CINTA SUAMI PSIKOPAT

CINTA SUAMI PSIKOPAT
Psikopat IV


__ADS_3

POV Fahar.*


Terbangun karena mendengar suara handphone berdering, Ririn menghubungi Riko untuk sekedar mengingatkan suaminya agar bangun dan sarapan.


Lalu Riko melihat sejumlah pesan singkat di handphone nya, yang dikirim oleh orang-orang kepercayaan Riko.


Bergegas siap-siap, setelah selesai baru keluar dengan mengendarai sepeda motor trail.


Sesuai dengan pesan istrinya, Riko kemudian menuju warung yang menjual nasi lemak yang tersedia dengan beberapa lauk pauknya.


Selesai sarapan lalu melanjutkan perjalanannya, menuju perkampungan. semakin masuk semakin sepi, hingga akhirnya menuju sebuah gubuk.


Motor trail yang dikendarai oleh Riko, ikut juga masuk ke dalam gubuk tersebut.


Riko menelusuri gubuk tersebut, lalu berjalan ke arah dapur. kemudian membuka pintu yang menuju ke arah gudang kosong yang berdinding semen dan atap yang terbuat dari semen juga, hanya ada kipas angin yang sudah menyala.


Ternyata tiga orang sudah disekap di dalam, yaitu Bagas dan kedua orangtuanya.


Riko membuka solatip tebal penutup mulut kedua orang tua Bagas, dan seketika mamanya Bagas langsung berteriak.


Plak...


Riko menampar pipi mama nya Bagas dengan sekuat tenaganya, hingga tangan Riko gemetaran.


"berisik, percuma kau berteriak, kita berada di hutan dan tempat ini sudah dilengkapi dengan peredam suara."


"apa mau mu biadab?"


Bukannya menjawab pertanyaan dari Rohaya, mamanya Bagas, akan tetapi Riko malah meraih handphone Nya dan menunjukkan sebuah video.


"Nina putrimu sedang disekap ditempat lain, jika kamu tidak jujur maka Nina akan dimasukkan kedalam cairan kimia yang akan melenyapkan putrimu itu hingga tidak tersisa apapun.


Dimana berkas-berkas dan daftar para petinggi negara yang terlibat itu?"


Kedua orang tua Bagas terdiam, lalu Riko kemudian mengambil tang dari tas ranselnya.


Lalu meraih tangan kanan Bagas, dan menjepit kuku ibu jarinya.


hmmmm........ hmmmm........ Hmmmm........


Bagas menjerit kesakitan, tapi suaranya tidak keluar karena mulut nya di sekap menggunakan solatip tebal yang berlapis.


"semuanya ada di laptop yang ada dalam mobil."


Lalu Riko mengambil handphone satelit nya, terdengar Riko menghubungi seseorang. seraya memegang pundak Bagas.


"password apa?"


Papa nya Bagas terdiam, lalu Riko menjepit kuku telunjuk Bagas.


Password tersebut langsung diteriakkan oleh Papa Nya, kemudian Riko mengatakan hal sama kepada seseorang melalui telpon satelitnya.


Tersenyum lalu Riko mencopot kuku telunjuk Bagas.

__ADS_1


"Hmmmm........ hmmmm........ Hmmmm........"


Teriak Bagas dan akhirnya mama nya Bagas yang memberitahukan password yang benar.


"pin ATM."


Ucap Riko lagi, dan lagi-lagi Papa nya bagas berteriak.


"kode brangkas."


Ucap Riko lagi, dan kemudian menjepit kuku berikutnya.


"Hmmmm........ hmmmm........ Hmmmm........"


"5.3.2.0.1.


Itulah kode brangkas Nya, lalu Riko kemudian menolah Bagas.


"good boy, kemana rektor kampus itu pergi?"


"Hmmmm........ hmmmm........ Hmmmm........"


Bagas berteriak karena kuku Nya dicopot paksa oleh Riko, hal itu karena kedua orangtuanya Bagas tidak menjawab pertanyaan dari Riko.


"liat aja di laptop itu, semua data-datanya ada disana."


jawab Papa nya Bagas, lalu Riko menghubungi rekannya melalu telpon satelit miliknya.


"kenapa Papa ku melakukan semua itu terhadap keluarganya sendiri?"


"mana aku tahu bangsat."


