
POV Riko.*
Disebuah villa perkebunan, berada di ruang bawah tanah. Riko menatap tajam ke arah Papa nya dengan mulutnya yang tersumpal.
Lalu Riko mendekati Papa nya dan kemudian membuka lakban penutup mulut itu.
"apa yang kamu lakukan Riko?"
Riko tidak menjawab pertanyaan Papa, malah berjalan ke arah Mama tirinya, lalu Riko meletakkan tas ranselnya lalu mengambil tang dari tas tersebut.
'uhm..... uhmmm..... uhmmm......'
Mama tirinya meringis kesakitan, tapi suaranya tidak terlalu jelas karena mulutnya di sumpal dengan lakban.
"Hentikan Riko, hentikan."
Pinta Papa nya Riko, tapi itu tidak indahkan oleh Riko, lalu berjalan ke arah salah satu anak muda.
Tiga laki-laki yang sudah dewasa, dan empat anak gadis.
Serta lima pasang suami istri, di tambah lagi Papa nya Riko dan juga mama tirinya. itulah yang disekap oleh Riko di ruangan tersebut.
Jeritan karena sakit dan itulah yang terdengar dari anak lajang itu.
Kemudian Riko berjalan ke arah Mama tirinya dan melakukan hal sama, dan berjalan lagi ke arah empat anak gadis itu.
'uhm..... uhmmm..... uhmmm......'
'uhm..... uhmmm..... uhmmm......'
'Uhm..... uhmmm..... uhmmm......'
'uhm..... uhmmm..... uhmmm......'
Begitulah suara yang keluar dari mulut pari gadis itu, suara yang tertahan karena mulutnya mereka dilakban.
"Riko, itu sepupu mu, tolong lepaskan mereka. sepupu mu itu ngak bersalah. lepaskan Riko."
Riko kemudian menoleh ke arah Papa Nya dan kemudian meraih handphone dan menunjukkan video kepada Papa Nya.
"ini anak Papa kan?"
"iya, mereka adik-adik Mu. sekarang kamu puas setelah membunuh mereka ya, dasar iblis."
Teriak Papa nya kepada Riko, tapi malah menunjukkan video berikutnya.
Setelah menunjukkan video itu kepada Papa nya, lalu menunjukkan video itu kepada mama tirinya.
"mertua mu kan? ya sudah ini Riko berikan bonus lagi ya."
Lagi-lagi Riko menunjukkan video berikutnya, dan kemudian berjalan ke arah Mama tirinya lalu menjepit kuku nya kemudian mencopot kuku selanjutnya.
__ADS_1
'uhm..... uhmmm..... uhmmm......'
Suara rintihan karena kesakitan, dan Papa nya berteriak memanggil Riko.
"anak-anak itu menikmati harta kekayaan mama, setelah kamu berhasil mengirimkan anak-anak mu ke luar negeri, lalu kamu membunuh mama."
"tidak Riko, mereka tidak bersalah. kenapa kamu membunuh mereka?"
"tenang pah, mereka bertiga ngak Riko bunuh kok, hanya kuku nya aja yang Riko copot.
Lalu kedua anak gadis mu itu diperkosa, dan anak lajang mu itu di sekap.
oh iya kabar terbaru yang Riko terima, sekarang anak-anak sudah masuk ke pantai rehabilitasi sosial di Amerika.
Sepertinya anak-anak mu itu sudah sama seperti Riko ya, jadi sekarang papa sudah memiliki anak-anak yang sudah gila."
"kenapa kamu melakukan ini Riko?"
'uhm..... uhmmm..... uhmmm......'
Pertanyaan dari Papa nya dibalas dengan rasa sakit dari mam tirinya itu, karena kukunya di copot paksa oleh Riko.
Berulangkali Papanya berteriak agar Riko berhenti melakukannya.
Tapi teriakan itu membuat Riko semakin bersemangat, dan mencopot kuku dari keponakan Papa nya atau sepupu nya Riko dan juga om Nya.
"kenapa Papa tega membunuh mama dan kakek?"
