CINTA SUAMI PSIKOPAT

CINTA SUAMI PSIKOPAT
Ada Apa Dengan Huruf 'RR'


__ADS_3

POV Riko.**


Riko membaca sejumlah berkas yang disodorkan oleh Asep kepadanya, berkas tersebut adalah data tentang Papa nya.


"Semua sudah Mas, mbak Ririn benar bahwa Papa nya ikut dalam hal ini."


"maksudnya gimana?"


"Reza adalah nama ayah dari mbak Ririn, Reza menjadi salah satu kaki tangan dari pak Herman papa kandungan mas sendiri.


Herman dan Reza adalah sahabat dari SMA sampai mereka di bangku kuliah, Herman berhasil menggaet menggaet Bude dengan maksud yang lain.


Tentunya Bude putri orang kaya, dan itulah yang di incar oleh Herman.


Selama atok masih hidup, Bude dan mama dalam keadaan aman, tetapi setelah atok meninggal. Herman semakin beringas.


Herman juga bekerja sama dengan ibu Nira, ibu tiri mas yang sekarang. komplotan mereka memang sangat luar biasa mas, mereka tidak segan-segan menghabisi siapa saja yang menjadi penghalang mereka."


"Asep....


Gimana dengan Herman, om dari temannya Ririn?"


"dia sengaja di tempatkan di bagian legal mas, awalnya dia berada di bagian keuangan. tapi segera di tendang oleh oleh ibu Sisy, sahabat dari almarhumah Bude.


Tapi Bu Sisy tidak sanggup mengeluarkan dia dari Adijaya group, semuanya tertutup rapat. dan kejadian kemarin yang berurusan dengan mbak Ririn mulai membuka borok nya, terang-terangan dia mengakui siapa om Herman."


"okey, terus bagaimana dengan Tante Irma?"


"dia yang paling rakus, sebenarnya Tante Irma sudah memiliki Anak. suaminya menceraikan karena Tante Irma terlalu tamak dan sikapnya yang di luar nalar manusia.


oh iya mas, mbak Ririn pernah memberikan Tiga buah flashdisk. katanya benda itu milik Papa nya yang tertinggal di rumah.


Ririn sudah membuka file dalam ketika flashdisk.


Tapi flashdisk yang berwarna biru ini tidak bisa di buka nya, karena menggunakan password yang rumit.


Flashdisk pertama berisi tentang pengaturan dana dan sumber nya dari Adijaya group, mbak Ririn telah melakukan penelitian terhadap berkas tersebut. dan itu benar-benar milik Papa nya.


Tim kita menyelediki lebih lanjut dari isi file tersebut, dan sesuai dengan yang di jabarkan oleh mbak Ririn.


Om Herman meminta Papa nya mbak Ririn untuk membuka rekening bank atas nama mbak Ririn sendiri.


Dan ternyata itu adalah untuk biaya operasional orang-orang suruhan dari Om Herman.


Masalah keuangan di urus oleh pak Reza, ayah dari mbak Ririn.


Ririn juga menemukan sejumlah kejanggalan dalam rekening tersebut, yaitu mbak Ririn menerima sejumlah dana 5 milyar Rupiah.


Mbak Ririn awalnya ingin melacak siapa yang menjadi selingkuhan papa nya, tapi pada akhirnya malah terungkap yang lainnya."


"sebentar, kenapa Istri Ku lebih memilih menceritakan hal kepada mu ketimbang kepadaKu."


"mas ngaca dulu ya, mas itu seperti bongkahan es batu yang awet. mas hanya menjawab Mbak Ririn dengan uhmmm uhmmm...

__ADS_1


Siapa yang ngak kesal coba, sudahlah mas. berdamai lah dengan diri mas sendiri.


Mas, boleh aku bertanya?"


"iya...."


"apa itu 'RR' ? kenapa mas selalu mengucapkan hal itu ketika lagi mengigau?"


Riko menatap Asep, yang tidak lain adalah sepepu nya dari pihak almarhumah mama nya.


"nama gadis kecil yang menolong ku, dia memberikan gelang inisial double R."


"mas tahu siapa nama gadis kecil itu?"


"itu yang tidak bisa aku ingat, tapi leher belakang ada tanda lahir. dan itu persis seperti yang ada di leher Ririn."


