Cinta Tak Di Sangka

Cinta Tak Di Sangka
konfrensi pers


__ADS_3

Yona sedang bersiap, ia akan memberikan kasus ini versi dia (tanpa tau malu) ke awak media,


alex telah pergi, dia meninggalkan yona karna yona tidak mau menikah dengan nya,


anak yang di kandung yona adalah anak dari alex, yona berpikir bahwa pihak danu tidak ada yang tau tentang hubungan nya dengan alex,


ia gelap mata, memang benar wanita mana yang mau di campakan oleh lelaki yang ia cinta,


alex sumber uang nya, namun danu lah cinta nya.


pemutusan hubungan se pihak dari danu membuat nya frustasi, yona tidak ingin kehilangan danu, segala cara ia tempuh, dia sempat terpuruk saat mendengar danu menikah dengan ara wanita yang di jodohkan dengan danu, yona merasa danu berubah sifat nya sejak mengetahui ia di jodohkan,


yona telah siap, semua wartawan telah berkumpul ia punya kuasa hukum juga, konfrensi Pers itu begitu besar karna kasus nya sedang jadi trending,


ara telah di rumah, ia merasa tenang setelah menyerahkan semua nya pada rima, rima bisa ia andalkan, ara sudah banyak memberikan ilmu pada nya,


ara memandang hujan yang cukup deras di teras belakang, namun telinga nya masih bisa mendengar suara TV yang menyala tanpa ada yang menonton,


ara mendengar sang reporter berkata


"pemirsa, saya sudah berada di gedung xxxx tempat di selenggarakan nya konfrensi pers tentang kasus yang menjerat model cantik bernama yoana esafa, atau biasa kita kenal yona dengan seorang dokter yang di ketahui bernama danu atmadja, semua awak media telah bersiap, kita tinggal menunggu sang model datang, di kabarkan ia sudah bersiap di dalam, rencana nya yona akan membeberkan kronologi kasus yang ia gembor gemborkan dengan barang bukti foto dan video ekstrim nya dengan sang dokter,


nah pemirsa, jangan kemana mana karna kita akan siarkan secara life dari gedung xxx, selamat menyaksikan"


ara tersenyum, ia masuk ke rumah nya, berniat ingin melihat konfrensi pers yang di lakukan yona, ia juga ingin tau apa sebenar nya yang terjadi.


semua telah di mulai, yona terlihat duduk di temani manager dan kuasa hukum nya,


terlintas di pikiran ara untuk menjahili suami nya, ara sengaja melakukan video call dengan latar belakang TV yang menyiarkan siaran langsung itu,


tuttttt, tuttttt, ara menunggu,


danu langsung mengangkat panggilan itu,


"hallo sayang" kata ara tersenyum. danu sempat heran ara berubah drastis walaupun ia senang


"ara, kamu di rumah? "

__ADS_1


"iya mas, aku lagi nonton, kamu pulang lah, kita nonton bareng, kaya nya akan seru"


"nonton? nonton apa? "


ara memutar HP nya, ia sengaja memperlihatkan diri nya yang sedang menonton,


"tuh, ada berita kamu di TV, ayo mas pulang, kita nonton bareng"


ara memutar lagi HP pada wajah nya,


"aku tunggu di rumah ya sayang" dengan senyum mengembang nya


danu terdiam, ia tak merespon, telpon nya sudah ara matikan, ia masih di kamar ny,


"ara kenapa kamu nonton segala? " danu bertanya pada diri nya sendiri,


ia memutuskan akan pulang ke rumah ara, danu takut ara akan semakin marah itu harus di hentikan.


ara bangkit dari duduk nya, kepala nya berputar, mual nya mendadak datang lagi,


setelah di rasa sedikit nyaman, ara membasuh wajah dan mulut nya,


ara tersenyum mengusap perut nya


"kamu ga bolehin ibu nonton acara itu ya nak?


ayo kita tidur saja, itu memang ga penting"


ara pergi ke kamar nya, menikmati rasa mual yang ia rasakan, ara berbaring di sofa, entah lah padahal jarak sofa dan ranjang nya hanya dua meter, tapi ia malah tidur meringkuk di sana.


15menit perjalanan danu tempuh, memarkirkan mobil di garasi rumah ara, danu masuk,


rumah sangat sepi, ara terlihat tidak menonton seperti di panggilan yang ia lakukan tadi, danu pergi ke kamar nya, mendapati ara telah terlelap kedua tangan nya terlipat menjadi bantal, danu duduk di hadapan nya


ara benar benar terlihat lebih kurus, di tambah rambut pendek nya meng Ekspose leher jenjang nya, demi Tuhan danu rindu, ini sangat menyakitkan orang yang kamu rindukan ada di depan mu, tapi kamu tidak bisa menyentuh nya,


mata nya telah berair, memikirkan bagaimana mengembalikan kepercayaan istri nya itu, di hadapan istri nya danu merasa jadi lelaki yang berengsek,

__ADS_1


danu membelai wajah istri nya, "papa maaf danu ga bisa jaga ara dengan baik"


ara terusik,


"masss" ia mengigau,


danu tersenyum, hati nya senang ara menyebut nama nya


"mas di sini sayang" lirih danu menjawab nya


namun ara terlelap lagi,


ia mencium kening ara sedikit lama, ara terbangun mata mereka saling menatap, jujur ara pun rindu suami nya, melihat respon ara yang tidak menolak, danu tersenyum, membelai lagi rambut istri nya


"mas gendong pindah ke ranjang ya? "


ara mengangguk, itu membuat danu senang,


danu mengangkat tubuh ara, benar ara teras lebih ringan, ara mengalungkan tangan nya di leher sang suami, ia bersandar di dada nya.


pelan, danu menurunkan nya di ranjang,


wajah mereka begitu dekat, danu tersenyum, menikmati wajah istri nya,


"mas sayang sama kamu ara"


danu mendekatkan bibir nya, lagi lagi ara tidak menolak, mereka bercumbu, mereka saling menginginkan nya, sentuhan danu yang begitu lembut membuat ara terlena, ara menikmati nya, danu melakukan nya dengan sangat pelan, meresapi kerinduan di sana, menyalurkan kasih sayang,


danu mengusap punggung ara, bergantian dengan tengkuk nya, ara mendorong pelan dada danu agar ciuman mereka terhenti,


danu bertanya melalui mata nya, ara mendorong tubuh nya, ia bangun, rasa mual nya datang lagi, ara pergi ke toilet di kamar nya,


mendengar ara muntah, danu menghampiri nya, memijat tengkuk nya,


danu berpikir, ara sudah beberapa kali muntah, apa kemungkinan ara hamil??


danu sangat senang, tapi nanti ia akan memberi kejutan untuk ara, ia akan membawakan tes untuk kehamilan nya, dan semoga benar ara hamil, ia akan sangat bahagia

__ADS_1


__ADS_2