CINTA SUAMI PSIKOPAT

CINTA SUAMI PSIKOPAT
Orangtua Fikri


__ADS_3

POV Riko.**


Kamza dan istrinya yang bernama Agnes, yang merupakan kedua orang tua dari Fikri. Mereka mengaku sebagai om dari Ririn.


Mamanya Ririn sudah mengkonfirmasi hubungan kekeluargaan tersebut, tapi nampaknya bahwa Kamza dan istrinya adalah orang yang tamak.


Kamza bersama istrinya sudah berada disebuah apartemen yang belum selesai di bangun, tepatnya di berada lantai empat belas.


"papa yakin kalau ini adalah undian nya? kok serem gini ya?"


"yakin ma, ini memang masih tahap pembangunan. jadi kita bisa memilih desain interior yang kita inginkan.


Kita hanya membayar pajak, biaya desain interior dan administrasi balik nama apertemen nya.


Selesai ini kita sewakan dan kita akan mendapatkan untung yang maksimal."


Sinar matahari sudah digantikan oleh gelapnya malam, dan sepertinya mereka berdua terjebak di dalam ruangan itu.


Krek...... krekkk......


Pintu terbuka dan Riko sudah berdiri di hadapan Kamza dan istrinya.


"kamu....."


Agnes terlihat begitu kaget setelah melihat kehadiran Riko di apertemen itu, dan sepertinya dia langsung mengenali Riko.


Ucapan itu tidak digubris oleh Riko, lalu empat orang laki-laki datang menghampiri mereka yang ada di ruangan tersebut.


"apa mau bangsat?"


Omongan dari Kamza tidak direspon oleh oleh Riko dan mereka berdua langsung di sekap oleh empat pria itu.


Kamza dan istrinya sudah terduduk dalam keadaan terikat di lantai, kaki dan tangannya yang di ikat ke belakang sementara Riko hanya tersenyum melihat penderitaan mereka berdua.


Setelah Kamza dan istrinya terikat, ke empat pria itu langsung keluar dari unit apartemen itu yang meninggal Riko bersama Kamza dan istrinya.


"menang undian satu unit apartemen, lalu kalian berdua yakin begitu saja. dasar rakus, manusia tamak."


"apa mau Mu? dan kenapa kamu melakukan ini kepada kami berdua?"


"tenang nenek peot, aku hanya ingin mengirimkan mu ke neraka secepatnya."


Jawab Fahar kepada Agnes, mama dari Fikri yang mengaku sebagai bude nya Ririn.


Lalu Fahar meraih tang dari tas Nya, kemudian menjepit kuku ibu jarinya.


"apa benar kalau nenek nya Ririn telah mengambil harta kalian?"

__ADS_1


Pertanyaan itu malah dijawab makian dari Kamza, sepertinya dia tidak perduli apapun yang terjadi terhadap istrinya.


ah....... ah......


Kuku ibu jari kanannya telah di copot paksa oleh Riko, darah segar menetes di lantai serta suara karena kesakitan dan ketakutan keluar dari mulut Agnes, akan tetapi suaminya masih terus memaki Riko.


Kalau kuku telunjuk kini sudah di jepit, air mata Agnes sudah mengalir deras di pipinya.


"tolong hentikan, karena itu sangat menyakitkan. saya akan menjawab semua pertanyaan mu dan setelah itu bunuh kami berdua.


Asal jangan kau sentuh anakku, karena dia anak yang baik.


Fikri sudah melarang kami berdua untuk mengungkit harta yang di maksud oleh Papa nya itu.


Setahu saya, nenek nya Ririn tidak pernah merebut harta siapapun."


"cukup ma, jangan kasih tahu sama psikopat itu."


Bentak Kamza kepada istrinya, kini Riko berjalan ke arah Kamza dan kemudian mencabut kuku ibu jarinya dan juga kuku telunjuknya.


ah ...... ah ........ h..........


"anjing..... dasar psikopat, biadab......"


Teriakan karena kesakitan dan juga makian yang terus-menerus keluar dari mulut Kamza, dan kemudian Riko menoleh Agnes untuk mendengarkan pengakuannya.


