Cinta Tak Di Sangka

Cinta Tak Di Sangka
papa drop


__ADS_3

Ara terusik, ia merasa nyaman sekali, dan hangat bersamaan, membuka mata nya perlahan, ara menemukan tubuh nya memeluk erat suami nya, wajah danu begitu dekat, mereka berpelukan, bahkan tangan danu ada di kepala belakang nya,


pantas saja ara merasa nyaman,


dipandang nya wajah sang suami, ara merasakan nyaman, tidak mau mengganggu tidur nyenyak danu, ara memejamkan lagi mata nya, kepala nya bersandar di dada sang suami,


danu diam diam tersenyum, ia sebenar nya sudah bangun sebelum ara, ara terusik karna dia membelai rambut nya,


danu pura pura menggeliat, memeluk ara lebih erat seperti guling,


ara tersenyum, ia sedikit sesak karna pelukan suami nya,..


"masss" pelan, ara membangun kan danu,


danu terlihat menarik nafas dalam, lalu membuka pelan mata nya,


pagi nya begitu indah, membuka mata menatap mata sang istri yang selalu membuat nya menggila,


ara tersenyum,


"5 menit lagi sayang"


danu memejamkan lagi matanya, namun tidak mengendurkan pelukan nya, ara tertawa


"boleh mas setengah jam lagi juga, tapi lepasin ara dulu, ara sesak"


danu langsung melepaskan pelukan nya mendengar itu, ia tak tau seberapa erat pelukan nya


"maaf ara"


ara tersenyum., ia bangun dari tempat tidur


"ara ke kamar mandi dulu ya, terus mau bikin sarapan" danu mengangguk


ia tidak melanjutkan tidur nya, danu duduk di pinggir tempat tidur, mengucek mata nya, ara mendekat,


cuppp ara mencium kening suami nya, danu terdiam, melihat ara pergi begitu saja ke kamar mandi, seperti nya ia malu telah melakukan itu


"ara please jangan pancing aku, kamu ga tau rasa nya menahan keinginan yang belum bisa kamu lakukan, melihat mu tidur dengan lelap, bagaimana bisa kamu menggodaku, padahal kamu tertidur, bibir mu tampak sexy, aku ingin mengecup nya, tapi takut kamu terganggu"


danu memandangi pintu kamar mandi yang sedah tertutup itu,


ia menunggu ara dengan membereskan tempat tidur, melipat selimut nya


ara tak lama keluar dari kamar mandi,


"mas, mau mandi?" ara membuka lemari, meraih handuk bersih dari sana


"ini danduk nya mas, di kamar mandi juga ada sikat gigi baru buat mas"


danu mendekat, membuat jarak mereka terkikis, meraih handuk dari tangan ara, danu menyampirkan nya di leher,


wajah nya mendekat, ara sudah memejamkan mata, ia tau apa yang akan terjadi,


"kamu menginginkan nya ara? kenapa matamu terpejam? "


ara membuka mata nya lagi, ia merasa malu, kenapa ia memejamkan mata nya, apa benar aku menginginkan nya?? pikiran ara sudah melayang,


wajah mereka sudah sangat dekat, ara merasakan hembusan nafas suami nya di kulit,


ia menggeleng,


danu senang sekali menggoda wanita yang kini menjadi istri nya, tangan nya meraih dagu ara, danu memberi kecupan di pipi nya.


"aku mandi dulu" danu berlalu begitu saja, ara masih terdiam di tempat nya, jantung nya serasa mau copot,


bagaimana bisa dia begitu so cool, meninggalkan ara yang tertegun..


papa sudah ada di meja makan, melihat putri nya datang mata nya menelisik penampilan pengantin baru itu, ara bahkan belum mandi, masih menggunakan baju tidur.


