CINTA SUAMI PSIKOPAT

CINTA SUAMI PSIKOPAT
Psikopat III


__ADS_3

POV Fahar.**


Kemudian Riko membereskan barang-barangnya, lalu menyalakan korek api dan melemparkan api tersebut ke arah mereka bertiga yaitu Rida, anak serta suaminya.


Api langsung menjalar dan merambah ke beberapa tempat.


Riko langsung meninggalkan tempat tersebut, kemudian melumuri seluruh mobil nya dengan bensin, kemudian membakar mobil tersebut.


lalu Riko pergi dari rumah itu, dengan menggunakan sepeda motor yang sudah disiapkan di gudang rumah tersebut.**


flashback.*


Rencana tersebut sudah benar-benar di rencanakan, untuk menghancurkan dan melenyapkan yang menjadi penghancur keluarga Riko.


Papanya Riko yang bernama Herman adalah penjahat kelas kakap, dan itulah penilaian Riko terhadapnya.


'saat nya beraksi, alamat sasaran berikutnya sudah saya dapatkan. sebentar lagi akan saya kirimkan alamat nya.


kita bertemu disana, lakukan dengan sempurna. kita harus melakukannya jauh lebih dari orang itu.'


Perintah Riko kepada seseorang melalui handphone genggam miliknya, setelah bergegas pulang ke rumah.


Ririn istrinya menyambut Riko dengan senyuman nya yang paling manis.


"hanya kamu yang bisa menghentikan langkah Ku, tapi sayang. tolong biarkan saya bertindak."


"kalau sudah selesai, kita harus melanjutkan konsultasi kepada Profesor David dan dokter Imran."


"iya sayang, mas janji akan pergi konsultasi bersama Mu."


"baik mas, Ririn menunggu janji mu ini."


Pinta Ririn dan Riko langsung pergi di pagi lagi dengan membawa tas ransel di punggungnya.


Riko berkendara sendirian, menulusuri wilayah wisata pertanian dan kemudian berhenti di sebuah kafe di pinggir jalan.


Lalu seorang laki-laki yang berpakaian serba hitam dan memakai topi hitam serta memakai masker berwarna hitam menghampiri Riko yang duduk seraya menikmati kopi.


"semuanya sudah siap, anggota saya sudah menunggu di simpang.


Ketika manusia biadab secepatnya pasti bebas dari penjara, kenoksi mereka begitu solid."


"biarkan aja, kita tetap pada rencana semula."

__ADS_1


Lalu pria yang berpakaian serba hitam terus berlalu menggunakan sepeda motor trail, kemudian Fahar kembali menikmati kopi dan alam sekitar.


drrrt.... drrrt.... drrrt.....


Handphone Riko kembali bergetar dan menjawab panggilan telepon tersebut.


'alamatnya pas, sekarang waktunya.'


Sambungan telepon berakhir dan Riko langsung berlalu dari kafe tersebut, di sepanjang perjalanan terdapat beberapa petani yang bekerja.


Semakin jauh semakin sepi, dan akhirnya Riko turun untuk bertanya kepada petani yang bekerja.


Setelah itu pergi lagi dan setalah melihat sasaran bergerak keluar, kemudian Riko berbalik arah dan pura-pura kembali ke petani yang tadi saat dia bertanya alamat.


Itu adalah pengaburan jejak, sebelum sudah ada lima orang yang bertanya kepada petani tersebut mengenai alamat Rida dan keluarganya.


Semua itu adalah orang-orang yang bekerjasama dengan Riko, mereka semua berpura-pura sebagai pemilik restoran, kafe bahkan ada yang mengaku sebagai pemilik hotel dan katering yang terkenal.


Bahkan setelah pergi dari tempat itu, ada lagi orang yang bertanya kepada mereka, tentang alamat Rida dan keluarganya.


Rida adalah sasaran berikutnya, Rida adalah mantan istri kedua Riko yang bekerjasama dengan papa nya Riko untuk menguras semua harta kekayaan keluarga Riko.


Rida sudah mendapatkan bagiannya dan meninggalkan luka yang begitu berat bagi Riko.


Rida yang mengaku keguguran karena kasus kekerasan dalam rumah tangga, dan itu menjadi kesempatan bagi Papa nya Riko untuk memojokkan Riko.


