Cinta Tak Di Sangka

Cinta Tak Di Sangka
anakku..


__ADS_3

Danu berlari, ia bingung harus kemana mencari ara istri nya, ia hampir gila semua nya tentang ara, ia takut bagaimana jika istri nya benar benar telah pergi? akan jadi apa dia tanpa istri nya kekasih nya..


selama 10menit ia mencari, bandara sudah tampak lenggang, danu lelah, keringat mulai membalut tubuh nya, nafas dan jantung nya berlomba, ia terdiam,


seorang petugas melintas danu menghampiri nya


"pak apa masih ada penerbangan? "


"tidak tuan, semua pesawat telah terbang, itu yang terakhir"


danu melirik arah yang petugas tunjuk, sebuah pesawat benar benar terbang, lutut nya seketika melemas, danu bertumpu pada pagar pembatas yang ada di sana, memandang pesawat yang semakin jauh terbang ke atas sana, entah lah burung raksasa itu membawa istri nya atau tidak, sudah tidak ada penerbangan lagi sampai nanti siang hari, danu kalah, istri nya, kehidupan nya telah pergi menjauh, ini salah nya, dia penyebab istri nya terluka hingga pergi meninggalkan nya,


"kamu menghukum ku ara? tapi ini terlalu berat, kamu boleh hukum aku, tapi kamu jangan pergi, dengan itu aku masih bisa melihat mu walau dari kejauhan"


papa dan mama baru sampai di bandara, mereka juga sama khawatir nya,


papa menelpon danu,


danu tersadar dari lamunan nya,


"pah.. "


"bagaimana apa ketemu? "


"ara pergi pah, entah sejak kapan, sudah tidak ada jadwal penerbangan lagi pagi ini, semua pesawat sudah terbang"


papa terdiam, ia tidak tau harus bagaimana, suara danu begitu lemah dan bergetar, papa tau anak nya sangat sedih.


"papa di luar, mama juga datang"


"iya pah"


danu melirik lagi, di tempat nya berdiri ia bisa melihat landasan yang kosong, ia tidak tau Ara pergi ke mana,


ia berbalik, langkah nya sangat gontai, dia kehilangan semangat nya, pagi tadi danu sangat bersemangat karna ia akan melakukan konfirmasi masalah nya, yang berarti akan cepat selesai, namun ara terlanjur pergi, bahkan ia mungkin tidak melihat apa pun pernyataan yang danu katakan di media,


danu mengusap dada nya, se malam ara masih dalam pelukan nya, tubuh nya sangat lemah, danu khawatir, ara sedang kurang sehat,. ia teringat tentang tes kehamilan, hati nya tambah gemetar,


mama melihat putra nya datang dari dalam bandara, ia menghampiri nya, memeluk danu dan menangis,

__ADS_1


"ara ninggalin danu mah, dia sangat marah"


mama memeluk anak nye semakin erat,


"mungkin ara butuh waktu sayang, ini terlalu berat untuk nya, kita berdoa semoga ia cepat kembali"


danu mengangguk,.


benar ara butuh waktu dan semoga ia tidak lama pergi nya dan cepat kembali,


"danu akan tunggu ara mah"


mama mengusap wajah putra nya, dokter danu yang tampan dan mempesona kebanggaan nya, wajah nya terlihat sangat sedih, ia juga pasti kurang tidur karna semalam berada di kantor polisi,


"danu mau pulang ke rumah ara, siapa tau ada petunjuk kemana ara pergi, danu akan jemput dia"


"iya sayang, ayo kita pulang"


***


danu pelanggan ke rumah ara, di sambut isak tangis bi Nur, karna melihat danu pulang sendiri..


danu menggeleng


"danu terlambat bi" danu menunduk bi Nur menangis lagi..


"non ara sedang kurang sehat pak dokter bibi khawatir"


"ya bi, semalam danu mengusap punggung nya"


"iya, non ara sangat suka itu, ia akan cepat tertidur"


bi Nur ingat sesuatu


"pak dokter..? ".


danu menoleh,


" apa pak dokter tau non ara hamil"

__ADS_1


tubuh danu menegang seketika, mata nya memanas lagi,


"ara hamil bi?? "


"jadi pak dokter ga tau? "


danu menggeleng lemah,


"tunggu pak, " bi Nur pergi ke kamar nya danu memperhatikan,


tak lama bi Nur kembali lagi,


menyodorkan benda pipih berwarna putih biru dengan ragu ragu, danu jelas tau apa itu, tubuh nya bergetar


"bibi nemu ini di kamar, di bawah bantal non ara beberapa hari yang lalu"


danu menggenggam nya, dua garis merah begitu nyata, ara benar benar mengandung anak nya, buah cinta nya,


"danu ga tau bi, ara ga ngasih tau, danu baru kepikiran se malam soal kehamilan ara, karna ara sering mual dan muntah"


"danu ke kamar dulu bi"


"iya Pak dokter"


danu terdiam, memegang Handel pintu kamar nya, ia berharap ara ada di sana sedang tertidur,


danu membuka kamar nya pelan, hening, wangi parfum ara masih tercium di sana, danu menunduk, menatap alat yang ada di tangan nya,


ia duduk di ranjang di tempat di mana ara tidur, danu merebahkan diri nya di sana, memeluk guling yang biasa ara pakai,


"kamu hamil sayang? kenapa kamu ga bilang?.


aku memang bodoh ara, sudah beribu pasien yang aku tangani, tapi aku lengah pada istri ku sendiri".


danu ingat saat tengah malam ara keluar ingin membeli bubur kacang kesukaan nya, ia menyesal membawa ara masuk lagi ke rumah, ara sedang ngidam, ia juga senang makan asinan dari pada nasi.


danu menenggelamkan wajah nya di bantal, ia menangis, benar benar menangis.


"bahkan aku gatau berapa usia kandungan mu ara, usia anak kita"...

__ADS_1


__ADS_2