Cinta Tak Di Sangka

Cinta Tak Di Sangka
kesedihan danu


__ADS_3

danu masih di sana, di ranjang mereka, usia pernikahan mereka baru saja kurang lebih tiga bulan, tapi bagaimana takdir memporak porandakan hati mereka,


danu jatuh cinta pada sang istri sebelum ia tau mereka di jodohkan,


ara menabrak nya di rumah sakit, danu ingat betul bagai mana rambut lurus se punggung ara menutupi wajah nya, harum dan lembut rambut nya seketika tercium di hidung danu, mereka terjatuh, ara duduk di pangkuan nya, danu jatuh cinta pada mata yang ara miliki, matanya bagai menghipnotis, danu sempat terpaku beberapa saat, jika ara tak bertanya keadaan nya saat itu.


danu mengusap bingkai foto ara yang ada di meja di kamar nya, ia mencari sesuatu yang mungkin bisa jadi petunjuk kemana ara pergi, danu akan menyusul nya, bila perlu memaksa ara untuk pulang,


ia membuka lemari baju istri nya, ara tidak membawa semua baju nya, apa benar ia pergi tak kan lama? pikiran dan hati nya berargumen, mata nya terpusat pada baju tidur dengan model sedikit terbuka, ia ingat betul saat ara begitu malu malu memakai nya atas permintaan danu,


mata nya terpejam, bayangan sang istri begitu jelas di pelupuk mata, bagaimana ara tertawa, danu lebih senang melihat wajah istri nya ketika malu malu saat ia rayu, danu menyentuh baju tidur itu,


"mas rindu ara, sungguh, mas ingin memeluk mi sepanjang malam, kita bersiteru kemarin kemarin, tapi malam tadi kamu begitu pendiam, kamu baik sama mas kamu bahkan minta mas mengusap punggung mu, kamu tau itu yang terakhir ara?? makanya kamu melakukan itu? “


danu melepaskan tangan nya, ia ingat bagaimana ara dengan polos berkata bahwa video nya dengan yona kurang hot,


danu menggores hati nya begitu dalam, ia tau, danu sadar.


"apa lagi yang harus mas katakan ara? semua pembelaan mas lakukan karna ingin kamu bertahan, kamu menginginkan cerai, jika mas tau itu lebih baik mas akan sanggupi, setidak nya kamu masih di sini, kita masih bisa bertemu, kalau mas rindu, kamu menyiksa mas dengan kepergian mu ara, mas ga pernah mencintai wanita sedalam ini, mas tau cinta kamu belum tumbuh saat kita menikah namun kamu tidak memperlihatkan itu, kamu melayani mas dengan baik, tapi bodoh nya mas menghancurkan semua.


mas pantas mendapatkan ini ara"


hati nya sakit, ia tak perduli perkembangan kasus nya, danu ingin di sini, menikmati setiap sudut kamar yang penuh dengan kenangan istri nya,


...****************...


...Di, setiap doa ku...


...di setiap air mataku...


...slalu ada kamu...


...di setiap kata ku...


...kusampaikan cinta ini...


...cinta kita....


...ku tak akan mundur...


...ku tak akan goyah...


...meyakinkan kan kamu,...

__ADS_1


...mencintai ku......


...Tuhan ku cinta dia,...


...ku ingin bersama nya,...


...ku ingin habiskan nafas ini berdua dengan nya...


...jangan rubah takdir ku...


...satukan lah hatiku dengan hati nya,...


...bersama sampai akhir...


Ara kewalahan, ia tidak bisa istirahat sebentar pun, rasa mual nya begitu menyiksa,


seorang ibu di sebelah nya memperhatikan ara, ara tampak gelisah,


"son, are you okay?"


si ibu menglurkan tangan nya untuk mengecek suhu tubuh ara,


ara tidak demam, apa ia mabuk perjalanan? pikir si ibu..


aku mual bu, sejak tadi


'you jetlagged? "


kamu mabuk perjalanan?


'like that ma'am"


seperti nya bu.


"Just hold on, we'll land soon"


bertahan lah sebentar lagi kita landing


ara mengangguk, ia tersenyum


"thanks ma'am"


ara benar benar bertahan, badan nya sudah sangat lelah, ia berjalan mencari seseorang di dalam kerumunan penjemput, seorang wanita yang sangat ara kenal melambaikan tangan nya wajah nya begitu cerah,

__ADS_1


"ara di sini"


ia bersama suami dan anak bungsu nya,


ara bernafas lega, di negara asing ini bertemu orang yang ia kenal sangat menenangkan,


"bu... "


ara memeluk nya, bu nina adalah mantan bos nya dulu saat ara pertama kali belajar tentang management restoran, sampai ia berhasil kini, adalah hasil pengalaman bu nina,


"ara, ibu kangen"


"ara juga bu.. "


mereka merenggangkan pelukan nya, saling menatap penuh haru, bu nina telah pindah menetap di Paris setahun lalu, ia harus mengikuti suami nya, resto di Indonesia anak pertama nya yang memegang alih,.


"hay jagoan.. " ara menyapa anak bungsu bu nina ia tertawa, usia nya 4tahun,


ara juga menyalami suami bu nina,


"apa kabar pak? "


"sangat baik ara, kamu terlihat pucat"


ara mendesah


"hufttt, dia menyulitkan ku" ara menunjuk perut nya


membuat bu nina dan pak brata tertawa,


"ayo sayang, kita pulang" ajak bu nina,


ara mengangguk senang,


sopir bu nina membantu nya mendorong koper,


ara telah sampai di Paris pukul 7 pagi, yang berarti di Indonesia sekitar jam 1malam.


jarak waktu Paris -indonesia 6 jam lebih awal,


menempuh perjalanan 1jam dari bandara ke kediaman bu nina, ara terpesona dengan bangunan bangunan khas di sana,


sambil memandang ke arah luar, ara ingat, ketika danu mengajak nya bulan madu, ia sangat ingin ke Paris, di sini juga ada bu nina, ada keluarga yang ia kenal, yang dapat memudahkan semua, ara hanya bisa bahasa Inggris, semoga ia tidak kesulitan tinggal di sini, entah sampai kapan..

__ADS_1


__ADS_2