
POV Fahar.*
Kemudian bu Tifani mengeluarkan beberapa dokumen lainnya dan diberikan kepada Riko.
"inilah bukti-bukti hasil korupsi Brayan dan istrinya serta rampasannya dari orang lain, tapi ini masih dinyatakan kurang bukti.
Kecewa tentunya nak, tiada harapan bagi ibu untuk keadilan anak dan cucu ibu.
kalau harta bedan yang mereka rampas, ibu ikhlas tapi tidak dengan nyawa anak dan cucuku yang mereka rampas."
"baik, saya paham maksud ibu. saya mohon ijin untuk menghancurkan mereka."
Bu Tifani memberikan restu untuk menghabisi menantu dan putrinya termasuk Bagas dan juga Nina.
Bagas dan Nina adalah penyebab dua cucunya bu Tifani meninggal dunia dalam kasus kecelakaan di jalan tol dan itu semua karena Bagas yang tidak lebih dari Psikopat berdarah dingin yang siap melenyapkan siapapun yang menjadi penghalang nya.
Karena pada dasarnya, Bayan papa nya Bagas adalah Psikopat yang kejam, dan kedua orangtuanya adalah mantan narapidana.
"jika kita membiarkan mereka hidup, kita yang menjadi sasarannya.
Karena kita sudah mengganggu mereka, cepat atau lambat kita yang akan diburunya.
Sebelum mereka memburu kita, sebaiknya kita buru terlebih dahulu.
Darah dibalas dengan darah, sebelum darah kita tumpah, lebih baik kita tumpahkan darah mereka.
Ibu yang meminta kalian kemari dan ibu bertanggungjawab atas semua ini, apapun yang terjadi, Ibu yang tangguh jawab.
ini semua demi almarhum suami ibu, anak ibu dan cucu ibu, serta para pegawai ibu yang tidak bersalah yang menjadi korban kebiadaban mereka.
Ibu hanya butuh eksekutor dan ibu yang bertanggung jawab."
Ungkap ibu Tifani, yang menyeka air matanya. terlihat Riko menunjukkan sesuatu di handphonenya.
"Riko juga sudah lama mengintai Brayan, termasuk kedua Istrinya itu serta anak-anaknya dan ini hasilnya."
Video yang menampilkan istri dan kedua orang laki-laki Nya Brayan yang berada di kota Humburg negara Jerman, sudah meninggal dengan cara digantung di dapur Apertemen mewah Nya.
Apartemen mewah yang mereka dapatkan dari hasil merampas harta kekayaan kakek dari Riko.
__ADS_1
"istinya yang satu lagi nak?"
Lalu Asep menunjukkan Video dari handphone Nya, dimana perlakuan nya sama, yaitu di gantung juga.
"maaf ibu, rekan saya sudah mematahkan kaki dan tangan cucu mu, yaitu Bagas dan Nina."
"maaf nak Riko, mereka bukan cucuku. mereka berdua adalah iblis dalam rupa manusia."
jawab ibu Tifani seraya tersenyum, kemudian menunjukkan sertifikat rumah yang ditempati oleh keluarga putrinya itu.
"ibu sudah mengamankan harta kekayaan putriku, agar tidak dijarah oleh bapak mertua mu dan istri barunya.
Bapak mertua mu dan istri barunya itu adalah antek-anteknya Brayan, tapi mereka sudah mendapatkan hukuman yang setimpal."
Ujar Bu Tifani dengan tersenyum puas, begitu juga dengan Fahar dan Asep.***
Asep yang teringat dengan kejadian demonstrasi di kampus Nya Ririn, dan kejadian di depan Kafe tersebut, dimana Bagas, Nina dan Sarah menjadi korbannya.
Itu semua adalah ulah dari Diana dan Asep, dengan bantuan Ririn, yang akhirnya bisa menjebak mereka bertiga untuk masuk ke perangkap.
Sebenarnya yang buat rusuh itu bukanlah mahasiswa, tapi orang-orang suruhan dari Riko yang menyamar jadi mahasiswa untuk menghajar Bagas, Nina dan Sarah.
Sebelum itu, sisi TV di area kafe sudah dimatikan total untuk menghapus jejak.