"almarhumah nenek Ririn adalah pekerjaan keras, rumah yang sederhana dan setapak sawah adalah warisan dari orangtuanya.


Hanya karena keinginan mas Kamza untuk mendapatkan apapun yang di inginkan, lalu berusaha mencari setiap kesalahan neneknya Ririn.


Apakah masih mau di tanyakan?"


Penjelasan dan pertanyaan dari Agnes membuat Riko berhenti mencopot kuku suaminya dan kemudian berjalan ke arah Agnes.


"siapa petinggi negara yang dimaksud suami mu, yang katanya bisa membantu Nya."


"namanya Dirga, adik sepupu Kamza. beliau juga orang tamak. dia menghalalkan segala cara agar mendapatkan uang.


Termasuk menerima suap dari siapapun, yang penting dia mendapatkan uang.


Lalu seorang polisi yang bernama Darek, adek kandungannya mas Kamza, ngak jauh beda dengan sepupunya.


Beberapa anggotanya sudah di tertangkap, ketika peristiwa.


maksud saya adalah menghilang, seperti yang di jelaskan oleh wanita tua itu sebelum bunuh diri.


Hanya Darek yang masih berkeliaran, mungkin karena dia punya sepupu hakim yang tidak lain adalah Dirga."

__ADS_1


Sepertinya Riko sudah paham akan maksud Agnes, penjelasan memang sudah cukup logis dan gampang di cerna.


Dalam operasi Riko bersama tim nya, mereka juga ada menghabisi beberapa polisi atau pihak berwajib.


Mereka yang bersekongkol telah diringkus dan dilenyapkan, karena mereka seperti kebal hukum.


"apa permintaan ibu?"


Seketika itu Agnes langsung tersenyum dan kemudian menoleh ke arah tas Nya.


"dalam tas saya terdapat buku harian, tolong bunuh semua keluarga suami ku.


Nama-namanya serta alamat nya ada di buku harian itu, mereka semua adalah penjajah yang luar biasa yang menghalalkan segala untuk mendapatkan uang yang banyak."


Kemudian Riko mengambil tas Agnes dan mengambil buku harian itu, lalu mengambil gambar dari daftar orang-orang yang ingin dilenyapkan.


Terlihat raut wajah Kamza, sangatlah marah karena ucapan istrinya.


"mah...


apa yang sebenarnya kamu inginkan? kenapa kamu ingin melenyapkan semua keluarga ku?"


"supaya berkurang orang-orang biadab seperti kamu mas."


Jawab istrinya dengan santai, lalu Agnes kemudian menatap Riko dengan harapan.


"tolong jangan sentuh anakku, dia anak yang baik dan tidak ada sangkut pautnya terhadap ayahnya.


Saya yang menyekolahkan dengan usaha sendiri tanpa uang haram dari papa nya.


Saya juga mintak tolong, tolong hapus Bella dari hidup Nya.


Bella itu adalah perempuan parasit, murahan dan matre. bukan hanya Fikri yang akan di buatnya sengsara, tapi juga Istrimu kelak nanti nya.


Dia akan berusaha untuk menjadi istri mu, karena kamu kaya raya dan tentunya Ririn akan sakit karena itu


Saya sudah tahu akan sifat Bella, dia rela tidur dengan siapapun yang penting dapat uang yang banyak, termasuk sama pria biadab itu."


Agnes menoleh ke arah suaminya, dan terlihat dendam yang membara terhadap suaminya.


Seakan-akan ada rahasia yang dipendamnya, rasa sakit hati yang terpendam untuk suaminya.


Tatapan sang suami yang mengarah kepadanya terlihat penuh amarah, sepertinya dia ingin menghajar istrinya.


Tatapan itu semakin tajam ke arah istrinya, lalu Riko berjalan ke arah Kamza lalu mencopot kuku tangan berikutnya.


ah.... ah...... Ah.... ah......ah.... ah......

__ADS_1


Teriakan akan rasa sakit dari Kamza, yang bergema di ruangan apertemen kosong itu, tapi semua itu tidak dipedulikan oleh Riko.


Malah melakukan aksinya lagi dan mencopot kuku tangan nya yang lain.


__ADS_2