Herman papanya Riko sempat berjaya dengan usaha liciknya, tapi itu hanya sementara. karena Riko sudah mengetahuinya.


Tapi Riko dicap sebagai laki-laki monster yang selalu menyakiti istri Nya.


Berdasarkan pengamatan orang-orang kepercayaannya Riko, bahwa sering kali orang-orang bertanya alamat Rida kepada masyarakat sekitar.


Hal itu dimanfaatkan Riko untuk bisa menghapus jejak.


Kendaraan yang baru masuk ke daerah tersebut langsung mengetahui alamat Bu Rida, tentunya itu akan menimbulkan kecurigaan.


Dengan berpura-pura bertanya, dan seperti orang pada umumnya yang sudah melakukan hal tersebut, gunanya untuk menghapus jejak.


Sasaran sudah masuk perangkap, lalu Riko melaju menuju persimpangan jalan kemudian menukar mobil.


Mobil yang dikendarai oleh Rida bersama keluarganya, yang diambil paksa oleh orang-orang suruhan Riko.


Mobil itu yang dikendarai oleh Riko ke rumah kosong di tengah kebun yang jauh dari jalanan umum.

__ADS_1


Rumah tersebut adalah milik almarhum kakeknya Riko yang sudah di jual Herman papanya Riko ke keluarga Bagas.


Benar-benar terencana dan itulah rencananya untuk menghancurkan musuhnya, rumah dan kebun itu adalah milik keluarga Bagas dan tentunya akan berkaitan langsung dengan keluarga Bagas.


Rida dulunya pernah bekerjasama dengan Brayan, ayah dari Bagas.


Beberapa media sudah pernah membahas tentang Brayan dan istrinya, akan segala tindak-tanduk yang banyak merugikan negara dan juga orang lain.


Akan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang mereka kehendaki, termasuk membunuh orang yang menjadi penghalang rencana mereka.


Orang-orang seperti Brayan dan istrinya, tidak akan tersentuh hukum. karena koneksi ke petinggi negara yang mempuni.


Ibarat nya mereka mempunyai kartu As para petinggi negara ini untuk mengamankan posisi mereka.


Mungkin dengan cara ini, yaitu membunuh satu persatu orang-orang kepercayaannya Brayan dan keluarganya, maka akan bisa membuka mata hati koneksi nya.


Riko sudah mendapatkan informasi tambahan setelah menggoreskan kepedihan dan penderitaan bagi Rida dan semuanya.


Lalu membakarnya berikut dengan mobil milik keluarga Rida di rumah di tengah kebun tersebut.


Tersenyum puas, lalu Riko pergi dari tempat itu dengan mengendarai sepeda motor trail yang dipakai pria yang menemui nya di kafe pinggir jalan wisata itu.


Setelah jauh dari lokasi kejadian, kemudian Riko berhenti dan mengambil buku catatan Nya.


Diagram pohon untuk target sudah tercoret dua nama, yaitu tante Irma dan Rida.


Dengan tersenyum sambil menceklish nama seseorang di buku tersebut.


Kemudian melanjutkan perjalanan, tidak berapa lama kemudian. sepeda motor trail itu berhenti di sebuah vila mewah.


Vila mewah di sekeliling oleh pohon-pohon yang rindang dan ada juga beberapa pohon buah lainnya.


Itu adalah perkebunan cabe serta beberapa sayuran lainnya, yang tidak lain adalah milik almarhum kakeknya.


Riko duduk di teras rumah seraya meraih handphone miliknya.


'sayang, jangan lupa makan. pastikan pengawal selalu terjaga, Asep akan selalu memantau rumah.


Asep atau Diana, akan selalu menjagamu dan juga ibu, Adit dan mpok.'


'iya mas, hati-hati ya mas, pulanglah dalam keadaan utuh tanpa kurang apapun, I Love you mas'


itulah jawaban untuk Riko, lalu mengakhiri panggilan telepon tersebut.

__ADS_1


Setelah itu Riko masuk ke dalam rumah dan langsung menunju kamar lalu istrihat.


Rencana sudah disusun dengan matang dan saatnya beraksi untuk mengakhiri kekejaman dalam keluarga Riko.


__ADS_2