CINTA SUAMI PSIKOPAT

CINTA SUAMI PSIKOPAT
Babak Kehancuran Reza II


__ADS_3

POV Reza.*


Reza tidak berdaya lagi, alhasil dia tertidur di sofa itu.


Mengingat semua hal yang terjadi, dan pikirannya melayang. apa yang diperbuat kini secara perlahan di tuai oleh dirinya sendiri.


Dia sudah mengkhianati pernikahan pertama dan menelantarkan istri dan anaknya, seperti itu sedang terjadi terhadap nya.**


Perlahan Reza membuka kedua matanya, karena suara nada dering dari handphone miliknya.


Akhirnya handphone yang berdering itu di raihnya, dan ternyata yang menghubungi adalah nomor baru dan itu sepertinya nomor telpon kantor.


Tidak habis nya kejutan buat Reza, yang menghubungi barusan adalah polisi. dimana Mira terlibat mafia tanah.


Mira memalsukan sertifikat tanah dan juga tandatangan serta cap jempol untuk proses hibah.


Ternyata hari sudah siang, semalam suntuk Reza tertidur di sofa tersebut.


Bergegas menuju kantor polisi, dimana Mira bersama saudara laki-lakinya ditahan oleh polisi.


Beberapa menit dalam perjalanan, akhirnya Reza tiba di kantor polisi. kemudian langsung menuju bagian informasi.


Lalu Reza di arahkan ke bagian pelayanan hukum kriminal dan seorang pak Polisi sudah menunggu nya di sana.


"dengan pak Reza?"


"ya benar pak, apa yang sebenarnya terjadi? kenapa Istriku di tahan disini pak? lalu anak saya gimana pak?"


Tanya Reza kepada petugas itu secara bertubi-tubi, dan petugas itu berusaha menenangkan Reza.


"begini pak Reza, kami bersama instansi terkait telah bekerja sama untuk memberantas mafia tanah di negeri ini.


para oknum itu sudah sangat meresahkan masyarakat pak, dan kami menangkap Mira istri bapak beserta tiga orang saudara laki-lakinya terlibat dengan oknum mafia itu.


Sertifikat tanah yang dipegang oleh istri bapak itu palsu dan didapatkan oleh istri bapak karena kerja sama dengan oknum mafia tanah.


Istri anda hendak menjual tanah tersebut, tapi setelah di periksakan oleh Notaris ke instansi terkait dan diketahui lah bahwa sertifikat tersebut palsu.


Akhirnya komplotan para mafia mulai terbongkar dan istri bapak salah satunya, yang lainnya sedang di buru dan masuk daftar pencarian.


Anak bapak yang bernama Jack untuk saat ini, sudah berada di pantai asuhan rekomendasi dari dinas sosial, dikarenakan ibunya di tangkap tangan."


"tapi pak, Istriku mengaku kalau sertifikat itu di peroleh Nya dari Putriku sendiri."


Petugas tersebut menghela napas panjang dan kemudian kembali menatap Reza. petugas itu memanggil rekannya dan membisikkan sesuatu.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Mira dibawa kehadapan mereka berdua. lalu membawa mereka berdua ke suatu ruangan.


"bapak, silahkan ditanyakan sendiri ke istri bapak."


Ucap petugas tersebut dan kemudian memanggil rekannya lagi untukku mengawasi Reza dan istrinya.


Setelah petugas itu pergi yang digantikan oleh rekannya, lalu Reza menatap istrinya dengan tatapan yang kecewa.


"sekarang kamu jujur, dari mana kamu mendapatkan sertifikat itu? kenapa tandatangan Ririn dan mama sudah tertera di surat Hibah itu?"


"Ririn yang memberikannya kepada Mira mas, dan melalui perantara."


"kamu bohong Mira, tanda tangan dan cap jempol atau sidik jari dalam surat hibah itu palsu.


Sertifikat nya juga palsu, almarhumah mama sudah memberikan nya kepada Ririn dan itu sudah balik nama.


Mas sendiri ikut tandatangan peralihan hak tersebut, dan sertifikat itu sudah pernah digadaikan.


