
Ririn yang penasaran langsung menatap tajam ke arah mama nya, yang menginginkan sang mama untuk bercerita.
"harta itu bukan miliknya, itu adalah harta peninggalan nenek mu yang diperolehnya dari orang tua Nya.
Mama lihat kok sertifikat rumah dan kebun itu, dan jelas-jelas masih tertulis nama nenek mu yang didapatkan berdasarkan hibah dari orang tuanya.
Kakek mu dulu tidak punya apa-apa saat menikah dengan nenek mu, lalu kakek mu di usir oleh nenek mu karena ketahuan selingkuh."
Akhirnya sang mama cerita, dan Ririn merasa lega dan mengikhlaskan suaminya untuk melakukan sesuatu yang tadinya tidak sesuai dengan pemikiran Ririn.
"lalu kenapa sepupu nya Papa itu ngotot ingin harta nya di kembalikan?"
"ntah lah kak, tapi yang jelas nenek mu tidak pernah mengambil hak orang lain.
Nenek mu adalah wanita yang baik, dulu mama bertahan karena nenek mu yang selalu ada untuk mama. lalu kalian berdua, nenek mu bukan tipe orang yang rakus.
Beliau tidak akan mengambil yang bukan haknya, mama bisa memastikan itu.
Kalau mau dibuktikan secara hukum pun, almarhumah nenek pasti menang.
karena memang warisan dari orangtuanya, kemudian berkembang dan bertambah beberapa petak sawah dan kebun.
Semua riwayat pembelian atau peralihan jelas dan tidak satupun yang hak orang lain disitu."
Mamanya begitu yakin, kalau almarhumah nenek putrinya itu tidak pernah mengambil hak orang lain.
"suami mu kemana kak?"
Seraya memperhatikan sekeliling, lalu bertanya kepada Ririn, karena menantunya tidak terlihat di rumah mewah itu.
"Katanya ada urusan ma, oh iya ma. lusa temani Ririn USG ya."
"kenapa ngak suami aja sayang, biar kalian berdua bisa melihat perkembangannya, lalu sisanya akan mama urus."
Jawaban dari mama nya, membuat Ririn memutar otak untuk mencari alasan kenapa tidak ditemani oleh suaminya.
"mas Riko dan Asep akan dinas ke luar negeri ma, sebenarnya mas Riko ingin bicara dengan mama, untuk memintak tolong agar mama yang menemani Ririn ke klinik."
"oh gitu toh, iya sudah. mama bersedia, tapi kakak harus memberitahu suami mu ya, jangan lost kontak."
Ririn hanya tersenyum menanggapi sanggahan dari mama nya, kemudian pamit untuk masuk kamar.
Alasannya adalah untuk istrihat, lalu melangkah ke arah kamar.**
Pagi telah tiba dan Ririn meraba sebelah ranjangnya, setelah beberapa saat kemudian baru sadar kalau kalau suaminya tidak berada di dekatnya.
Kemudian meraih handphone Nya, lalu mencari kontak suaminya.
__ADS_1
'halo mas, sudah bangun?'
Itulah awal percakapannya dengan sang suami, Ririn meminta suaminya untuk tidak lupa sarapan sebelum beraktivitas.
Lalu bangkit dari ranjang dan kemudian beres-beres, setelah itu mandi.
Selesai berpakaian lalu keluar kamar untuk sarapan.
Seperti biasanya jika sang suami bertugas di luar, Ririn menggantikan posisi suaminya di kantor, walaupun hanya menerima dokumen lalu merangkum nya untuk suaminya.
Begitu tiba di kantor dan langsung disambut oleh Diana, dan itu sudah menjadi rutinitas seperti biasanya.
Diana sudah menjadi karyawan tetap di perusahaan tersebut, selesai misi kemarin. Riko memintak mereka berdua untuk tetap bekerja di perusahaannya.
Baru membaca beberapa dokumen, Ririn sudah kedatangan tamu. dia adalah Bella, yang sepupu nya Fikri perkenalkan sebagai calon istrinya.
