Cinta Tak Di Sangka

Cinta Tak Di Sangka
kado ulang tahun


__ADS_3

ara sudah siap dengan baju tidur nya, ia mengoleskan serum di kulit wajah nya,


danu keluar dari akar mandi, tumben sekali ia tak menggunakan baju, hanya celana pendek rumahan saja yang ia pakai, ara melirik nya melalui cermin, danu tanpak sexy, walaupun perut nya tidak seperti roti sobek,


entah mengapa ara senang melihat pemandangan itu, danu sengaja belum memakai baju nya, ia akan melakukan ikhtiar malam ini,


ikhtiar merayu sang istri, dengan modus kado untuk ulang tahun nya.


"mas pake baju nya tar masuk angin"


danu melirik ara, ia malah mendekat, ara menghentikan kegiatan nya menyisir rambut, ara melihat sesuatu menggantung diatas kepala nya, danu menunduk, memasang kan kalung di leher ara, liontin dari kalung itu nampak mengkilat dalam cermin


"kamu suka sayang? “


ara tersenyum


" suka mas ini indah, apa mas tadi beli ini? "


"ya, syukurlah kalo kamu suka"


"mas, ara sungguh ga enak, ara bener bener ga tau kalo mas ulang tahun hari ini, mas mau kado apa? nanti ara belikan"


danu membungkukkan tubuh nya, mata nya menatap cermin, memandang sang istri dari sana,


"kamu kado terindah yang Allah kasih buat aku tiara" ara terdiam, entah perasaan seperti apa yang ia rasakan, senang, deg degan, haru, bercampur jadi satu,


"jika boleh aku akan minta sesuatu untuk kado ku"


ara mengangguk,

__ADS_1


"apa?"


danu membetulkan posisi tubuh nya jadi tegak, tangan nya meminta ara untuk bangun dari duduk nya, mereka sudah berhadapan,


danu memilih kata dalam hati nya, jujur ia sangat sangat deg degan, danu membelai rambut ara selembut mungkin, memainkan nya, menghilangkan kegugupan yang ia miliki,


"ara, jika aku meminta hak ku sebagai suami apa boleh"


ara diam, menatap mata danu yang sendu


"tapi kalo kamu belum siap, aku ga akan maksa, nanti saja kalo kamu siap" danu memberikan senyuman terbaik nya, ia tidak mau hal ini menjadi beban untuk ara,


ara memegang tangan danu yang ada di pipi nya, "ayo mas, ara mau"


bagai di siram ribuan kelopak bunga yang wangi, danu begitu saja tersenyum, jika ada kata yang lebih bermakna dari kata bahagia itu lah umpama nya kini perasaan danu,


danu tak membuang waktu, ia takut ara berubah pikiran, ia memberikan kecupan di seluruh wajah ara,


danu membawa ara ke tempat tidur,


ara duduk lagi di pangkuan danu seperti tadi di resto,


mencumbu sang istri dengan lembut, danu mulai membuka kancing piyama yang ara pakai, hingga semua terlepas,


menurunkan ciuman nya ke leher, danu menghirup wangi khas tubuh sang istri yang menjadi candu nya, ara berguncang, ia merasa merinding atas perlakuan danu, danu sontak tertawa kecil, ia sengaja, memberikan kecupan di dekat telinga istri nya


"masss"


untuk pertama kali nya, danu mendengar suara lembut istri, panggilan untuk nya semakin terasa romantis malam ini,

__ADS_1


"hmmm" jawab danu,


"geli... " danu tertawa


menjauhkan sejenak wajah nya dari sang istri,


danu menatap ke dalam piyama istri nya yang masih terpasang, dua buah gunung yang masih tertutup kain berwarna hitam pekat, danu kesulitan menelan siliva nya, mata mereka bertemu, ara memberanikan diri mengusap dada bidang suami nya, menggeser tangan nya ke atas untuk menuju tengkuk, kulit danu begitu bersih, ara memainkan rambut belakang danu, danu mendekat pada gunung yang ara miliki, menyingkap sedikit piyama ara, untuk tidak menghalangi aktifitas nya, danu mencium nya,


tak dapat di pungkiri, ara seperti menginginkan nya juga, ia meremas rambut belakang danu, membuat danu semakin dalam bermain di sana,


ara mendesah tanpa sadar, membuat gejolak di hati suami nya makin membara,


danu membaringkan ara di tempat tidur, membuat nya senyaman mungkin, mengulangi kegiatan yang sama seperti tadi, danu belum puas bermain di sana, namun hasrat nya seperti tidak bisa di tahan, menelusup kan tangan nya ke punggung ara, danu membuka pengait bahan yang menutupi dada ara,


"masss" ara merona pipi nya, mungkin ia merasa malu, tangan nya menahan penghalang gunung nya itu, danu tersenyum jahil,


ia mematikan lampu utama, dan kini kamar hanya di terangi lampu tidur, membuat susana lebih romantis, ara mau tidak mau membuka baju nya,


mereka tertawa malu malu,


karna masih ada kecanggungan dari kedua nya, tubuh atas ara sudah polos, danu memeluknya, seketika kehangatan tubuh ara membuat nya memanas, bibir mereka masih memangut satu sama lain, namun tangan danu mulai bergerak, terus ke bawah, mencari yang katanya pusat kenikmatan dalam suatu hubungan,


danu banyak belajar teori dari Kedokteran, namun untuk praktek, ini baru akan ia lakukan,


danu menelusupkan tangan nya ke dalam celana piyama ara, ia merasa ara meremas rambut nya sedikit lebih kencang, mungkin karna ara merasakan sesuatu di bawah sana,


danu mencari, hingga ia menemukan nya, memijat daerah sensitif ara dengan jari jari nya, tubuh ara bergerak menggeliat


"massssss"

__ADS_1


danu menenggelamkan wajah nya di ceruk leher sang istri ara semakin tidak karuan,


perasaan macam apa ini pikir nya


__ADS_2