
POV Fahar.*
Terpancar dari tatapannya yang penuh kehancuran hati, mamanya Bagas tidak pernah mengetahuinya.
"apa benar yang saya dengar ini?"
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
"perempuan bodoh, kamu saja dengan mama mu, yang mengandalkan uang dan kuasa.
kamu pikir kamu itu cantik? ngak Royaha, kamu itu hanya pelampiasan belaka. keinginan ku hancur gara-gara keluarga Mu dan pada akhirnya saya yang menghancurkan keluarga Mu."
Lalu Riko kemudian menjepit kuku ibu jari kiri Bagas.
"Hmmmm........ hmmmm........ Hmmmm........ aaaa......"
Bagas berteriak karena kukunya dicopot oleh Riko lagi.
"tenang ibu Rohaya, saya sudah tahu dimana istri dan anak-anak dari suami ini.
Mereka tinggal di Jerman di kota Hamburg, di sebuah apartemen, dan ini videonya. dimana istri dan anak-anak suami mu tewas gantung diri apertemen Nya."
Ucap Riko seraya menunjukkan video kepada mereka berdua, video itu diputar melalui notepad milik Riko yang diambil dari tas ranselnya.
"bangsat....
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
tidak masalah, karena saya masih punya istri dan anakku yang lain. jika kamu membunuh dua anak cacat ku ini serta anakku yang humburg, masih ada lagi yang lain.
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha"
Riko juga ikut tertawa karena Papa nya Bagas tertawa, lalu memutar video yang berbeda. dimana sebuah keluarga yang terdiri dari dua anak laki-laki dan satu orang ibu, di bantai dan digantung di ruang tamu apartemen.
"ini anak dan istri mu kan?"
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
kali ini mama nya Bagas yang tertawa, terlihat dia puas dengan kedua video yang di tampilkan oleh Riko yang bertanya kepada Papa nya Bagas.
"berguna juga kau jadi psikopat ya.
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha.
Ucap mama nya Bagas lalu tertawa lepas dan kemudian menangis.
"keluarga Ku sudah hancur, ternyata suami Ku yang sempurna tidak lain adalah iblis. selama ini aku mengikutinya karena perjuangan Nya.
__ADS_1
Ini salahku yang terlalu cinta buta, yang membutakan mata hatiku dan menutup akal sehat Ku.
Saya mohon Riko, tolong jangan sakiti kedua orang tua ku dan kedua saudara laki-laki ku serta keluarganya.
Mereka sudah berusaha untuk melindungi ku dari pria iblis ini."
Ungkap mama Bagas, lalu Riko meraih handphone satelitnya dan terdengar suara perempuan dari handphone satelit tersebut.
'bagaimana Rohaya? kamu sudah sadar?'
"mama, maafkan Rohaya ma."
'semua sudah terlambat sayang, adik mu serta Papa mu, serta dua cucuku tewas karena ulah mu dan juga suami mu yang saiko itu, maafkan mama yang gagal mendidik mu.
inilah hal terakhir yang bisa mama lakukan untuk Mu, supaya kamu penasaran terhadap suamimu.
dia itu iblis yang menghancurkan keluarga kita dan orang lain, setidaknya kamu tahu. seperti apa suami mu itu, agar kamu tidak penasaran.'
"maafkan Rohaya ma, saya ikhlas dengan semua ini. semoga mama sehat selalu, I Love you ma."
Sambungan telepon satelit berakhir dan terlihat mamanya Bagas tersenyum puas lalu menatap suaminya.
"untuk keturunan saya masih memiliki dua orang adik laki-laki dan mereka juga menikmati apa yang saya dapatkan."
"yang ini maksud Mu?"
"satu lagi ni, adik perempuan mu dan juga adik laki-laki sepupu mu yang lain. dimana uang mu mengalir ke rekening mereka."
Riko menunjukkan video kepada Papa nya Bagas, dan terlihat sorot matanya yang penuh dengan kebencian.
"bangsat.....
Dasar saiko, bangsat......
akan ku bunuh kau....."
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
mamanya Bagas tertawa melihat suaminya berteriak dan memaki-maki Riko.
"sesama saiko ngak udah teriak, kita yang dibunuhnya. sudah ikhlaskan aja bangsat.
Sekarang kita sudah impas, seluruh keluarga mu sudah tewas.
Riko, terimakasih.
Lakukan apa yang ingin kau lakukan, jangan siksa Bagas dan Nina lagi, bunuh aja mereka berdua. percuma mereka berdua hidup dalam keadaan cacat.
__ADS_1
jika pun kamu melepaskannya, mereka berdua akan sama seperti mu dan juga suamiku, bisa-bisa nanti akan balas dendam kepada keluarga dan keluarga saudara-saudara Ku.
Ini salahku, dan aku tidak mau semuanya menderita. cukuplah aku dan anak-anak ku yang menanggungnya. karena kami juga menikmati hasilnya dan juga membahayakan, membunuh dan merugikan orang lain.
lakukan Riko, dan jangan siksa anakku lagi, sekarang lakukan."
Pinta mama nya Bagas, lalu Riko meraih handphone satelitnya dan berkata laksanakan.
Setelah itu Riko mengarahkan telpon satelitnya ke mamanya Bagas.
'ma, tolong segerakan hukuman ini. lebih baik mati daripada harus menanggung aib dan hinaan orang. tolong Nina ma, tolong segerakan ma.'
"maafkan mama karena gagal mendidik mu dan Bagas, maafkan mama sayang. sebentar lagi penderitaan mu akan berakhir."
'terimakasih ma, Nina juga minta maaf yang selalu meminta lebih dari mama, dan tidak pernah menghargai mama.
terimakasih sudah menjadi mama nya Nina yang baik.'
Mamanya Bagas menutup matanya ketika mendengar jeritan putrinya, yaitu Nina dari seberang sana.
Lalu sambungan telepon satelit berakhir, kemudian Riko menutup mulut kedua orang tua Bagas dengan lakban dan melakukan itu berulang-ulang hingga terlihat tebal.
kemudian Riko menaburkan bensin di area mereka bertiga, lalu merapatkan tempat duduk mereka bertiga.
Riko mengambil korek api lalu memercikkan dan api muncul serta melempar korek tersebut ke arah Bagas dan kedua orang tua Nya.
Setelah api menjalar, Riko langsung keluar dari gudang tersebut dan menelusuri gubuk serta keluar dari gubuk dengan menaiki sepeda motor trail miliknya.
Setelah berjarak beberapa meter dari gubuk itu, Riko tersenyum puas melihat gubuk dan gudang itu terbakar.
Riko memastikan area sekitar aman dan kemudian memastikan gubuk dan gudangnya terbakar.
Lalu Riko meninggalkan lokasi tersebut dengan menaiki sepeda motor trail Nya, berkendara melewati semak belukar dan akhirnya sampai di jalan kecil.
Terus menelusuri jalan tersebut, hingga akhirnya tiba di jalan besar dan lama kelamaan, jalanan sudah mulai ramai dengan pemakai jalanan.
Hampir dua jam lebih mengendarai sepeda motor trail, akhirnya Riko menepi di sebuah warung.
"Nasi goreng spesial nya dan juga kopi panas ya pak"
Pinta Riko kepada pemilik warung tersebut, lalu pemilik warung tersebut tersenyum ke arah Riko.
"sebentar ya mas, oh ya mas dari mana?"
"biasa pak anak muda, berpetualang dengan motor trail."
Pemilik warung tersebut hanya tersenyum menanggapi jawaban dari Riko, memang pada dasarnya, pembeli warung tersebut adalah para pemotor trail yang berpetualang.
__ADS_1