CINTA SUAMI PSIKOPAT

CINTA SUAMI PSIKOPAT
Mama Nya Bagas Ternyata?...


__ADS_3

Riko dan istrinya hanya bengong akan penjelasan dari Johan asisten dari Profesor David lalu Riko menolah Profesor David dengan raut wajah yang sangat penasaran.


"prof...


Apa yang ingin Profesor perjelas? jujur saya benar-benar bingung dengan semua pertanyaan Profesor kepada Nya."


Ucap Riko yang menunjuk ke arah Johan, lalu Profesor David menandai sesuatu di kertas print out dan menunjukkan ke arah Ririn.


"Mungkin kalian berdua mengenal yang kami maksud?"


Ujar Profesor David seraya menunjukkan tulisan yang digaris bawahi dengan spidol merah.


"iya prof, namanya Bagas. dia adalah mantan pacar saya.


Berulangkali saya melihatnya selingkuh dengan sahabat saya sendiri yang bernama Sarah, dan ternyata bukan hanya itu aja.


Ada mahasiswi dari fakultas kedokteran yang mengaku sebagai mantan pacar Nya, hal itu terjadi karena Bagas selingkuh dengan perempuan lain juga.


hal yang paling mengejutkan lagi adalah ternyata Bagas mempunyai pacar lain yang tidak kami ketahui dan saat kami sama-sama bermasalah dengan nya karena ulah dari mama nya yang menjegal skripsi kami."


"benar sekali nak Ririn, ada hal lain yang mungkin membuat mu tambah takjub. Bagas dan mama nya adalah Pasien dari sahabat saya yang bernama Prof Ahmad, tapi sayang nya Beliau sudah almarhum.


Saya heran kenapa rekam medis ini bisa sampai disini, dan lihat tandatangan dibelakangnya, Profesor Ahmad."


Ririn semakin penasaran akan penjelasan dari Profesor David, dan Johan akhirnya berdiri menatap Profesor nya itu.


"sebentar prof, saya tahu akan Profesor Ahmad. beliau adalah guru besar di tempat ku fakultas psikologi.


Almarhum dulunya adalah dosen pembimbing Ku tapi tiba-tiba saja menghilang dan kemudian kami anak fakultas psikologi mendapatkan berita duka.


beliau meninggalkan kami untuk selamanya karena kecelakaan lalu lintas, dan akhirnya bapak menjadi dosen pembimbing Ku sebagai pengganti dari almarhum."


Profesor David kemudian menghela napas panjang, terlihat dari raut wajahnya ada penyesalan dan kesedihan yang tersimpan dalam.


"hanya karena rekam medis dan niat yang ingin menyembuhkan Rohana dan Bagas, sehingga sahabat itu harus tewas.


Kecelakaan itu adalah faktor kesengajaan, dan beberapa hari kemudian klinik almarhum dijarah orang dan disket atas dua Pasien ini hilang dari komputer Nya."


"kenapa bisa seperti itu Prof? dan kenapa disket ini bisa saya pegang?"

__ADS_1


Riko bertanya kepada Profesor David untuk menjawab kebingungannya akan penjelasan dari Profesor David.


"mas sudah mempelajari data-data yang Ririn dapatkan dari istri papa yang baru itu?


ini semua berkaitan mas, dan lihat di rekam medis ini menyebutkan kalau ibu Rohana mengidap penyakit psikologis yang parah."


Terlihat Riko berpikir keras setelah penurutan dari istrinya, dan kemudian mengganguk seolah-olah sudah paham.


"ibu Rohana awalnya membawa Bagas untuk konsultasi, karena perilaku yang berbeda. Bagas selalu berbeda sikap kepada orang yang berbeda dan cenderung menyakiti seseorang.


Tapi sebenarnya demikian juga dengan mamanya, saat itu ada pemilihan untuk direksi di tempat kerja Nya.


Pemeriksaan psikologis klinis menjadi satu kewajiban, dan Profesor Ahmad mendiagnosis nya DID atau Diagnosis DISSOCIATIVE IDENTITY DISORDER.


atau kepribadian ganda, lalu Rohana memberikan amplop coklat kepada Profesor Ahmad untuk membuat diognoasa yang lain, tapi sebagai tenaga pengajar dan sebagai klinis psikolog dewasa, dan kami terikat dengan sumpah.


