
Profesor David masih mendengarkan penuturan dari Ririn seraya mencatat setiap poin-poin yang dianggap penting dari penurunan Ririn.
Ririn menghela napasnya setelah selesai menuturkan semuanya, dan Riko hanya tersenyum kepada istrinya karena mengetahui istrinya perlahan-lahan bisa mencintai nya.
"baik kita mulai dari Nak Ririn ya.
setelah penuturan dari nak Ririn, sementara saya hanya bisa mendiagnosis kalau nak Ririn mengidap amnesia retrograde. dimana nak Ririn tidak bisa mengingat masa kecil yang sudah dilalui, dimana kehidupan masa kecil terlupakan dengan kehidupan sehari-hari nya.
Akan terasa sakit kepala jika dipaksakan untuk mengingat kembali masa kecil, dan bisa menyebabkan seseorang tidak sadarkan diri. hal ini di picu oleh otak untuk untuk membuat nya istrihat.
Hal disebabkan karena trauma di masa lalu, kekerasan fisik dan kekerasan sosial. misalnya menjadi sasaran kekerasan dalam rumah atau karena kekerasan dari kehidupan sosialnya.
Apakah nak Ririn pernah mengalami kekerasan dari dua yang saya sebutkan tadi?"
"kata mama, Ririn dalam keadaan pingsan di kamar dengan kondisi tubuh memar dan hidung berdarah serta mulut. hal dilakukan oleh Papa.
Dari kejadian itu, Ririn selalu ketakutan jika melihat Papa dan beruntung nya papa jarang pulang ke rumah."
"baik nak Ririn, terjawab sudah penyebabnya. semua berkaitan dengan kekerasan tersebut yang dilakukan oleh keluarga sendiri yang tidak lain Papa nak Ririn."
"bagaimana jika hal di biarkan prof?"
"sepanjang tidak mau atau tidak ingin mengingat masa kecil, itu tidak masalah.
Tapi jika melihat Papa nya nak Ririn, maka kekwatiran itu akan timbul sehingga memicu otak bekerja untuk mengingat masa kecil dan itu akan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa tapi tidak bisa di definisikan.
Sulit untuk mengungkap nya dan akan membuat kesadaran fisik akan berkurang dan tentunya akan berpengaruh terhadap kinerja otak."
"benar itu prof, karena setiap kali melihat Papa. kepala ku ini terasa sakit demikian juga dengan dadaku sesak rasanya.
Hanya saja Ririn tidak bisa mengekspresikan nya, apakah Ririn harus membencinya atau akan melakukan sesuatu terhadapnya."
"begitu lah nak Ririn, jika mengingat masa kecil dan perlakuan nya maka otak akan mampu untuk melakukan sesuatu hal yang dapat kita ekspresikan."
"prof, apa Ririn bisa mengingat masa lalu tanpa sakit kepala?"
__ADS_1
"baik, sesi selanjutnya saya harus melakukan wawancara dengan keluarga, dan disini saya meminta mama nya nak Ririn untuk sesi wawancara.
Saya ingin mengetahui masa kecil nak Ririn dari sudut pandang lain dan jika kerabat yang lain dan itu lebih baik.
Wawancara dengan pihak keluarga atau kerabat untuk memastikan ingatan yang terlupa dari segi sudut pandang lain.
Lalu melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang lain yang meliputi MRI, CT scan, pemeriksaan darah, dan EEG (elektroensefalogram). scanning terhadap otak dan nantinya akan dibantu oleh dokter Imran.
hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi otak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat pengembalian ingatan masa kecil. setelah dokter Imran mengatakan aman, maka Tahap selanjutnya melakukan tes kognitif untuk mengukur daya ingat.
Bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh bisa nak Ririn mengingat masa kecil.
Tahap terakhir yaitu hipnoterapi, membuat nak Ririn kembali ke masa kecil dengan membawa ke bawah sadar melalui hipnotis tetapi. tentunya nanti nya akan didampingi oleh nak Riko sebagai suami dan dokter Imran dari segi medis."
