CINTA SUAMI PSIKOPAT

CINTA SUAMI PSIKOPAT
Bukti Terbaru.


__ADS_3

Profesor David kemudian memberikan notepad tersebut ke Ririn dan memintanya untuk membagi nya kepada pengacara Ririn.


Seketika itu juga Ririn langsung membagikan dokumen itu kepada Diana, setelah selesai melakukan itu. Ririn kemudian menyerahkan notepad itu ke Profesor David.


"selanjutnya bagaimana Prof?"


Riko bertanya kepada profesor David setelah beliau terlihat tenang.


"nanti hasil print out dari monitor itu akan pelajari bersama dokter Imran, dan nantinya kami akan mengabari nak Riko atau nak Ririn.


Sekian dulu hari ini, kalian berdua bisa pulang. saya harap kalian berdua istrihat aja dulu hari ini.


Tenangkan pikiran dan rileks untuk hari ini, karena nak Riko dan nak Ririn sudah banyak mengeluarkan energi saat ini."


"baik prof, Terimakasih atas sarannya. kami berdua pamit pulang."


Ucap Ririn menanggapi perkataan dari profesor David, lalu mereka berdua keluar dari ruangan tersebut.


Selama dalam perjalanan, Riko dan istrinya hanya terdiam. mereka berdua seperti sibuk dengan pikirannya masing-masing.


Akhirnya mereka sampai di rumah dan Ririn langsung menemui mama Nya.


Berkas dalam map itu serta disket langsung diberikan nya kepada Ririn.


"terus kita membuka disket ini pake apa ya mas?"


Riko berpikir sejenak sementara mama Ririn memegang pundak Ririn.


"mama melihat di gudang ada komputer jama dulu, dan terlihat bagus."


"mama bisa merakitnya?"


"bisa dong, kan mama dulu waktu masih menggunakan komputer jadul."


Ujar mama nya Ririn, dan seketika itu mereka bertiga ke gudang.


Riko membawa monitor yang berbentuk tabung itu, sementara istrinya membawa CPU , mamanya membawa perangkat yang lainnya.


selesai sudah di rakit, kini tinggal uji coba. Riko lalu menghubungkannya ke sumber listrik dan komputer jadul pun menyala.


"masih bagus kok kak, sistem operasi sudah lebih maju dari yang mama pakai dulu. sini disket kak."


Ujar mama nya Ririn, lalu disket itu diterima nya kemudian disket tersebut dimasukkan dalam port disket.


Mereka menunggu beberapa saat, dan akhirnya disket terbaca oleh sistem.


"memakai password ya ma?"

__ADS_1


"tenang, mama ahlinya. dulu ini kerjaan mama, mengotak Atik komputer di kantor jika bermasalah."


Hanya beberapa menit, password disket tersebut bisa dibobol. isi disket berisi dua Folder yaitu A dan B.


Sama seperti disket yang ditemukan oleh Riko dan istrinya di grobak tersebut.


"tadi password apa bu?"


Riko bertanya kepada ibu mertua nya, karena Folder tersebut sama dengan folder di disket yang dia temukan bersama istrinya.


"ibu ngak tahu nak, tadi di bobol. dan itu tidak menggunakan password."


"oke lanjut bu, yang penting bisa terbuka."


Ucap Riko, dan kemudian salah satu folder di buka dan terdapat beberapa file. lalu mama nya Ririn membuka file tersebut.


"warna layarnya kok biru gitu ya ma?"


"ini namanya WordStar atau biasa di singkat WS. cara mengetik nya sama, cuman di WS ini banyak memakai shartcut atau kontrol untuk memberikan perintah pekerjaan."


(WordStar adalah sebuah pengolah kata yang begitu populer di tahun 1980-an hingga awal 1990-an. pada sistem operasi DOS untuk pengembangan terakhir Nya.


WordStar sama halnya seperti Microsoft word yang kita kenal saat ini, WordStar bahkan masih dipakai hingga tahun 2005.


WordStar banyak di gunakan di kantor pemerintah, kantor Notaris dan Kantor pengacara bahkan di kantor swasta lainnya.)