Dengan nada suara yang dibuat manja saat menyapa Ririn dan langkahnya seperti model walaupun itu tidak cocok dengannya.
"kamu pasti ngak percaya dengan apa yang aku perlihatkan kepada Mu."
Ucap Bella lalu memberikan handphone nya dimana video yang sedang di putar di kepadanya.
Terlihat Riko bersama perempuan di hadapannya hendak berhubungan badan, tapi sepertinya Ririn tidak mempercayainya.
"terus dengan memperlihatkan ini, kamu sudah bangga menjadi pelakor?"
"Fikri itu hanyalah pegawai bank, walaupun posisinya seperti sebagai direktur. tapi itu masih kalah dengan suami mu sebagai CEO dan pemilik saham terbesar.
Kalau tidak bisa mendapatkan suaminya, ya kembali ke Fikri.
Sepupu mu itu sudah cinta mati kepadaku, dan tidak mungkin dia lepas dari genggaman Ku, dia seperti kerbau yang di cucuk hidungnya yang siap memenuhi setiap perintah tuan nya."
Ririn hanya tersenyum sinis mendengar penjelasan dari perempuan yang Bella itu, seorang perempuan yang blak-blakan melabrak istri sah dari pria yang dia sukai.
"nama kontak di handphone mu ini, Fikri sayang?"
Senyuman sinis dari Bella langsung berubah menjadi raut wajah yang panik setelah Ririn bertanya mengenai kontak Fikri pada handphone nya tersebut.
drrrt..... drrrt.... drrrt.....
Seketika itu juga handphone Bella langsung bergetar, pertanda ada yang menghubungi nya dan itu dari kontak Rifki sayang.
Kepanikan itu semakin menjadi-jadi dan Ririn kembali membaca beberapa dokumen yang ada di hadapannya.
Tidak berapa lama kemudian, Bella berhenti bicara melalui telepon nya dan menatap tajam kearah Ririn yang santai membaca beberapa dokumen.
"kamu yang mengirimkan video itu ke Fikri ya? dasar saiko."
__ADS_1
Ririn berhenti membaca dokumen lalu tersenyum sinis ke arah Bella.
"iya benar, saya mengirimkan video itu serta rekaman suara kamu barusan. ngak sabar deh melihat ekspresi dari Rifki.
kasihan benar sepupuku itu, calon istrinya yang merupakan seorang pengisap darah."
"tutup mulutmu wanita saiko, lihat saja. saya akan merebut suami mu yang kaya raya itu dan saya pastikan kalau kamu akan diceraikan olehnya."
"silahkan jika kamu mampu membuat nya seperti kerbau yang di cucuk hidungnya, dan aku tunggu kabar selanjutnya ya.
Oh video tadi itu sudah upload kok ke media sosial Mu, sebentar lagi karir mu sebagai model akan hancur."
"dasar bangsat.......
Uh..... ah........."
Ririn mempelintir tangan Bella yang hendak menampar Nya dan meringis kesakitan, lalu menghempaskan tangan itu.
"kamu ya, benar-benar saiko. itu editan bangsat."
"oh editan.....
tapi mau gimana lagi, video itu sudah tersebar di media sosial mu."
Seketika itu juga Bella langsung melihat media sosial nya melalui handphone Nya.
'segitu niatnya model agar viral, rela edit video mesum dengan pengusaha yang sudah beristri.'
'padahal tunangan petinggi Bank loh'
'mau viral gini amat ya'
'dasar pecun murahan'
'bentar lagi bunuh diri tu karena skandal ini, agen mana mau menerima model pelakor seperti.'
Begitulah para komentar netizen di akun sosial nya dan beramai-ramai tag pihak yang berwenang dan juga akun media sosial bank tempat bekerja Fikri serta akun media sosial Fikri.
"ah.......
dasar bangsat, kurang ajar kamu, dasar saiko....."
"berisik.....
security... security......."
Ririn memanggil security dan memintanya untuk mengusir perempuan yang bernama Bella itu.
__ADS_1
Bella terus menerus meneriaki Ririn sebagai Psikopat dan saiko, lalu diseret paksa dua security untuk keluar dari ruangan mewah itu.