Seharusnya di sertifikat ada riwayatnya, kenapa kamu begitu ceroboh Mira?


kenapa kamu ngak menjawab telpon dari ku? kamu bilang itu untuk rumah tempat tinggal mu bersama Jack, tapi apa? kamu hendak menjual Nya.


Kamu benar-benar luar biasa Mira, kamu tidak menghargai ku sebagai suami mu lagi.


Apa mau sebenarnya?"


"apa sih salah Mira kepada putri mu itu mas?"


"kamu masih nanya? apa yang sudah kamu lakukan terhadap Ririn? dan lihat akibatnya sekarang.


Terus kamu lantas percaya kepada Ririn? apa yang kamu pikirkan?"


"maafkan Mira mas, lalu anak kita gimana mas?"


"nanti biar mas yang urus Jack anak kita, perlahan nanti mas cari cara untuk melepaskan mu dari sini."


Petugas yang berjaga langsung membawa Mira ke sel nya lagi, kemudian Reza kembali ke hadapan petugas yang pertama di temui Nya.


"pak, istri ku di jebak oleh putri sendiri. karena putri itu dendam terhadap saya."


"bukti setinggi ini dan bapak masih berdalih, sekarang gini aja pak.


Bapak bawa bukti kalau memang benar istri bapak itu dijebak, nanti kami akan memanggil yang bersangkutan berdasarkan bukti yang bapak bawa kemari."


"baik pak, mengenai anak kami yang bernama Jack. apakah bisa saya jemput?"

__ADS_1


"tunggu sebentar ya pak?"


Petugas tersebut langsung menyediakan berkas untuk penjemputan anak Nya di panti asuhan.


"apakah bapak ada bukti kalau Jack itu anak bapak?"


Reza lantas terdiam dan dia mengingat hidupnya kebelakang, dia baru sadar kalau Mira di nikahi nya secara sirih.


"saya dan Mira menikah secara siri pak, pernikahan kami tidak terdaftar. bagaimana caranya saya bisa membawa anak saya pulang pak?"


lagi-lagi petugas menarik napas panjang dan kemudian menatap Reza dengan rasa kesal.


"bapak bawa tes DNA dari rumah sakit pemerintah atau laboratorium pemerintah yang menyatakan kalau Jack anak kandung bapak sendiri.


Setelah datang kemari dan ambil surat keterangan ini."


"Jack itu anak kandung saya pak, tolong jangan persulit saya pak."


"pak Reza, tidak yang mempersulit bapak. saya hanya meminta bapak untuk menunjukkan identitas akan anak yang bapak maksud.


Kantor ini bukan milik saya pak, semua ada aturan Nya."


Reza terdiam seribu bahasa, dan kemudian petugas itu menyuruh Reza untuk pulang, agar bisa mendapatkan bukti bahwa istrinya di jebak.


Dengan lemas Reza pulang ke rumah Nya dan setelah tiba di rumah nya dan langsung menuju kamar mandi.


Berulangkali Reza memukul dingding kamar mandi, hingga tangannya memar dan dia akhirnya mengakhiri perbuatan nya.


Ting nong..... ting... nong.....


Bunyi bel pintu rumah, dengan melilitkan handuk di pinggangnya. Reza keluar dari kamar mandi untuk melihat tamu yang datang.


Ternyata dia adalah Sonia, istri yang baru nikahi nya secara sirih juga.


Tanpa dipersilahkan masuk, Sonia langsung menerobos masuk ke dalam rumah lalu di ikuti oleh Reza yang melilitkan handuk di pinggangnya.


"kamu tahu darimana mas tinggal disini?"


ucapnya kepada Sonia, tapi Sonia malah tersenyum kecut sembari duduk di kursi sofa ruang tamu tersebut.


"barang-barang yang lain pada kemana semua?"


Sonia menjawab pertanyaan Reza dengan pertanyaan lagi, karena ruang tamu tersebut terlihat kosong. karena sudah diangkat oleh saudara laki-lakinya Mira.


"kamu tahu dari mana saya tinggal disini?"

__ADS_1


Tanya Reza lagi yang mempertegas pertanyaan yang awal, kemudian duduk di sofa yang berhadapan langsung dengan Sonia di depannya.


__ADS_2