CINTA SUAMI PSIKOPAT

CINTA SUAMI PSIKOPAT
Aduan Mira


__ADS_3

POV Reza.*


Minuman sudah tersaji dihadapan mereka, yaitu Reza papa dari Ririn, Brayan dan Rohaya, kedua orang tua dari Bagas dan Nina, serta Toyo Papa dari Sarah.


"apa yang terjadi?"


Tanya Toyo, Papa dari Sarah. matanya yang berkaca-kaca saat menatap Reza.


"di kampus anak-anak sedang terjadi demonstrasi, karena kasus korupsi oleh rektor yang terungkap karena beberapa skripsi dari mahasiswa-mahasiswi yang dijegal."


"siapa yang menjegal skripsi itu?"


Tanya Toyo ke Reza, lalu Papa nya Ririn menatap bu Rohaya.


"istrimu dan juga ibu Rohaya, mereka menjegal skripsi para mahasiswa-mahasiswi yang bermasalah dengan Bagas, Nina dan Sarah.


Akhirnya para mahasiswa melakukan perlawanan dan ke-tiga terkena imbas seperti sekarang ini."


"tapi itu gara-gara putri mu sialan itu."


Ujar ibu Rohaya dengan penuh emosi, matanya yang penuh dengan dendam terlihat dari sorot matanya.


"bukan hanya Ririn yang melakukan demonstrasi, banyak mahasiswa lainnya yang melakukannya.


Kalau ibu tidak menjegal skripsi mereka, kejadian ini tidak akan terjadi ibu. hanya karena ibu mempunyai uang dan kuasa, semuanya jadi berantakan seperti ini.


Kenapa sih kampus harus terlibat? itu zona anak-anak dan masih banyak hal yang bisa menghasilkan untuk ibu dan keluarga."


Sorot mata dari ibu Rohaya tidak berubah, amarahnya tergambar sempurna darinya.


"dari dulu putri itu selalu ikut campur, yang membuat semua menjadi ruwet dan berantakan."


Reza terdiam setelah ucapan dari ibu Rohaya, dan mereka begitu kaget karena sudah banyak saja awak media yang menemui mereka di kantin tersebut.


"pergi kalian semua, dasar manusia tidak berguna. pergi kalian semua, pergi...."


Ucap ibu Rohaya yang berteriak-teriak kepada awak media.


'loh itukan perempuan yang berkepribadian ganda itu?'


'maksud nya gila?'


'ya mungkin, orang gila yang bisa korupsi dan membunuh orang yang tidak bersalah.'


'seram banget ya, sudah melebihi iblis. tapi kenapa si gila itu bisa berkeliaran di rumah sakit ini?'


'karena direktur rumah sakit tunduk kepada wanita gila itu.'


Terdengar ucapan dari orang-orang yang ada di kantin tersebut, dan beberapa orang diantaranya merekam kejadian tersebut.

__ADS_1


Ternyata kejadian saat ini live di televisi, dan televisi yang ada di kantin rumah sakit tersebut menyiarkan kejadian saat ini.


Mereka masih terkurung karena awal media yang banyak mengerumuni mereka yang duduk di pojokan.


Beberapa saat kemudian para aparat sudah berdatangan, yang berjumlah sekitar sepuluh orang.


"atas perintah, kami akan membawa ibu Rohaya, pak Brayan dan ibu Isaya."


Ucap salah petugas itu dengan lantangnya, sembari menunjukkan surat perintah penangkapan.


Hanya Isaya yang tidak dibawa, karena masih dalam perawatan.


Rohaya berteriak-teriak saat dibawa oleh aparat, sepertinya dia terima karna dibawa paksa oleh pihak berwajib.


Setelah aparat membawa kedua orang tua nya Bagas, barulah susana agak kondusif.


Toyo dan Reza kembali ke ruang tunggu ICU, tapi papa dari Sarah itu berbelok menuju ruang rawat istrinya.


drrrt.... drrrt... drrrt....


Handphone milik Reza bunyi, dan ternyata itu panggilan dari istrinya yang lain, yang bernama Mira, mama dari Jack.


'kamu ngapain menghubungi mas, nanti kalau ada agak tenang, mas akan menghubungi kamu.'