"saat ini Ririn persiapan skripsi, jika melakukan hal ini apakah berpengaruh terhadap kinerja otak, yang bisa menyebabkan kesulitan untuk menyusun skripsi?"
"tahap pertama dan tahap kedua tidak menjadi masalah, karena saya hanya butuh rekam medis untuk tahap ke tiga dan terakhir sebagai puncaknya.
Itu harus berjadwal dengan rentan waktu 6 hari, jadi kemungkinan masih sempat untuk melakukan atau melaksanakan skripsi nak Ririn."
Riko menoleh ke arah istrinya dan kemudian terlihat berpikir dengan keadaan yang kurang kondusif.
"begini prof, susana dalam keluarga ku tidak dalam baik-baik saja. takutnya jika membawa ibu mertuaku kemari akan ada hal sesuatu yang tidak ingin saya harapkan terjadi."
"tenang nak Riko, saya bersama asisten ku yang akan mendatangi rumah nak Riko."
"syukurlah lah, dan saya berterimakasih akan hal itu."
Riko tersenyum lega, karena ibu mertuanya tidak perlu kemari untuk wawancara pihak keluarga.
"bagaimana dengan Suamiku prof?"
Dengan tersenyum ramah, Profesor David menoleh ke Ririn lalu menatap menatap Riko.
"berdasarkan rekam medis nak Riko dan penuturan nak Ririn.
__ADS_1
Saat ini saya hanya bisa mendiagnosis, dissociative identity disorder (DID). atau yang biasa dikenal berkepribadian ganda.
Dari rekam medis, awalnya nak Riko seperti nak Ririn.
tapi disini kasus nya agak beda, nak Riko masih bisa mengingat sekilas yang membuat nya bertindak dibawah kendali spontan.
Tidak bisa mengontrol diri terutama emosi dan empati, semua akan lupa jika sudah berbeda akan kepribadian seperti yang nak Ririn jelaskan.
Jadi disini akan melakukan hal yang sama dengan nak Ririn, lalu menyerahkan sepenuhnya kepada dokter Imran yang bertindak secara medis."
"lalu bagaimana dengan sikap kasar terhadap kedua mantan istri Ku? lalu kenapa berbeda dengan perlakuan ku terhadap Ririn?"
"begini nak Riko, Istri mu hanya menceritakan tentang yang dia alami ketika bersama mu. dan rekam medis ini hanya dari masa kecil Mu.
Itulah sebabnya saya membutuhkan tahapan seperti yang akan dilaksanakan terhadap istri kamu ini.
dari semuanya itu barulah kita akan melakukan pengobatan intensif yang akan dilanjutkan oleh dokter Imran."
"apakah ini berbahaya prof?"
"sangat berbahaya, selain mengurangi performa kinerja otak hal ini juga akan berbahaya terhadap diri sendiri maupun orang-orang yang ada disekitar Mu.
Biasanya hal disebabkan oleh masa lalu yang kejam dan kelam, sehingga membuat otak tidak mampu berpikir secara logis.
Kehilangan kemampuan mengontrol emosi yang membuat penderitanya tidak membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
Semua yang nak Riko lakukan di luar kendali mu dan ketika kembali dalam mode kesadaran dan kamu nak tidak akan merasa bersalah atas apa yang kamu lakukan sebelumnya.
Sejauh ini istri nak Riko ini masih bisa mengatasinya, tapi ada kalanya ada kelemahan di suatu saat dan itu benar-benar berbahaya.
Sampai kapan akan seperti ini? semua ada waktu nya, cepat atau lambat musibah yang lebih besar akan kelak terjadi jika hal ini dibiarkan tanpa penanganan yang tepat."
"saya paham akan maksud Profesor, dan saya akan melakukan apapun demi diriku dan juga istriku ini."
"senang mendengarnya, dan nanti akan saya buat kan jadwalnya."
__ADS_1
Tahap pertama ini, Profesor David tidak memberikan saran apapun karena belum memastikan keadaan pasien sebelum melaksanakan tiga tahap.