"bisa dong kok, tapi kita harus install dulu driver printer terlebih dahulu dengan bantuan flashdisk, karena CPU komputer jadul tidak menyediakan port DVD."


"kirim aja ke email Ririn, nanti biar Ririn yang print karena laptop Ririn sudah terkoneksi dengan printer ini ma."


"di laptop kakak itu tidak aplikasi WS nya, kalau mau menyambungkan internet harus menggunakan kabel port khusus dan itu tidak ada di jual lagi.


Hanya port untuk printer yang masih sama, ya sudah. mama pinjam dulu printer dan flashdisk kakak.


Nanti biar mama copy driver printer nya dari laptop kakak, dan menginstal di komputer jadul ini."


"mama bisa mengcopy driver printer?"


"mama mu ini memang dari jaman jadul, tapi ngak gaptek amat kak. kan mama yang mengajari kakak bahasa Inggris dan memakai komputer. masa gurunya ngak bisa?"


Kedua pipinya mama nya di cium oleh Ririn dan kemudian langsung meraih tas ranselnya yang selalu dibawa setiap keluar rumah, dan memberikannya kepada mama nya serta flashdisk yang di minta.


Membutuhkan waktu hampir dua puluh lima menit, akhirnya mama nya Ririn berhasil mencetak file dari disket tersebut.


File di cetak dengan rangkap dua, dan akhirnya selesai juga, file yang tercetak tidak sebanyak file dari disket yang ditemukan oleh Riko dan istrinya.


"mama ke belakang dulu ya kak, mau buat minuman. kakak mau minum apa?"

__ADS_1


"teh aja ma, Kalau mas Riko kopi ya ma."


Mama nya Ririn berlalu, dan Riko masih fokus membaca dokumen yang sudah tercetak itu.


Tiba-tiba Riko menangis dan istrinya itu langsung memeluk Riko.


"kenapa mas?"


Riko tidak langsung menjawab Nya, tapi tatapan matanya begitu sedih.


"dokumen tentang pajak ini adalah perdebatan Papa dengan kakek, Papa menggelapkan dana pajak.


Operasi terhadap mama adalah mall praktek yang disengaja dan disini ada tandatangan Papa sebagai wali nya.


Rumah sakit itu milik pemerintah, dan dokter nya pilihan Papa serta Tante Irma.


Mereka sudah merencanakan nya dengan sempurna dan terstruktur, mereka benar-benar biadab.


Hanya karena uang, mereka banyak mengorbankan nyawa keluarga dan nyawa orang lain.


Tolong panggil Asep dan Diana, suruh panggil semua pengacara kita."


Ririn langsung meraih handphone Nya, dan menghubungi Asep.


Tidak berapa lama, Ririn sudah selesai menelpon dan mamanya pun datang ke ruangan privat itu bersama Mpok Ina yang membawa makanan.


Melihat keadaan itu mpok Ina langsung meletakkan makanan yang dibawa nya, kemudian merogoh kantong daster yang dikenakannya.


"nak Riko, dulu almarhumah ibu Nadia. diberikan obat oleh tuan.


Bukan tambah sehat, tapi almarhumah malah semakin parah sakit Nya.


Inilah sampel yang mpok curi dari kamar ibu saat itu, sebenarnya mpok sudah mau memeriksa ini ke toko obat nya.


tapi toko obat itu malah terbakar, berikut dengan yang punya toko.


Mpok jadi takut dan tetap menyimpan obat sebagai bukti nanti Nya."


Riko menerima obat dalam botol kecil, yang dibungkus dengan plastik kecil.


mereka kemudian terdiam, dan Mpok Ina memberikan air minum kepada Riko.


"minum dulu nak, biar tenang. sabar dan tenang. orang-orang seperti mereka pastinya akan mendapatkan ganjaran yang setimpal."


"mpok benar, mereka harus mendapatkan ganjaran yang setimpal."


Ucap Riko dan kemudian tersenyum kecut, dan kembali membaca dokumen yang ada di hadapannya.

__ADS_1


__ADS_2