
Semua terasa menjadi canggung setelah dr aryo dan istri nya pergi,
ara membereskan dapur, melanjutkan kegiatan mereka yang terhenti,
danu membantu ara, setelah semua nya siap, mereka makan malam berdua,
tak banyak pembicaraan, selama beberapa waktu, hingga danu memulai nya,
danu makan dengan lahap, beberapa kali mengangguk dan tersenyum pada ara, karna benar masakan ara sangat lah enak.
"kamu pinter masak ara, semua nya enak.."
ara menoleh, dia tersenyum
"makasih dok ara masih belajar"
danu tersenyum mendengar jawaban ara
"kamu juga hebat ara, di usia yang masih muda, kamu udah punya usaha sendiri"
"ara anggap itu pujian dok"
danu tertawa,
"ya jelas itu pujian"
mereka menyelesaikan makan malam, danu membantu ara membereskan piring kotor yang mereka gunakan, ara mencuci piring, walaupun sebelum nya berdebat dengan danu,
"tenang aja dok, ara biasa melakukan ini"
ada yang menghangat,
tapi bukan masakan..
danu merasa nyaman dengan momen ini, ara masak, mereka makan malam, dan membereskan meja makan berdua, bukan kah itu sedikit romantis??
momen yang tak pernah ia lakukan dengan pacar nya yona, yona sibuk, cenderung manja, ia tidak pernah memasak, oleh karna itu yona dan danu sering makan di luar,
__ADS_1
tapi mengalami hal seperti ini, danu memiliki image sendiri tentang wanita, betapa mereka berbeda beda,
ara selesai dengan urusan dapur, danu yang sedari tadi memperhatikan nya langsung bangun, diam diam danu memuji ara, rambut nya bergoyang sesuai gerakan yang ia cipta, tubuh yang "pas" walaupun tinggi ara tidak sama dengan yona,
ara berbalik sambil mengelap tangan nya yang basah dengan tisu,
membuat tatapan mata mereka bertemu, danu tertangkap basah sedang memandangi ara, membuat dia sedikit gelagapan,
"maaf ya, kamu jadi cape" (danu sangat sungkan)
"ga apa apa dok, aku bilang aku udah bisa"
"kamu mau kopi?? (tanya danu?)
ara melirik jam tangan di pergelangan tangan nya, " ga usah dok, ini sudah malam.. ara pamit pulang ya, jujur ara ga nyaman cuma berduaan begini"
ah benar, danu hampir melupakan itu,
mama dan papa nya pergi, tapi danu tidak merasa kesepian karna mungkin ada ara,
ara menggeleng
"engga dok, kita tetep makan kan? mana ada kata gagal“
danu tersenyum,
" baiklah, tunggu sebentar, saya ke atas dulu, saya juga mau susul papa ke RS "
"ya dok"
danu cepat cepat menaiki tangga,
ara membawa tas nya, sempat melirik pada foto foto di dinding yang terpajang, ada se orang anak laki laki lain selain danu, ara berargumen kalau mungkin dia kakak, atau adik danu..
danu turun,sudah berganti pakaian nya,
"yu.. " (ajak nya)
__ADS_1
ara jalan terlebih dahulu, di susul danu di belakang nya, danu hendak membuka pintu namun gerakan tangan nya terhenti,
berbalik untuk menatap ara,
"ara, terimakasih sekali lagi (danu meraih jari tangan ara, menggenggam nya)
boleh saya berharap kamu akan Terima perjodohan ini??, saya ingin selalu makan di rumah, dengan masakan yang istri saya buat"
kenapa itu menjadi terdengar romantis? rio tidak pernah berkata hal hal seperti itu walaupun dia sudah beberapa kali mengajak ara menikah,
"saya ga punya pilihan dokter selain menikah dengan anda"
danu tidak bisa menebak, apa maksud dari perkataan ara, di tambah mimik wajah ara yang datar,
danu tetap tersenyum.
membawa jari tangan ara untuk dia kecup,
ara menundukkan pandangan nya saat danu melakukan itu,
sial, kenapa tubuh nya tidak bisa menolak perlakuan dari danu,
ara memaksakan tersenyum, sedikit menarik tangan nya, agar genggaman tangan danu terlepas,
danu akhirnya membuka pintu, mereka akan pergi bersama, dengan mobil yang berbeda,
ara sudah di belakang kemudi, saat danu menunduk mensejajarkan tubuh nya dengan posisi ara,
"hati hati ya, boleh kapan kapan aku telpon?? "
ara mengangguk,
"ara pergi ya"
sekarang kini danu yang mengangguk,
danu melihat ara memarkirkan mobil nya, ia tidak khawatir, ara terlihat seperti pengendara yang baik.
__ADS_1