CINTA SUAMI PSIKOPAT

CINTA SUAMI PSIKOPAT
Babak Kehancuran Reza III.


__ADS_3

POV Reza.*


Reza dan istrinya itu yang bernama Sonia saling bertatapan dan diam, entah apa yang terjadi dan kenapa Sonia bisa mendatangi Reza setelah menolak panggilan telepon dari suaminya itu.


"mas lupa kalau kita kerja dalam satu kantor? saya mengetahui mas tinggal dimana dan bersama siapa itu tidak penting, yang terpenting sekarang adalah masalah kerjaan kita mas.


Kita berdua dipecat secara tidak terhormat, karena membeberkan rahasia kantor kepada Ririn, putri mu itu."


"itu salah mu Sonia, kamu terlalu gelap mata melihat uang, kalau sudah seperti ini. apa yang harus kita lakukan?"


"jelas ada dong mas, saya akan menggugat putusan itu. dan asal mas tahu, gugatan Sonia sudah berjalan. jika mas mau menumpang boleh-boleh aja, tapi mas harus bersedia membayar pengacara."


"kamu menerima lima ratus juta Rupiah dari Ririn, tolong pergunakan itu dulu. uangku semua sudah terkuras habis."


"itu kan istri mas yang lain, jangan potong bagian Sonia dong. itu ngak adil mas."


"kalau begitu mas mau jual rumah yang kamu tempati, dan kita tinggal disini.


Kita mulai hidup yang baru disini, dan kita bersama-sama menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada. berdua kita pasti bisa."


"ngak mau mas, Sonia ngak mau tinggal disini. lebih baik rumah ini yang di jual, dan uang nya biaya hidup kita."


Reza menghela napas panjang, karena tidak mungkin dia menjual rumah yang ditempatinya sekarang bersama Dinda, karena rumah ini adalah rumah masa kecilnya dulu.


"tidak bisa, karena rumah ini penuh kenangan masa kecilku. di rumah inilah mas dibesarkan dan dari rumah ini mas berangkat ke sekolah."


"baik kalau begitu, itu artinya mas menolak permintaan dari Sonia. tapi ingat ya mas, rumah yang Sonia tempati saat ini jangan di jual."


Ucap Sonia dengan nada suara yang agak tinggi kepada suaminya.


Reza yang masih mengenakan handuk di pinggangnya, berdiri lalu berjalan ke arah Sonia istrinya.


"kamu masih mau di rumah itu ya? ya sudah, tapi kamu sebagai istri Ku harus melayani mas ya. karena sudah lama juga tidak tidur dengan mu."


Ucap Reza yang sudah duduk didekat Sonia istrinya, lalu dia meraba paha istrinya yang terbuka karena memakai rok span.


"mas..... mas....


Sonia lagi halangan mas, stop mas, Sonia bilang stop."


Reza semakin aktif menggerayangi tubuh istrinya, dan blues yang dikenakan Sonia sudah dibuka paksa oleh Reza.


"alasan mu selalu halangan ketika aku mintak jatah, sekarang mas ngak perduli. kamu itu halangan atau ngak, yang terpenting kamu harus melayani mas disini, sekarang."

__ADS_1


Sonia meronta-ronta untuk melakukan perlawanan terhadap suaminya, tapi kekuatan tidak sebanding dengan Reza.


Kini Sonia sudah tidak memakai apapun karena dilepaskan oleh suaminya secara paksa, tangan Sonia dipegang kuat oleh suaminya.


plak.... plak...


Reza menampar Sonia karena terus meronta-ronta, dan akhirnya perlawanan dari Sonia semakin redup.


Alhasil Reza semakin leluasa melakukan aksinya terhadap istrinya yang menolak melayani suami.


Penetrasi yang dipaksakan membuat Sonia menjerit kesakitan, tapi itu menjadi pemicu naf*u bagi Reza.


"ampun mas, mas... ampun...."


Ucap Sonia yang terus menerus melakukan hubungan suami-istri itu, dengan perlakuan yang tidak biasa yang bisa dikategorikan menyakitkan tapi Reza tidak perduli karena syahwat sudah di ubun-ubun.


Dengan paksa Reza mengganti posisi dan kali ini istrinya hanya bisa pasrah akan tindakan Reza suaminya sendiri.