"lebih baik kita ngomong bersama dengan mbak Ririn, biar semua lebih jelas."


Ternyata Riko setuju dengan Asep sepupu nya dan mereka akhirnya pulang.


Sesampai di rumah, mereka berdua melihat Ririn di ruang tamu yang sedang mengerjakan sesuatu di laptop Nya.


"syukurlah mas sudah pulang, ada banyak hal yang ingin Ririn tanyakan."


ujar Ririn ketika melihat suaminya sudah berada di depannya.


"lebih baik kita ke ruangan sebelah."


Pinta Asep dan mereka bertiga pergi ke ruangan sebelah yang merupakan ruang khusus untuk pertemuan rekan bisnis.


"maksudnya gimana Asep?"


"begini, apakah mbak Ririn pernah bertemu dengan anak laki-laki waktu kecil dalam keadaan bahaya."


Ririn sejenak terdiam dan terlihat berpikir, mungkin mengingat kilas masa lalu.


"ngak ingat lah, tapi aku menemukan gelang berinisial double ' R ' di tas kecil milik ku waktu masih kecil."


Setelah melihat gelang berwarna hitam yang sudah usang itu, Riko langsung berlari menuju keluar ruangan.


Tentunya Ririn dan Asep heran dengan tindakan Riko, tidak berapa lama Riko datang dengan membawa tas kecil berwarna hitam.


Lalu membukanya kemudian mengambil sesuatu dari dalam tas tersebut, ternyata gelang yang sama seperti yang dimiliki oleh Ririn.


"gelang ini dulu diberikan oleh gadis kecil itu, berharap suatu saat nanti kami akan bertemu."


Ririn memperhatikan kedua gelang tersebut, kemudian Ririn menoleh Riko.


"mas....


Tiba-tiba saja Ririn pingsan setelah memperhatikan gelang yang sama persis seperti yang dia miliki.


Dengan segera Riko membawa istrinya ke kamar, sesampai di kamar tubuh istrinya di baringkan di atas ranjang.

__ADS_1


Ternyata Asep menghubungi dokter pribadi Riko dan tidak berapa lama dokter yang bernama Luqman telah tiba di kamar tersebut.


Setelah memeriksa keadaan Ririn, dokter Luqman menolah Riko dengan raut wajah yang curiga.


"korban mu lagi?"


"tidak dok, istriku berbeda. dia tidak seperti kedua mantan Istriku."


Dokter Luqman langsung memeriksa tangan, lengan hingga pinggang Ririn. terkahir memeriksa perutnya.


"kok bisa? kenapa tidak ada bekas luka atau bekas lebam?"


"saya lebam dok? dan saya yang terluka."


"sini biar saya periksa, duduk dan buka baju mu."


Dokter Luqman menyuruh Riko untuk duduk di anak sofa tersebut.


Beberapa saat dokter Luqman memeriksa bagian tubuh Riko, mulai punggung hingga bagian dadanya.


"di pinggang terdapat dua bekas cakaran dan satu lebam, bagian pundak sebelah kira terdapat cakaran dan satu bekas lebam.


Kenapa?


apa kalian berdua main SmackDown? Istrimu luar biasa."


Riko yang tersenyum Kecut atas perkataan dari dokter Luqman seraya mengenakan kembali pakaiannya.


"masih konsultasi dengan dokter Imran?"


"tidak."


Riko menjawab nya dengan singkat, dan dokter Luqman hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Riko .


"kenapa berhenti? apa kamu tidak berdamai dengan diri mu sendiri?"


"dokter...


saya yakin, Istriku ini adalah jawaban dari mimpi Ku yang tidak pernah ada jawaban."


"maksudmu gimana?"


Dokter Luqman terlihat bingung, lalu Riko menyerahkan kedua gelang hitam yang mempunyai mainan dengan dua huruf 'R'.


"oh... apa istrimu ingat dengan masa lalunya?"


Riko kemudian mendekati istrinya dan mengelus keningnya.


"tidak dok, tapi tanda lahir di leher belakangnya persis seperti kecil itu."


"selain itu apalagi?"


"Ririn tadi mencoba mengingat masa kecilnya, tapi tiba-tiba saja dia pingsan Dok."

__ADS_1


haaaaa.......


Dokter Luqman menghembuskan nafasnya dalam-dalam, lalu melirik tajam ke arah Riko.


__ADS_2