
Danu sampai juga di resto sambil menahan sakit di sekujur badan, ia memeriksa wajah nya melalui kaca spion ada darah di pelipis mata nya, danu mengelap nya dengan tisu,
ia terkejut, sebuah ketukan di pintu mobil nya terdengar, ara di sana..
danu membuka pintu untuk istri nya,
"mas, ko kaca belakang pecah? " ara menunduk masih ada darah di pelipis suami nya,
"ya Allah mas kenapa? "
ara masuk ke mobil, langsung menyentuh wajah suami nya,
"mas berantem? "
danu terdiam, ia tak mungkin mengatakan orang orang itu suruhan yona,
"mas di serang sayang" danu meringis, pipi nya juga terasa sakit saat berbicara
"ayo ke RS mas, biar ara yang bawa mobil"
"engga sayang, kita pulang aja, mas punya salep buat memar".
ara mengangguk, ia sudah menunggu danu dari tadi, agus memberi tahu nya saat danu datang, ara bergegas keluar sedikit khawatir karna danu tak bisa di hubungi,
ara terus melirik suami nya, danu fokus ke jalan, tak biasa nya suami nya ini sedikit pendiam,
" HP mas pecah sayang" danu melirik istri nya, sambil tersenyum
"pantes aja ga bsa di telpon mas"
danu terus melajukan mobil nya arah pulang.
ara membawa kotak p3k dari dapur, danu sudah ada di kamar nya,
"mas tadi mau ke resto, tapi jalanan macet, mas nyoba jalan pintas tapi ga tau kenapa kaya ga ada arah, sinyal juga ga ada, terus mereka dateng"
"apa ada barang barang mas yang hilang? "
"engga sayang, mereka cuma pukul aja"
ara merasa sedih, diam diam dia juga berpikir, "kalau ga ada yang hilang, mereka niat sekali datang dan memukul mas danu"
ia mengoleskan salep ke memar suami nya,
"coba buka bajunya mas, apa ada luka? “
" punggung mas kena tadi"
ara membuang nafas nya kasar, benar, di sana ada tanda merah memanjang
"pake apa mereka pukul nya mas? "
__ADS_1
"ada yg bawa balok, batu, entah yang pukul kaca mobil pake apa"
ara terdiam, sambil mengolesi luka suami nya ia terus berpikir, siapa kira nya yang tiba tiba menyerang suami nya, mereka sedang tidak dalam masalah, tapi ara tidak mengatakan hal itu, ia menyimpan nya sendiri, yang penting suami nya baik baik saja,
"apa mas ngerasa pusing? "
"engga sayang"
"buka celana nya mas, mau ara periksa"
danu tersenyum pada istri nya,
"beneran? "
"apa maksud nya beneran?" tanya ara
"kamu sanggup ngeliat nya? "
ara tertawa kecil,
"ayo cepet mas biar ara obatin"
danu membuka pelan celana nya,
mata ara memanas melihat kulit danu yang memar kebiruan di paha sebelah kanan
"ini pasti sakit mas"
"kenapa kamu nangis sayang"
ara menyusut mata dengan punggung tangan nya,
lalu ia menggeleng, meneruskan lagi kegiatan nya, danu jelas melihat ara menangis,
"itu ga sakit sayang" katanya lagi,
"apa nya ga sakit, ini sampai memar begini mas"
ara membereskan bekas kompresan nya, ia memberi salep lagi di memar danu,
ia cepat membawa baju tidur suami nya, ara sangat telaten, jelas, ia biasa membantu papa nya dulu.
"mas belum makan, mau ara bawain? "
"mas ga laper, kamu udah makan? “
" udah mas"
ara membantu suami nya memakai baju,
"mas tiduran ya, istirahat, ara ke dapur dulu beresin ini"
__ADS_1
"makasih ya sayang"
ara mengangguk dan tersenyum, ia pergi ke dapur
"maaf sayang, mas belum bisa bilang siapa yang lakuin ini"
ara terdiam duduk di meja makan,
apa mungkin rio yang melakukan itu, tapi setahu ara Rio tidak kasar, lagian dia tidak ada di sini, Rio sudah pergi meninggalkan nya,
ara membuat jus jambu,
kang ujang masuk ke rumah
"non mobil pak dokter kenapa? "
"ga tau kang, ada yang ngeroyok mas danu"
"terus pak dokter nya gimana non? "
"ga apa apa kang, ada memar, tapi udah di obatin"
"saya bersihin dulu kacanya ya non, besok mau di bawa ke bengkel?? “
" boleh kang, hati hati bersihin nya,
iya pasti di bawa ke bengkel besok"
"siap non"
"makasih kang"..
ara masih termenung,
namun tak lama ia bangkit, ara membawa jus jambu nya juga ke kamar, namun danu ternyata sudah tidur, ara sama sekali belum mengantuk,
ia memainkan HP nya entah sampai jam berapa,
**
" bego banget, masa kalian berlima ga bisa bawa danu ke sini? "
yona marah marah, percuma dia membayar jasa bodyguard tapi hasil nya nihil,
"gue ga mau tau, lo coba lagi, kalo engga gue ga mau bayar jasa lo"
yona menunjuk nujuk si sopir yang ternyata pemimpin dari gerombolan itu
"dia kuat nona, anak buah saya hampir babak belur semua"
yona tersenyum sinis,.
__ADS_1
"itulah danu ku"