Cinta Tak Di Sangka

Cinta Tak Di Sangka
musibah 2


__ADS_3

flash back


pagi itu, sekitar jam 9:30 ara sampai di resto, bekerja seperti biasa nya, ketika semua sudah rapih ara pergi ke supermarket, persediaan makanan di kulkas rumah nya sudah menipis, daftar belanja sudah ia pegang,


ara memberi tahu rima akan pergi, karna siang ini ia sudah ada janji dengan seseorang yang akan mengadakan acara menggunakan jasa katering nya,


ara menyalakan motor nya, jarak resto dan supermarket tidak lah terlalu jauh, hanya 15 menit perjalanan..


ara memarkirkan sepeda motor nya, menggantungkan helm di spion..


ara menelpon kang ujang, untuk membawa belanjaan langsung ke rumah, sementara menunggu ia berbelanja..


satu persatu belanjaan masuk ke troli,


memilah milih bahan baku yang baik,


ara mengantri menunggu se orang di depan nya menuju kasir,


semua berjalan seperti biasa, hingga ara keluar gedung, bertepatan mang ujang datang,


ara di bantu mang ujang memindahkan belanjaan, setelah memberikan uang untuk isi bensin, mang ujang pergi,


saat menuju supermarket, ara melihat penjual eakrim durian di sebrang jalan, ara menginginkan nya,


ia tak memakai helm karna jarak nya sangat dekat pikir ara.


membaca situasi dan kondisi jalan raya ara menyebrang saat jalan sedikit lenggang, namun terjadi begitu saja sebuah mobil berwarna putih entah bagaimana menabrak nya, ara terpental cukup jauh, motor nya terseret,


ara sempat mendengar jeritan dari orang orang, sebelum akhir nya ia tak sadarkan diri..


**


Rio berlari, menuju lorong rumah sakit,


ia menerima kabar dari rima tentang kecelakaan bos nya itu,


salah satu koki yang sedang off mengenali ara, ia segera menelpon ambulance, dan membantu bos nya itu di naikan ke mobil, koki bernama edi itu langsung memberi informasi pada rima tentang kecelakan itu.


tak sabar, rio hampir kehabisan nafas karna olahraga mendadak nya itu,


menemukan no ruangan ara, rio mengetuk pintu,


danu berjalan ke arah pintu dan membuka nya, melihat seorang lelaki dengan nafas tidak stabil danu memindai rio dari atas ke bawah...


"apa ara di dalam dok?? "


menarik kesimpulan kalau yang membukakan pintu adalah dokter yang merawat ara,


rio lupa akan cerita ara tentang sangat dokter,


"masuklah" ( danu membuka pintu sedikit lebar)


_ apa dia pacar nya ara?? _ danu bergumam dalam hati nya,


ara tersenyum lebar melihat siapa yang datang, tangan nya refleks terangkat, menyambut kedatangan kekasih nya,

__ADS_1


*ada yang memanas, tapi bukan kompor*


mereka berpelukan, bagaimana ara tersenyum lepas dalam pelukan laki laki itu, danu melihat nya,


Rio melepaskan pelukan nya, menangkup pipi ara dengan lembut,


"mana yang sakit?? " ( tanya nya meneliti wajah dan tubuh ara)


ara tersenyum,


"aku ga apa apa sayang.. "


danu membuang wajah nya mendengar ara menyebut Rio sayang, danu tersenyum sinis,


jika dulu ara bisa mencium nya di hadapan yona, apa harus danu juga melakukan hal sama di depan Rio??


Rio memberi kecupan di kening ara cukup lama


"hey, sakit tau... " (ara protes membuat Rio tertawa)


"maaf maaf"


tak tahan, danu tidak bisa melihat ini berlangsung lama, ia keluar ruangan begitu saja, meninggalkan sepasang kekasih bermesraan di sana,


danu duduk, mengusap wajah nya kasar..


"bagaimana mereka bisa se mesra itu, apa ara belum bilang tentang perjodohan nya, sehingga hubungan nya dengan sang pacar biasa biasa saja, bahkan hubungan ku dengan yona memburuk sekarang"


danu menjambak rambut nya,


berpapasan lagi dengan dr Siska di kantin, danu terlihat kusut,


"dan, kamu ga apa apa" (tanya Siska)


danu membuang nafas nya,


ia menggeleng,


"ara yang kecelakaan, aku yang terluka sis"


Siska mengerutkan kening nya, kata kata yang danu ucapkan sedikit menggelitik hati nya


"heheehee, maksud kamu apa? "


"cerita nya rumit sis"


Siska mengangguk, ia tidak akan menanyakan hal lain, sebelum danu yang cerita.


"jadi misi nya di tunda? sampai ara sembuh?? “


danu mengangguk,


ia meminta andre suami Siska untuk berpura pura mem boking restoran ara untuk lusa, danu berencana melamar ara di restoran nya dengan menggunakan pertolongan andre,


sore ini andre dan ara akan bertemu di resto nya.. membicarakan konsep dan waktu yang tepat untuk acara nya,

__ADS_1


namun manusia hanya bisa berencana kan? Tuhan yang menentukan..


padahal acara ini sudah orang tua nya susun, papa ara pun sudah di beri tahu.. ya apa boleh buat.


danu mengangguk,


"ara punya pacar sis, dan mereka sedang berbicara di ruangan nya"


Siska melongo,


owhhh itu yang membuat oppa berwajah kusut


Siska tesenyum


" perjodohan memang rumit ya, bagaimana kalian sudah merencanakan hidup masing masing kan tentu nya?? "


danu mengangguk,


"aku sudah mengatakan ini pada yona, dan dia sangat marah, tapi seperti nya ara belum., bukti nya mereka baik baik saja"


Siska bangkit, menepuk pundak teman nya,


"selamat memperjuangkan cinta mu pak dokter, aku yakin, cinta akan datang pada ara,


wanita hanya butuh perhatian dan kasih sayang yang sedikit berlebih,


dengan itu ia akan menilai yang terbaik untuk nya.


semangat ya... "


danu mengangguk lagi,


"makasih sis, tar aku kabarin andre lagi ya"


"siap pak dokter"


Siska berlalu,


bersamaan dengan deringan HP di saku jas danu,


"papap"


panggilan dari papa nya,


"halo pap? "


"papa di parkiran, apa ara sudah siuman?


" ya sudah pap"


"baiklah, papa sama papa nya ara akan naik"


"oke, hati hati.. "


danu menyesap minuman nya,

__ADS_1


melangkah kan kaki nya menuju lift, ia akan menunggu orang tua nya datang,


__ADS_2