Papanya malah diam dan suara jeritan karena kesakitan oleh para sepupu nya serta om dan istrinya, karena kuku itu dicopot secara paksa.
plak.....
Darah segar keluar dari kening mama tirinya, karena tang itu di pukul kan ke jidatnya.
"kalian semua yang membunuh mama dan kakek, kalian adalah iblis dalam wujud manusia.
Tenang aja, Riko hanya memburu orang-orang yang merampas harta kekayaan dan nyawa mama dan kakek.
termasuk kamu Herman, mama sudah memberikan segalanya untuk Mu tapi kamu menghianati dengan maut yang kau giring terhadap mama."
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
Papanya menanggapinya dengan tertawa, karena merasa percuma jika menjawab pertanyaan dari Riko yang sudah di luar kendali Nya.
Lalu Riko kemudian meraih handphone nya dari saku celananya dan kemudian menunjukkan video.
"ini kedua orang tua mu kan? oh iya adik perempuan dan adik mu yang paling kecil juga sudah digantung ya."
Ucap Riko dengan santainya, dan Papa nya terlihat emosi setelah melihat video yang baru di putar itu.
"satu lagi Herman, para keponakan mu itu juga sudah tewas di dalam oven besar. itu karena mereka ikut menikmati hasil rampasan mu."
__ADS_1
'haaaaaaaaa..............
"bangsat kamu Riko, dasar psikopat. dasar Iblis.
apa salah kakek dan nenek mu, kenapa kamu tega membunuh mereka."
"Herman...... Herman......
kamu juga seorang Psikopat dan kamu yang iblis, setelah kamu mendapatkan segalanya dari mama, dan kamu membunuhnya."
Jawab Riko kepada Papa nya, dengan menyebutkan nama Papa nya sendiri.
"tenang Herman, mereka di kubur dengan layak kok."
"Riko, setelah menghilang nya kami. maka koneksi Papa akan mencari keberadaan Papa dan mereka pasti menghabisi mu serta Ririn istri mu.
Kamu tidak siapa itu Brayan, dia pasti akan memburu mu dan mencari mu sampai liang lahat kuburan sekalipun."
"tenang Herman, mereka semua sudah jadi abu kok, ngak cemas ya.
Santai aja, oh ya kuku mu cantik juga, sini biar Riko perbaiki."
haaaaaaaa............
Suara teriak dari Papa nya, karena kuku ibu jarinya di copot paksa oleh Riko.
"naiklah, cukup dulu hari ini main-main nya ya. segera papa dan yang lain menyusul menjadi abu, seperti Tante Irma dan keluarganya Brayan."
Riko kemudian mengambil jerigen lima liter yang sudah berisi cairan dan kemudian menaburkan nya di sekelilingnya.
Setelah membereskan semua barang-barang ke dalam tas ranselnya dan mengambil korek api dari sakunya.
"Riko..... Riko....
apa yang kamu lakukan? hentikan Riko."
Pinta Papa Nya tapi hal itu tidak di gubris oleh Riko.
"selamat tinggal Papa, berdamai lah dengan dirimu sendiri dan semoga kamu bertemu dengan Brayan, agar kalian bisa menipu malaikat penjaga neraka.
Sudah saatnya semuanya berakhir, ingat bahwa kejayaan mu tidak akan abadi selamanya."
Ujar Riko lalu melemparkan korek api yang sudah menyela ke arah Papa nya.
Seketika itu juga api langsung melebar ke segala sudut dan Riko segera berlalu dari tempat itu.
Berjarak sekitar sepuluh meter dari villa itu, Riko tersenyum puas melihat villa itu sudah terbakar.
Dari kejauhan jelas terlihat bahwa villa tersebut sudah setengahnya dilalap si jago merah.
Terlihat masyarakat setempat sudah mulai berdatangan dan berusaha memadamkan api yang sudah melahap setengah dari bangunan villa yang mewah itu.
__ADS_1
Riko akhirnya pergi dari tempat itu dengan menaiki motor trail milik Nya.
Senyuman puas terpancar dari bibirnya dan melanjutkan perjalanan.