Cinta Tak Di Sangka

Cinta Tak Di Sangka
Malam resepsi


__ADS_3

Danu dan papa sudah menyelesaikan makan nya, ara akhir nya keluar dari kamar, ia tidak bisa tidur.


melihat papa dan danu sedang asik mengobrol ara bahkan melihat keduanya tertawa,


"ara sudah besar masih ngompol danu, kelas berapa ya waktu itu. kalo papa ga lupa itu dia kelas 3smp" papa tertawa lagi


"dia takut gelap, kalo tiba tiba mati lampu malam hari dia pasti histeris, bisa semalaman dia menangis, papa menemani nya sampai tertidur di kamar nya"


ara manyun di tempat nya, mana bisa papa membicarakan hal memalukan begitu,


danu tertawa, ia memandangi papa dan bertanya


"pah, kenapa papa ga nikah lagi? ara kan masih kecil waktu itu?? papa juga pasti masih muda"


papa tertawa,


"ya benar, papa masih muda,


entah lah, papa tidak tertarik dengan wanita lain,


kamu tau nak? menikah bukan lah permainan,


ada satu ikatan yang tak kasat mata, dimana saat kamu jauh dengan istri mu kamu akan rindu,


jika dekat merasa tenang, walaupun sebenarnya kalian sedang dalam masalah,


melihat nya tidur nyenyak hati damai, melihat dia makan dengan nikmat hati merasa bangga pada diri sendiri, dan jika ia sakit, kamu lah yang merana,


papa berpikir mungkin mama ara akan kecewa pada papa jika papa menikah lagi,


papa telah janji pada ayah nya dulu, tidak akan pernah mengecewakan nya.


hati danu menghangat, papa laki laki yang sangat setia, bahkan menurut yang danu tau, yang sudah meninggal tidak akan merasa yang nama nya cemburu,.


papa menepuk pundak menantu nya itu,


"berapa hari kamu dapat cuti menikah? "


"tiga hari pah"


"pergilah ke suatu tempat besok dengan ara, nikmati waktu kalian"


danu tersenyum.


"dan satu lagi papa minta nak, tinggallah di sini, kasian ara sendiri.. "


danu mengangguk begitu saja. meng iya kan perkataan papa nya,


ara datang,


memeluk pundak papa dari belakang.


pipi nya ia tempelkan pada pipi papa,


"ara yakin mama pasti bangga sama papa, bagimana papa sudah berhasil membesarkan ara sendirian"


"jadi kamu nguping anak nakal?" papa mengusap lengan putri nya,


"ga sengaja pah" heheee


ara menatap danu, ia tersenyum.


danu mengusap kepalanya layak nya pada anak kecil,


"bahagialah nak, punya anak yang banyak, kalian akan repot mungkin saat mereka kecil, namun jika sudah besar, mereka akan jadi teman segala nya untuk kalian "


ara mendapat lirikan dari danu,


namun ia tak menjawab apa apa, mencium pipi papa nya sedikit lama,..


"papa istirahat ya, nanti malem kan mau ke gedung"

__ADS_1


"baiklah nak, papa jadi lebih semangat hidup kali ini" papa bangkit dari duduk nya, ara mengantar nya ke kamar, memastikan papa tidur sejenak sebelum pergi ke resepsi nanti malam


***


ara mulai di rias lagi,


danu menemani nya di kamar sambil membaca buku yang ada di kamar ara, ada beberapa buku novel di sana,


"mas belom ganti? "


"nanti aja sayang kalo udah kamu, aku ga akan di rias ini"


ara melipat bibir nya menahan tawa, danu mulai menyebut nya sayang, ia malu pada perias, walau perias itu tak menunjukan respon apa apa,


Keluarga danu sudah datang di rumah ara, kebetulan untuk ke gedung resepsi keluarga danu melewati rumah ara, dr aryo akan menjemput papa,


danu berganti pakaian, ia sengaja tidak mengancingkan dua kancing atas kemeja nya, berharap ara akan membetulkan ny,


ara melirik danu,


"mas kancing nya belom ke pasang"


danu pura pura tidak mendengar nya, ia cuek,


perias menyelesaikan tatanan rambut ara,


ara bangun dari duduk nya, menghampiri danu,


"mas, kancing nya" ara menunjuk ke arah danu


danu mengikuti telunjuk ara,


"betulin dong sayang" to the poin, danu tidak suka basa basi.


ara ragu sebenar nya, tapi waktu semakin sempit,


ara mengancingkan kemeja yang di pakai danu, ia juga memasangkan dasi, danu terus saja menatap ara, sambil senyum senyum,


"lho, mas ga ngapa ngapain sayang"


"itu mas liatin aku aja"


"emang kenapa? “


ara menggeleng, ia membantu danu memakaikan jas nya, mengusap bahu nya, memastikan pakaian yang di pakai suami nya sudah rapih,


" udah rapih mas"


"makasih sayang"


ara tersenyum,


"udah jangan liatin aja, ayo kita harus berangkat"


danu tertawa,


"aku deg degan"


"sama mas... "


perias sudah selesai membereskan perabotan nya, ia juga akan menghadiri resepsi kliennya ini,


ara dan danu keluar kamar, di sambut oleh orang tua mereka yang sudah siap,


"ya Allah, cantik sekali anak ku.. " mama Retno membelai pipi ara,


"makasih mah"


ara menatap papa nya,


merapihkan lagi penampilan sang papa,

__ADS_1


"papa tampan sekali"


"oya? tampan papa apa danu? " papa menggoda putri nya


"ya papa lah" jawab ara sambil tertawa.


semua ikut tertawa, hanya danu saja yang manyun,


"kamu kalah nak" tunjuk papa pada danu


"itu sudah pasti pah" danu pura pura sedih,


semua bersiap,


papa akan ikut dengan mobil dr Aryo,


danu dan ara di mobil terpisah


mobil dr Aryo sudah berangkat, danu membuka pintu belakang mobil untuk istri nya.


"tiara.. "


seseorang memanggil nya, ara menoleh ke sumber suara,


dia datang.. ara terpaku menatap nya, danu tau siapa yang berdiri di sana.. dia Rio..


ara melirik suami nya,


"waktu mu 5 menit sayang, siapa tau ada yang akan dia sampaikan" ucap danu, ia seolah mengerti keadaan yang terjadi,


"maksih mas"


ara menghampiri Rio, Rio juga maju beberapa langkah,


danu mengawasi mereka, bersandar di pintu mobil.


"kamu sangat cantik ara"


ara mengangguk, lalu ia tertunduk


"maaf yo.. "


"apa tawaran kamu waktu kemaren masih berlaku? "


ara mengerutkan alis nya, belum mengerti apa yang Rio ucapkan


"tawaran apa? "


"tentang 6 bulan?? "


ara tersenyum,


"kamu mau nunggu? "


"tergantung ara"


danu pura pura batuk, seolah itu jadi alarm untuk ara,


"aku harap kamu bisa nunggu aku yo, jangan tinggalin aku sendiri"


Rio tidak menjawab, namun ia membuka tas dan memberikan sebuah kado untuk ara,


"selamat atas pernikahan nya, aku pamit"


Rio berlalu begitu saja, ara pun tak bisa melakukan apa apa..


berbalik badan untuk kembali menuju mobil, ara membawa kado nya,


danu membuka kan lagi pintu mobil untuk nya,


mereka pergi ke acara resepsi..

__ADS_1


__ADS_2