
Riko yang duduk santai di sofa kamar lalu didatangi oleh istinya dengan sikap manja terhadap Riko.
"mas....
sebentar lagi, mas akan jadi resmi menjadi seorang ayah.
Ririn menginginkan mas Riko untuk konsultasi lagi ke profesor David, ahli psikologi itu.
Ririn ingin memulainya dari awal bersama mas dan juga anak kita ini.
Semuanya sudah selesai mas, kita hanya perlu menjaganya.
Lagi pula chanel televisi berita kebenaran sudah mulai mengudara dan memberikan informasi dan berita kepada masyarakat dengan transparan dan akurat.
Ririn mengetahui kalau mas yang menghabisi om Kamza, dengan cara menjebaknya dengan hadiah undian apertemen itu.
Tetap aku merestuinya karena Ririn takut, om Kamza akan menggangu kebahagian kita mas.
Maukah mas konsultasi dengan Ririn ke Profesor David?"
Ririn yang sudah duduk di sampingnya, lalu mencium punggung tangan kanan istrinya lalu mengusap bayi yang di dalam perut Ririn.
"baik sayang, mari kita lakukan secara bersama-sama, mas juga menginginkan hidup seperti pasangan suami istri pada umumnya."
Ririn memeluk suaminya karena permintaannya di kabulkan oleh sang suami.**
Pagi harinya Ririn bersama suaminya pergi ke klinik dokter David untuk konsultasi penyembuhan.
__ADS_1
Tentunya profesor David menyambut dengan senang hati.
Bersama asistennya, profesor David memulai kemoterapi lagi terhadap Riko.
Hasil yang baik didapatkan, Riko tidak seperti yang dulu lagi, kini dia semakin tenang saat menghadapi kemoterapi.
Lalu profesor David melakukan hal yang kepada Ririn dan hasilnya dinyatakan sudah sempurna.
Profesor David kemudian mengarahkan sepasang suami istri kepada dokter Imran Supriadi ahli kejiwaan.
Sang dokter memberikan jadwal konseling terhadap mereka berdua secara berkala, demi menyembuhkan luka batin dari masa lalu.**
Hari berganti hari.
Kini kehamilan Ririn sudah semakin besar dan menurut prediksi dokter, Ririn akan melahirkan bayi Minggu depan.
Hari yang di tunggu-tunggu Riko dan istrinya yaitu hari menjelang kelahiran anak mereka akhirnya tiba juga.
Ririn sudah dibawa ke ruang bersalin, dan berapa lama kemudian Ririn berhasil melahirkan bayi laki-laki yang lucu.
Tangisan bayi laki-laki itu, di sambut dengan tangisan oleh Riko dan ibu mertuanya.
Rasa bahagia dan haru menyatu menjadi satu, Riko dan ibu mertuanya langsung menemui Ririn yang sudah berhasil melahirkan anak Riko.
"terimakasih ya sayang, karena kamu istri dan ibu yang hebat, terimakasih karena sudah bertahan dan berhasil melahirkan jagoan kita."
Riko berulang kali mencium kening istrinya, begitu dengan mama nya Ririn yang sangat bahagia.***
__ADS_1
Ririn dan bayi Nya sudah diperbolehkan pulang ke rumah, dan kali ini mereka didatangi oleh Fikri, sepupunya Ririn untuk memberikan selamat kepada mereka berdua.
Waktu terus berjalan dan akhirnya Riko beserta istrinya berhasil melakukan konseling kejiwaan.
Dokter Imran Supriadi telah menyatakan kesembuhan kepada mereka berdua, trauma masa lalu kini berhasil mereka singkirkan.
"terimakasih ya sayang, karena kamu bersedia mendampingi ku dalam keadaan suka maupun duka.
Bersama kamu, mas bisa melewati semua masa-masa sulit yang telah berlalu.
Sedari dulu mas menginginkan kehidupan bahagia seperti ini, tanpa adanya kekerasan atas nama harta kekayaan dan ketamakan.
Mas bahagia telah mengenal dan menjadi istriku."
"Ririn juga berterima kasih kepada mas, karena mas begitu sabar dalam membimbing Ririn.
Terimakasih ya mas atas semua pelindung mu dan juga cinta mu."
Mereka berdua berpelukan dengan erat, cinta mereka mampu menghapuskan ingatan masa lalu yang membuat luka batin yang dalam.
Semua karena perbuatan dari orang-orang yang tamak akan harta kekayaan.
Dengan cinta yang tulus yang menyatu telah berhasil membuat kesembuhan kepada Riko dan istrinya.
Mereka berdua sudah di nyatakan dokter Imran Supriadi ahli kejiwaan, dalam keadaan sehat secara rohani dan bersiap memulai hidup yang baru.
Cinta yang tulus telah menyatukan mereka berdua dan mengubahnya menjadi lebih baik.
__ADS_1