"makanya jangan melawan, mas sudah habis-habisan untuk mendapatkan kamu. sekarang saatnya kamu membalas apa yang mas berikan."


Ujar Reza sembari mengganti posisi permainan, dengan posisi badan Sonia yang bertumpu sepenuhnya di sofa dan posisi berdiri Reza yang terus menerus melakukan hubungan suami-istri itu.


Hingga akhirnya Reza sudah mencapai puncaknya, dan mengakhiri permainan kasar itu.


Lalu tubuh istrinya di gendong ke arah kasur yang di pakainya bersama Dinda.


"mas belum puas?"


Sonia bertanya kepada suaminya, tapi tidak mendapatkan jawaban. malahan sang suami semakin aktif menggerayangi tubuhnya.


Supaya kekerasan itu tidak terjadi, Sonia akhirnya pasrah.


Reza melakukannya sembari memaki-maki Sonia, menurutnya. Sonia adalah istri yang durhaka.


Hampir satu jam untuk ronde kedua, Reza baru mencapai puncaknya, lalu menarik anggota tubuh yang berdiri sempurna itu dari milik istrinya dan kemudian bergerak ke arah dada istrinya.


Kali ini lahar panas miliknya, di siramkan ke wajah istrinya itu.


"apa-apaan sih mas? kok ke wajah Ku mas semburkan?"


plak... plak...


Reza kembali menampar istrinya setelah lahar panas miliknya di semburkan diwajahnya, Reza menatap istrinya dengan tatapan yang penuh amarah.

__ADS_1


"dasar perempuan munafik, kamu menolak tapi kamu menikmatinya."


Ucapnya kepada Sonia, lalu duduk di samping istrinya itu. sang istri hanya bisa menangis, karena perlakuan senonoh dari suaminya yang tidak pernah dirasakannya.


Rambut berantakan dan wajah yang memar karena ditampar oleh suaminya, Sonia berusaha duduk kembali.


"mas sudah puas? saya mau pulang."


Reza langsung bergerak cepat dan mengunci kamar, kemudian menoleh istrinya.


"kamu istriku, kamu harus nurut kepadaku. mulai hari ini, kita berdua tinggal disini."


"ngak bisa mas, Sonia ngak mau hidup satu rumah dengan istrimu itu."


"Dinda sudah meninggal, dan Mira di penjara. kamu jangan seperti Dinda, dia berkhianat dibelakang Ku.


Ternyata anak yang dikandungnya bukan anakku, tapi anak laki-laki lain.


Sekarang cuman kamu Istriku, saat ini juga saya perintahkan untuk kamu tinggal disini."


"ngak mas, kalau mas tetap maksa maka, Sonia mintak cerai.


Ceraikan saya mas, kamu sudah berbeda dan juga sudah miskin."


"jika aku menceraikan mu, maka rumah itu harus kamu tinggalkan."


"ngak masalah, itu tidak terlalu penting bagiku, sekarang saya minta cerai."


"okey...


sebelum talak ku jatuh kepada mu, maka ijinkan mas untuk menikmati tubuh indah mu sekali lagi.


Kamu tahu sendiri, kalau suami mu ini sudah lama tidak menyentuh tubuh mu yang indah itu."


Ucap Riko sembari mengelus barang miliknya yang sudah mulai tegak sempurna.


"okey Sonia bersedia melayani mas sekali lagi, tapi ceraikan dulu Sonia."


Reza tidak mengindahkan perkataan istrinya dan dia malah membopong tubuh istrinya ke ranjang lagi.


Melakukan hubungan suami-istri dan kali ini tidak seperti yang tadi, dia melakukan hubungan melalui lubang lain.


Sonia menjerit kesakitan karena penetrasi yang tidak pada tempatnya, tapi itu tidak dipedulikan oleh Reza, setelah merasa puas menyiksa Sonia. sepertinya Reza sengaja melakukannya, kemudian Reza melakukannya sebagaimana mestinya.

__ADS_1


Tapi kemudian Reza beralih tempat dan lagi-lagi Sonia menjerit kesakitan, dan kemudian beralih ke tempat asalnya.


Begitulah seterusnya hingga Reza mencapai puncaknya.


__ADS_2