Sahabat ku itu menolaknya dan hal itu membuat Rohana menjadi murka, dan terjadi konspirasi itu yang menewaskan almarhum.


boleh saya minta tolong kepada nak Riko dan Ririn?"


Riko dan istrinya mengganguk dan Profesor David tersenyum.


Saya ingin memasukkan rekam medis ini ke berkas gugatan itu, saya hanya memperbaiki nama baik sahabatku itu.


Sahabat itu di tuduh telah berbuat senonoh kepada pasiennya yang di tuliskan di rekam medis ini."


Ririn langsung memegang tangan Profesor David yang terlihat gemetaran saat mengatakan demikian.


"Saya akan membantu Profesor, karena hal ini berkaitan dengan Papa Ku, diriku sendiri dan teman-teman yang senasib dengan Ririn.


Kami bisa menggunakan rekam medis ini sebagai tambahan bukti, atas bejat nya perempuan itu.


Pak Johan, apakah semua file-file itu bisa di jadi PDF ( Portable Document Format) lalu dikirim ke email pengacara kami?"


"tentu ibu, bahkan file word nya juga bisa saya kirimkan. mana alamat email nya Bu?"


Jawab Johan, lalu Ririn memberikan kartu nama Diana, yang nantinya akan menghubungkan ke pengacaranya.


Lalu langsung di proses oleh Johan, dan dokumen yang print out di rapikan kembali.

__ADS_1


"sudah terkirim Bu, dan ini disket nya?"


Ucap Johan seraya memberikan disket itu kembali dan kemudian merapikan komputer jadul itu, lalu mendorong nya keluar ruangan Profesor David.


"Apakah hipnoterapi bisa kita mulai prof?"


Riko bertanya dengan pelan dan hati-hati, karena wajah Profesor David masih terlihat sembab dikarenakan air matanya yang mengalir ketika mengingat sahabat yang tewas secara tidak wajar.


"bisa nak, kali aja bisa menolong sahabat saya juga dan bisa memulihkan kembali ingatan nak Riko, tunggu sebentar ya."


Jawab Profesor David, lalu kemudian meneken memanggil Johan asistennya.


Mereka berempat lalu pergi ke ruangan hipnoterapi, dimana aroma terapi lavender masih terasa.


Ditambah lagi Johan yang kemudian menyalakan lilin beraroma harum lavender, Riko berbaring di ranjang itu, lalu Johan menempelkan alat di kedua sisi kening Riko.


Aroma lavender semakin kuat, lalu Profesor David mendekati nya. kini alat detektor itu sudah beroperasi.


"nak Riko, dengarkan saya. masuklah dan masuk lebih dalam.


Rileks dan rileks, perlahan tapi pasti nak. kamu sanggup melakukannya.


kamu anak hebat dan pasti bisa melaluinya, masuklah dan masuklah."


Profesor David mengulangi perkataanya dan sudah seperti mantra, lebih tepatnya alat yang tertempel di kedua sisi keningnya yang membuat nya menjadi rileks.


Ucapan Profesor David hanyalah sebagai pemandu untuk Riko, agar bisa memasuki alam bawah sadarnya.


Pada dasarnya manusia akan mengingat dan melaksanakan sesuatu yang dikatakan secara berulang, ibarat sebuah doktrin. yang selalu di ucapkan dan berulang-ulang di ucapkan dan itu tertanam kuat dibenak seseorang dan mengganggap nya doktrin itu adalah kebenaran.


Itulah yang dilakukan oleh Profesor David, untuk mendoktrin Riko agar bisa masuk ke alam bawah sadarnya.


Perlahan alat detektor itu beraksi, lalu Riko terlihat sudah tertidur.


Sepertinya Riko sudah masuk ke alam bawah sadarnya, dan terlihat dari raut wajahnya yang penuh ketakutan.


Ririn langsung bergerak dan menuju ke sisi nya dan memegang tangan Riko, sementara Profesor David tetap mengatakan hal sama dan Johan mengawasi alat dan juga monitor.


Bergetar dan raut wajah Riko yang ketakutan, tangan Ririn dipegangnya dengan begitu kuat.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2