Cinta Tak Di Sangka

Cinta Tak Di Sangka
sedikit mengenang


__ADS_3

Bandung, Februari 2022


Jawa Barat..


Tiara baru saja duduk di dalam ruangan nya, menyimpan se cangkir kopi yang baru saja ia buat


sendiri di dapur restoran nya,


meregangkan tubuh,


berkutat di dapur sangat lah menyenangkan bagi nya, memasak sangat ia sukai, walau kadang ia terluka karna goresan pisau, atau cepretan minyak, bahkan air panas yang tak sengaja mengenai tangan & kaki nya,


menempuh pendidikan s1 telah ia lalui, tentu saja ia memilih tata boga, walau sedikit berdebat dengan sang papa,


Tiara menguasai beragam masakan dan kue,


di sini lah kini ia duduk, di kursi kebesaran nya, ruangan berukuran 4x5m ia sulap menjadi kantor nya, disini ia bisa memantau, laporan laporan dari beberapa leader,


namun ia lebih senang terjun langsung di dapur, memakai Appron dan sarung tangan, kantor hanya membuat nya suntuk,


ia juga tidak segan mengantarkan makanan pada pelanggan yang menunggu, tanpa mereka tau dia lah owner nya,.


pencapaian nya kali ini tidak lah mudah,


ia tidak manja, bisa saja ia meminta modal untuk membangun restoran ini pada papa nya,


tapi percaya lah, ara merintis nya..


lulus SMK dengan nilai memuaskan, ia tidak tinggal diam menerima kucuran uang jajan dari papa nya,


lulus sekolah, ara bekerja di suatu restoran yang cukup besar, mempelajari banyak hal, mencuri ilmu, menyisihkan uang gaji nya untuk ia modalkan suatu saat,


ia tak melupakan kuliah nya, mengatur waktu sedemikian ketat nya.


beruntung nya dia,


sang pemilik restoran melihat kemampuan ara yang bisa di bilang lumayan untuk se usia dia,


pelanggan banyak memuji rasa masakan,

__ADS_1


restoran semakin ramai, karna informasi dari mulut ke mulut melalui sosial media, ia menjadi leader untuk team koki nya di usia 20tahun,


namun semua tidak lah mudah,


beberapa senior yang merasa terganggu dengan jabatan ara, mulai melakukan kasak kusuk, bergunjing, mencari cari kesalahan ara untuk mereka adu kan,


namun sang pemilik dominan, ia telah terlanjur jatuh cinta pada kemampuan ara, tak ada yang mampu mengganggu gugat penilaian dan keputusan nya,


menciptakan beberapa menu baru,


dari makanan berat, hingga pencuci mulut,


ara semakin bersinar,


menaikan pamor restoran tempat ia bekerja..


ara menyesap sedikit demi sedikit kopi yang masih mengepul, ia tidak suka menunggu nya sampai menjadi dingin


ara ingat betul, saat bu nina sangat berat melepaskan nya untuk resign,


namun bagaimana lagi, niat ara mengundurkan diri karna ia ingin membuka usaha nya sendiri, cukup sudah kurang lebih 3tahun mengumpulkan pundi untuk merintis resto nya sendiri,


tiara sangat bersyukur, memiliki orang orang yang sangat baik di sekeliling nya.


memeriksa laporan yang masuk siang ini, beberapa persediaan pokok sudah mulai menipis, ara menghubungi toko, memesan bahan baku yang harus sudah ada di restoran nya besok pagi


perhatian nya ter'alihkan saat HP nya bergetar, panggilan dari pelayan di rumah nya,


ara bangkit, menuju jendela, berdiri di sana menerima panggilan itu dengan cepat


"non, papa pingsan lagi"


"kok bisa bi? terus papa dimana sekarang? "


“sudah di rumah sakit non, sudah dapat penanganan dari dr. aryo"


"ko baru ngabarin sekarang, ara ke RS sekarang ya... "


tidak menunggu jawaban, ara bergegas, menyambar kunci motor matic dan tas gendong nya, ara pamit pada beberapa pelayan yang sedang berjaga..

__ADS_1


"ayo lha pah, papa memang nakal" (gumam ara sambil memakai helm)


kondisi papa memang sedang kurang baik 3bulan terakhir ini, penyakit jantung yang sudah ia derita 2tahun ini semakin menghawatirkan,


ara tidak pernah melewatkan jadwal cekup sang papa ke RS, namun entah mengapa, ini kali ke dua papa pingsan di rumah..


bertemu kang ujang di depan RS, ara tergesa, menuju lift yang ada di ujung gedung, setelah mendapat informasi ruang rawat sang papa,


memencet tombol untuk tujuan nya,,


ara menunggu, entah mengapa terasa lama bagi nya, ia khawatir...


ting,


lift terbuka,


"permisi saya buru buru"


kata ara menerobos beberapa orang di depan nya, ia keluar, sempat menimbang arah, antara kanan atau kiri, ruang perawatan papa,


memutuskan untuk belok ke kanan, ara tak memperhatikan jalan nya,


hingga ia menabrak salah se orang lelaki dengan pakaian khas dokter nya,


sang dokter pun tidak menyangka akan mendapat tabrakan di dalam gedung rumah sakit, membuat nya oleng, setau dia, tabrakan hanya terjadi di jalan raya,


dokter terdorong, hingga terjatuh, ia terduduk dengan ara di pangkuan nya, rambut gadis itu menutupi wajah sang dokter,


sekilas, danu dapat menghirup aroma shampo yang begitu lembut di rambut sang penabrak,


ara tersadar, membalikan wajahnya, ia tekejut, mendapati tubuh nya berada di atas tubuh orang lain, langsung berpindah tempat, duduk di lantai


"maaf maaf,.. " (ucap ara, sambil merapihkan rambut, nafas nya tercekat, jantung nya terpacu karna kecelakaan yang terjadi)


danu nyengir,


melihat wajah panik si penabrak,


"aduhhhh" (ucap danu menyentuh dada nya)

__ADS_1


"apa ada yang sakit dok??" (ara sungguh tidak enak hati)


__ADS_2