'kami di usir dari rumah susun, sekarang kami berada di rumah mu. tapi disini tidak ada bahan makanan. anak mu lapar, kirimkan uang sekarang.'


Bak disambar petir disiang bolong, Reza kaget karena Mira istrinya mengetahui tempat tinggalnya bersama Dinda.


"Mira.... Mira....


apa yang lakukan disini? tahu dari mana mas tinggal disini?"


Ucap Reza saat begitu masu dan di sambut oleh isterinya.


"putrimu mas, Ririn datang ke rumah susun dan memprovokasi penghuni rusun yang lainnya.


Kami berdua di usir, Ririn menuduhku sebagai pelakor dan kita berdua di tuduh kumpul kebo."


Reza memegang kepalanya seraya menjambak rambutnya sendiri, tapi emosi Nya tertahan karena Jack berada di dekat mereka.


"Kenapa Ririn bisa tahu alamat tempat tinggal mu? dan kenapa Ririn bisa tahu tempat tinggal mas ini?"


"mana Mira tahu mas, itu putri mu sendiri. tanya aja sama dia.


mas Reza, kami butuh makan dan perlengkapan lainnya, berikan Mira uang."


"uang apa Mira? kamu tahu kan kalau mas sudah hampir dua bulan tidak kerja."


"jangan bohong mas, Ririn bilang. kalau mas sudah mendapatkan uang setengah milyar dari Ririn.

__ADS_1


mas jangan egois dong, saya ini Istrimu dan Jack adalah anak kandung mu sendiri.


kami butuh nafkah mas, jangan hanya si Dinda kampret atau si Sonia itu yang mas nafkahi."


"tolong ya Mira, uang yang mas terima itu untuk biaya perobatan Dinda dan bayi kami yang harus dirawat di inkubator.


Kamu jangan egois, gunakan aja apa yang kamu miliki sekarang."


"apa yang aku miliki mas, sejak nikah dengan mu, Mira sudah tidak kerja lagi dan itu atas perintah mas sendiri."


"mas harus berbuat apa coba?"


"ngak usah ngeles, mas masih punya dua rumah yang lain. peninggalan almarhumah mama nya mas.


Jual mas, berikan modal untuk Ku, agar Mira bisa mandiri."


"ngak bisa, mama nya Ririn tidak seperti itu. kamu cari sendiri untuk kebutuhan mu dan Jack."


"jangan macam-macam ya mas, kita sudah ada perjanjian tertulis ya. nanti Mira adukan ke saudara Ku, pastinya mas akan merasakan akibatnya.


Mira mau rumah itu satu dan modal usaha, berikan Mira uang sebanyak seratus lima juta, sekarang mas."


"ngak bisa Mira, itu biaya perobatan Dinda dan bayi dalam inkubator itu."


prak... prak..


Reza di tendang oleh tiga laki-laki berbadan kekar dan besar, yang lebih tepatnya adalah preman .


"enak banget loh ya anjing, setelah kamu menguras semua hal dari adikku. sekarang kamu hendak melalaikan tugas mu sebagai seorang suami."


Ucap salah satu dari tiga pria itu, dan Reza berusaha untuk bangkit berdiri.


prak... plak....


tendangan itu melayang sempurna di tubuh Reza dan rintihan kesakitan yang keluar dari mulutnya.


"ampun mas, sekarang saya transfer seratus lima puluh juta untuk Mira."


"enak aja seratus lima juta, berikan dua ratus lima juta."


Dengan terpaksa Reza mentransfer uang senilai dua ratus lima puluh juta Rupiah ke rekening Mira.


"sekarang tandatangani surat peralihan hibah ke anak mu atas rumah peninggalan itu, cepat....


Ucap pria bertubuh kekar itu, dan menyodorkan dokumen untuk ditandatangani oleh Reza.


Kemudian Mira menunjukkan Sertifikasi rumah itu beserta data-data dokumen dari almarhumah mama nya Reza.


"dapat dari mana kamu dokumen itu?"

__ADS_1


Plak....


tendangan itu melayang lagi, ke tubuh Reza. terdengar rintihan suara kesakitan dari mulut Reza yang merangkak di lantai.


__ADS_2