Cinta Tak Di Sangka

Cinta Tak Di Sangka
musibah 1


__ADS_3

Danu berjalan di parkiran rumah sakit, sebentar lagi jam praktek nya di mulai,


melihat mobil ambulance datang, entah kenapa dia ingin sedikit "kepo"


sang sopir turun, siap membuka pintu belakang mobil,


danu sudah berada di samping mobil ambulance, terlihat seorang perawat mendekat dan dokter Siska yang sedang berjaga di UGD hari ini,


danu berniat membantu menurunkan pasien,


menarik blankar di dalam mobil matanya membulat sempurna melihat siapa yang berbaring di sana,


bibir nya kelu,


danu mengusap darah yang keluar dari kepala ara,


"ara, bangun... "


dokter Siska heran, danu tadi menyebut nama gadis ini,


"dokter kenal? " (tanya Siska)


"cepat, ara calon istri saya"


"ya Tuhan... (dokter Siska menutup mulut nya)


ayo cepat bawa ke ruangan" (pinta dokter Siska pada beberapa perawat)


danu terlihat cemas,


"dok pasien kecelakaan, kami mendapat telpon ½jam yang lalu, ini barang barang pasien, motor pasien di urus oleh polisi"


danu tidak bisa berkata apa apa, mata nya menerawang, ia syok melihat darah yang cukup banyak keluar dari kepala ara,


danu masuk ke ruang UGD, menyimpan barang barang ara di meja perawat, ia cepat membantu Siska mengurusi ara,


membersihkan dengan hati darah di kening calon istri nya, mata nya memanas.


Siska melihat itu, betapa raut wajah sedih tergambar di wajah teman nya...


memeriksa di mana letak luka nya berpusat, danu menyisir pelan, rambut ara dengan jari jari nya, untunglah, sobek di kepala nya tidak terlalu panjang,


"ara.... " danu mencoba memenggil nya, berharap tiara akan sadar,


"luka luar nya tidak terlalu serius dok, apa akan di lakukan CT-scane? "


"saya menunggu nya sadar dulu"


(jawab danu)


"apa ini harus di jahit? " (Siska tidak mau mengambil keputusan nya sendiri, terlebih pasien di ketahui calon istri sangat dokter)


danu melihat luka di lengan belakang ara,


"jangan sis, nanti akan mengkerut, ini tidak terlalu dalam"


"baik dok.. "


danu memandang sebentar wajah ara yang terlihat tenang, ia harus memeriksa bagian tubuh nya yang lain, takut kakut ada luka memar lain di dalam...


"bantu saya membuka baju nya sis"


"baik dok... "


dokter Siska meminta perawat menyiapkan baju RS untuk di Pakaikan pada ara,

__ADS_1


"apa di gunting saja dok, aku takut menyenggol luka nya"


"lakukan, "


danu mengusap kening ara yang sudah bersih dari darah,


"apa yang terjadi sayang?"


hati nya sungguh bergemuruh, melihat orang yang ia sayang terluka seperti ini,


dr Siska selesai memeriksa tubuh atas ara,


"tidak ada memar dok, bersih"


danu memejamkan mata nya, mengecup dalam kening calon istri nya itu...


ara belum juga siuman ketika danu memindahkan nya ke ruang perawatan VVIP,


duduk di sofa, mata nya masih lekat memandang ara yang tertidur.


"apa yang terjadi dan, kalo ara calon istri mu, bagaimana yona?" (tanya Siska)


danu mendesah,


tiba tiba teringat pada yona, dua hari terakhir ini dia tidak menghubungi danu, walau sekedar mengirimkan pesan, entah mengapa danu merasa ada yang tidak beres dengan kecelakaan ini,


"kami di jodohkan sis, tapi entah bagaimana dia telah mencuri hatiku saat pandangan pertama"


Siska mengangguk,


"selamat ya, semoga ara baik baik saja, kita semua akan pantau perkembangan nya"


danu mengangguk,


"oke. makasih sis, bilang juga terimakasih pada perawat yang membantu"


"itu sudah tanggung jawab kami pak dokter, santai saja"


danu tersenyum, Siska mengusap lengan teman nya itu dan berlalu pergi,...


mengecek infus yang terpasang, danu memastikan itu menetes dan masuk ke dalam tubuh ara..


danu senang kegiatan nya ini, menatap wajah ara dari jarak dekat, menelusuri struktur wajah lembut ara,


danu membawa tangan ara untuk menempel di pipi nya,


"kamu masih betah tidur?? " (tanya danu sambil tersenyum),


suara ketukan di pintu mengalihkan perhatian nya,


dr ayo datang, mendapat informasi dari dr Siska bahwa calon istri anak nya mengalami kecelakaan


"bagaimana ini bisa terjadi? "


"engga tau pap, belum ada informasi"


dr ayo mendekat, mengusap pipi ara lembut,


"jangan dulu beritahu papa nya ara, papa takut dia syok, papa yang akan datang ke rumah nya sebentar lagi"


"iya pap, danu temenin ara di sini"


"ya, papa ke rumah ara dulu"


"hati hati pap"

__ADS_1


tak lama dr aryo pergi ara mulai siuman, danu melihat itu, bagaimana mengerutkan mata nya, seperti nya efek luka itu mulai terasa,


Danu mengusap pipi ara lembut, ara merasakan nya, mata nya masih terasa berat untuk terbuka..


"yo.... "


hati danu mencelos, mendengar nama yang ara ucapkan terlebih itu bukan nama nya.


_apa kamu se cinta itu sama cowo kamu ara, bahkan saat kamu ga sadar pun nama nya yang kamu ucapkan?_


danu gelisah, perasaan macam apa ini, hati nya tidak karuan,


ara berhasil membuka matanya


ara terpaku, melihat siapa yang ada di depan nya dengan senyum secerah mentari itu🤭,


ara tersenyum,


ia merasakan sakit di sekujur tubuh nya,


"dok.. "


"ya,. "


"ara haus.. "


danu cepat meraih air mineral di meja, membuka nya, memasukan sedotan untuk ara minum..


memberikan nya pada ara, danu sangat telaten, entah karna dia dokter, entah karna dia cinta...


ara memiringkan pelan kepala nya, danu mendekatkan sedotan pada bibir ara,


ara meringis...


"pelan pelan, (ara, matamu sangat indah, boleh kah aku memiliki nya, menyimpan semua nya di hidup ku, aku janji, akan jadi sumber kebahagiaan hidup mu) mata mereka bertemu beberapa saat, ara mengangguk, tanda ia merasa cukup


" maksih dok"


danu tidak menjawab, ia duduk lagi di sebelah ranjang ara,


"panggil aku mas"


ara melirik nya..


"ya, mas dokter.. "


danu tertawa,


"syukurlah kamu baik baik saja ara,


kamu tau betapa aku khawatir, saat tau siapa yang keluar dari mobil ambulance tadi?? "


ara terdiam, menunggu kelanjutan cerita danu,


"banyak darah di kening kamu ara, aku sering melihat darah, tapi entah kenapa liat darah di badan kamu aku yang gemetar"


ara terdiam,


kepala nya berdenyut,


"kepala ara sakit.. " (ucap nya pelan)


"tunggu sebentar"


danu menekan tombol panggilan untuk perawat, ara setidak nya harus di beri obat pereda nyeri..

__ADS_1


__ADS_2