Itulah sebabnya rektor ataupun yang berwewenang tidak menemui mahasiswa yang sedang berdemo.
Mengiring opini korupsi dan penyelewengan kebijakan, yang disebarkan melalui podcast pesan ke beberapa mahasiswa.
akhirnya terjadilah peristiwa kerusuhan tersebut, dan itu sesuai dengan skenario yang dibuat oleh Asep dan Diana.
Sasaran utamanya adalah Bagas, Nina dan Sarah serta sang rektor.
Rektor kampus yang akhirnya bisa di bunuh dan hartanya kembali dirampas setelah di jebak disebuah gudang.
Dengan ketelitian dan kerja sama yang solid, yang mereka lakukan untuk menebas para pembuat keonaran tersebut.
Banyak kerugian para mahasiswa, dosen dan juga korban nyawa mahasiswi yang diperkosa oleh saudaranya Bagas.
Hal itu disembunyikan oleh pihak kampus, dan ditutupi oleh oknum.
__ADS_1
Riko berserta rekannya tidak percaya lagi jalur hukum, sudah terlalu banyak kekecewaan yang mereka dapatkan.
Riko akan membabat habis orang-orang yang telah merampas nyawa kakek nya serta nyawa mama Nya dan juga masa lalunya yang kelam yang membuat trauma hingga sekarang.
Ririn dengan trauma yang diakibatkan oleh papa nya sendiri, adiknya yang harus di operasi karena kepalanya terbentur yang disebabkan oleh Papa nya.
Benturan itu yang memicu tumor di kepalanya Adit serta mamanya yang cacat karena kekerasan dari Papa Nya.
Papanya Ririn di gugat oleh banyak pihak, diantaranya adalah kantor tempat bekerjanya Papa Nya, karena kasus korupsi, nepotisme dan penyebaran informasi tentang perusahaan yang sudah menyebar luas di publik.
Informasi didapat dari Sonia, Istri Papa nya Ririn dengan menukarkan uang.
Informasi tersebut adalah informasi laporan keuangan yang telah di modifikasi karena korupsi.
Nepotisme dan penjualan jabatan yang terjadi instansinya, banyak oknum terlibat, dan para oknum yang tertangkap melakukan gugatan kerugian.
Situasi semakin mencekam karena para petinggi negara ikut terlibat dalam korupsi di perbankan milik pemerintah itu.
Keluarga Almarhumah Dinda, istri yang lain dari Papanya Ririn, yang menggugat Papanya Ririn dengan kasus kekerasan dalam rumah tangga.
Pencurian uang dan penyalahgunaan kartu kredit milik Brayan dan istrinya yang tidak lain adalah orang tua dari Bagas dan Nina.
Kartu kredit tersebut adalah fasilitas dari negara, yang dipakai oleh Papa nya Ririn bersama istrinya yang baru yang bernama Sonia.
Ririn juga melaporkan Papa nya akan kasus kekerasan terhadap mama nya dan juga adiknya.
Sementara dari kantornya, Papa Ririn juga terlibat kasus korupsi.
Anak Reza bersama istrinya yang bernama Dinda, telah diadopsi oleh orang lain dari luar negeri, sementara anaknya dari istrinya yang lain yang bernama Jack saat ini berada di panti asuhan dibawah naungan kementerian sosial.
Lengkap sudah penderitaan Reza, papa dari Ririn yang saat ini mendekam di penjara bersamaan dengan dua istrinya yaitu, Sonia dan Mira.
Penyesalan selalu datang di akhir, dan kini Reza sudah mendekam di tahanan isolasi karena selalu membuat kegaduhan.
Suami yang telah melalaikan tugas dan tanggungjawab nya terhadap anak dan istrinya.
Seorang ayah yang menggoreskan trauma terhadap anak dan istrinya serta luka yang mendalam.
Rasa sakit hati, trauma, penderitaan dan kenangan buruk yang didapatkan oleh anak-anaknya.
__ADS_1
Reza pantas mendapatkan Nya, sikapnya yang tidak terpuji yang menggiringnya ke sel besi itu.
Dengan harapan mendapatkan balasan yang setimpal akan perbuatannya dan semoga bisa menyesali seluruh perbuatan Nya.