"Hmmmm........ hmmmm........ Hmmmm........"


jawaban Papa nya Bagas, disambut teriakan dari anaknya itu. karena kukunya di copot lagi, kini darah segar sudah mengalir dilantai.


Darah itu berasal dari jari Bagas, karena kuku Nya dicopot oleh Riko.


"hentikan Riko, tolong hentikan. bunuh saja kami berdua, asal jangan ganggu anakku.


Papa mu adalah sepupu Ku, kakek dari mama kami kakak beradik.


Keluarga mama mu adalah konglomerat di kota ini, dan papa mu mendekati mama mu untuk mendapatkan apa yang dia mau.


Saya butuh dana untuk maju, karena ibu mertuaku selalu menghinaku karena miskin.


Saya butuh dana dan Herman butuh pendekatan kepada mama mu, dan kami bekerjasama untuk menghancurkan keluarga mama Mu.


Herman papa mu itu, tidak benar-benar mencintai mama mu, dia hanya menginginkan harta agar bisa menikahi wanita pujaan hatinya.


Sementara aku, ingin menunjukkan kepada mertuaku agar tidak di hina lagi."


Ungkap Brayan, ayah dari Bagas. terlihat istrinya menangis setelah kebenaran itu di ungkapnya.

__ADS_1


"kenapa papa ngak cerita? lalu kenapa Papa menolak tawaran mama untuk mengambil alih perusahaan mama itu?"


Tatapan Papa nya Bagas begitu sayu menatap istrinya.


"Papa tulus mencintaimu tapi keluarga mu begitu kejam, itu hanya karena keluarga yang miskin dan ayah ku mantan nara pidana.


Mama mu itu sangat kejam, gara-gara mama mu, kedua orang tua Ku akhirnya meninggal karena tidak sanggup menahan tekanan dari keluarga Mu.


Saat itu kamu sedang mengandung Bagas, dan cintaku kepadamu yang tidak pernah terbendung lagi.


saya melakukan segala cara agar kaya, termasuk membunuh sekalipun, itu aku lakukan agar aku layak menjadi menantu mama Mu.


Termasuk bekerja sama dengan sepupu ku, yaitu Herman, Papa dari si psikopat ini dan juga bawahan mu itu.


Reza adalah orang yang paling gampang di tipu dan dikelabui, yang penting uang dan perempuan dan dia sudah menuruti apa yang saya perintahkan.


Reza akan melakukan apa pun yang saya perintahkan, asal mendapatkan uang dan perempuan.


Termasuk menyiksa keluarga Nya sendiri, semua itu demi cintaku kepadamu."


Air mata istrinya semakin deras mengalir, tatapan begitu tajam kepada suaminya.


"lalu kamu yang membunuh kakek dan mamanya si psikopat ini?"


"iya, itu semua melalui Herman. papa dari si psikopat ini."


Air mata itu semakin deras mengalir, dan kemudian menatap Riko yang bermain-main dengan kuku-kuku Bagas yang sudah copot.


"jangan menyebut orang psikopat, karena Papa juga seorang Psikopat. itu seperti maling teriak maling.


Papa telah menciptakan manusia psikopat, yang pada akhirnya menyerang kita.


Sekarang kita akan binasa di tangan si psikopat ini, sebagai mamanya dan kakeknya tewas ditangan psikopat seperti kamu."


hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


Papanya Bagas tertawa mendengar ucapan dari istrinya kemudian menoleh istrinya dengan tatapan tajam.


"setidaknya aku tulus mencintaimu, tidak seperti Herman manusia anjing itu.


Eh psikopat, papa mu itu mempunyai tiga istri. tinggal di apertemen mu itu, apertemen yang pernah ditempati oleh mertuamu.


Papa mu itu lebih dari Psikopat dan dia itu hyper se*s.


dia tidak akan pernah puas dengan satu perempuan saja."


"bacot, kamu dan sepupu mu itu sama aja. kamu juga memiliki Istri yang lain, yaitu sekretaris mu dan sekretaris Istrimu yang sudah di kurung di penjara."


Mamanya Bagas menatap tajam suaminya setelah mendengar sanggahan dari Riko.


Sepertinya mamanya Bagas tidak mengetahui kalau suaminya mendua dibelakangnya.


Suami yang dianggapnya sempurna tapi nyatanya menduakan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2