkan Nya.


Jika Papa berhasil mendapatkan semua list itu, maka Ririn akan memberi papa uang sebanyak satu milyar.


asal Papa ketahui, kalau Ririn sudah bekerja di perusahaan mas Riko dan sudah menandatangani kontrak kerja senilai tiga milyar Rupiah.


Serta kerjaan lainya, jika Papa berhasil memberikan itu kepada Ririn. maka keduanya akan Papa dapatkan."


"kamu lancang Ririn, ini semua data pribadi Papa. itu artinya Papa akan menyeret semua atasan Papa ke lubang jurang."


"ingat posisi yang sekarang, papa sudah berada di jurang kegelapan. hanya karena anaknya Ririn lapor ke polisi lalu Papa di skorsing.


Sekarang ini apa nya apa? dimana keadilan untuk Papa, Nina yang berulangkali menghina Ririn di depan umum.


Giliran Ririn laporkan, malah Papa yang terancam di pecat oleh mama nya.


Mana keadilan untuk kita pa, masa kita yang terus menerus di pijak oleh mereka."


"baik Papa akan melaksanakannya, tapi Ririn harus segera mencabut laporan itu."


"tidak bisa pah, kalau uang lima puluh juta bisa Ririn berikan sebagai panjar dari pekerjaan.


Jika Papa sudah memenuhi list pertama mama Ririn akan mencabut laporan dan memberikan tambahan uang dua ratus juta rupiah.


Jika data valid maka Ririn akan menambah Nya, jika sudah setengah dari list itu dan datanya valid.


Maka Ririn akan memberikan setengah dari uang yang Ririn janjikan."


Papa nya Ririn terdiam, lalu wanita yang bersamanya yang bernama Sonia itu langsung menarik tangan Papa Nya.


Mereka berdua menjauhi Ririn dan terlihat berbisik-bisik.


Tidak berapa lama kemudian, Papa nya Ririn bersama wanita itu menghadap Ririn dan duduk di kursi.


"saya tahu semua itu, dan saya menyimpan data-data valid yang kamu butuhkan. jika saya berikan itu semuanya, apakah kamu bisa menjaga rahasia?"


Ujar perempuan yang bernama Sonia itu, Istri dari Papa nya Ririn.


"tenang aja mbak, saya sudah terbiasa menyimpan rahasia.

__ADS_1


Jika bocor maka itu hanya berasal dari mbak sendiri dan Papa. dan jika informasi ini bocor dari Ririn maka saya bersedia melakukan apapun termasuk ganti rugi yang sebesar-besarnya."


"baik, berapa lama validasi data untuk memastikan data yang saya berikan agar kami memperoleh uang yang kamu janjikan?"


Ririn tersenyum lalu menoleh wanita itu yang terlihat putus asa.


"jika mbak berikan sekarang, begitu kita selesai makan. maka informasi valid nya data akan segera kita ketahui."


Wanita yang bernama Sonia itu meraih notebook dari tasnya, lalu Ririn memberikan alamat email Asep, asisten suami nya.


"terkirim."


Ujar Sonia dengan singkat, lalu Ririn mengirimkan pesan ke Asep.


Setelah itu, Ririn kembali memanggil pelayan dan kemudian memesan makanan dan minuman untuk Papa nya dan wanita itu.


Setelah pesanan datang dan mereka makan bersama, tapi wajah wanita itu sudah mulai tenang kembali.


Setelah beberapa saat mereka selesai makan, Ririn terlihat menerima telepon dari seseorang, setelah mengatakan oke.


Telepon tersebut putus, lalu Ririn terlihat menghubungi seseorang lagi.


lalu telepon itu terputus setelah kata okey, Kemudian Ririn menoleh wanita itu dengan tersenyum.


"oke data Nya valid, mana nomor rekening Nya biar Ririn transfer."


"bagus kalau begitu, uang nya langsung bagi dua aja. setengah untukku dan setengah lagi untuk papa mu."


Ucap Sonia dan seraya memberikan nomor rekening dari keduanya.


Hanya menunggu beberapa menit, notifikasi pengiriman transfer uang masuk dan terlihat wajah wanita Begitu bahagianya.


"lalu bagaimana dengan laporan mu terhadap Nina?"


Tanya papa Ririn setelah menerima uang dari putrinya tersebut.


"lagi di urus oleh pengacaranya Ririn, sebentar lagi si Nina berengsek itu akan menghirup udara segar.


Papa tunggu aja sekitar setengah jam lagi, pasti papa akan dapat kabar Nya."


"kelamaan mas, lagian buat apa sih mengurus perempuan binal itu?


Ya sudah kita pulang aja, mas harus ingat ya kewajiban mas."


Ujar wanita yang bernama Sonia itu, tapi Ririn tersenyum kecut kepada mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2