"pah, udah sarapan belom? "


"belum sayang.. "


"ara buatin nasi goreng mau? "


"ide bagus, yang banyak sosis nya ya.. "


ara tersenyum,


"sesuai permintaan tuan"


ara memulai acara memasak nya,

__ADS_1


"kamu belum mandi nak? " papa bertanya pada ara, tapi mata nya tertuju pada koran


"belum pah, nanti saja, libur ini.. "


"apa semalam kalian engga...... "


ara menghentikan kegiatan nya,


"kenapa semalam? " menoleh pada ayah nya


"apa kalian ga... "


ara tersenyum lagi, tau arah pembicaraan papa nya,


"ara lagi halangan pah, mungkin besok baru selesai"


"ooowhhhhh" papa manggut manggut, "pantas saja" katanya kemudian...


bi Nur datang dari arah depan rumah,.


"non, dari pihak gedung kirim kado"


"oiya bi, turunin dulu aja ya, ara lagi bikin sarapan"


"baik non"


danu keluar dari kamar, tidak seperti ara, ia sudah tambak segar, dengan rambut terlihat masih basah,


"hay nak, sini, kita tunggu sarapan"


papa mengayunkan tangan nya mengajak danu,


"siapa koki nya pah? “ tanya danu


" tuh si pengantin baru" papa tertawa, danu juga,


ara menuangkan nasi goreng buatan nya ke piring,


"taraaaa sudah jadi, silahkan tuan tuan.. "


menaruh piring di atas meja makan,


"silahkan tuan tuan yang tampan"


"non, ini kado yang di mobil, kang ujang lupa semalam... "


ara tertegun, itu kado yang Rio berikan se malam,


"maaf bi, tolong simpan di kamar ara ya"


"siap non.. "


ara melirik danu, ia merasa tidak enak hati lagi,


"ayo makan pah, mas... ara ke depan dulu ya"


"ada apa di depan?" tanya danu


"kado kita yang dari gedung datang mas"


"oya?? nanti mas bantu"


"iya tenang aja"


ara ke depan, danu dan papa mulai makan mereka,.


banyak sekali kado yang mereka Terima, satu buah mobil kol hampir penuh,


kado masih berada di luar, mobil pengirim nya sudah pergi,


ara akan menemani papa dan suami nya sarapan terlebih dulu,


"banyak sekali kado nya, mau di taro di mana coba" ara tertawa


"simpan saja dulu di kamar tamu" jawab papa


ara mengangguk, ia ikut bergabung untuk sarapan.


Sarapan selesai,


bi Nur dan danu membantu ara merapihkan kado,


"mas juga dapat amplop, isi nya kwitansi pembayaran beberapa barang, nanti tinggal kita konfirmasi mau dikirim ke alamat mana barang nya"

__ADS_1


ara melongo.


"apa barang nya mas? "


"mas belom cek, mas juga baru tau tadi pagi, teman mas memberi tau"


"apa mau di buka kado nya? "


"ya buka lah, ini punya kita kan? "


ara merasa bersemangat, kalau dulu ia mendapat kado saat ulang tahun, ara paling semangat membuka kado,


"emh, yang mana dulu ya?? " tanya ara bingung


"coba uang itu, yang sampul biru" danu menunjuk ke salah satu kado, tidak terlalu besar, ara meraih nya


"ayo tebak mas, apa isi nya?? "


"mungkin selimut?? "


"ayo kita buka, " ara membuka nya, ia tersenyum


"mas salah, ini sepasang baju tidur" kata nya seru, tapi wajah ara berubah merona, melihat bagaimana sexy nya baju itu, hanya satu tali yang terlihat untuk bahu nya,


danu melongo, sepintas membayangkan ara memakai nya, ia melirik sang istri,


ara tersenyum,


"oke kita buka yang lain.. "


ara mendengar suara papa batuk, seperti nya papa di kamar nya,


"kaya suara papa? ko tiba tiba batuk? "


danu diam, ia mendengarkan dengan seksama,


"bruggghhh"


suara benda jatuh terdengar,


ara langsung bangun, setelah suara jatuh itu, ara tidak mendengar lagi papa. nya batuk,


ia lari ke kamar papa


danu mengikuti nya dari belakang


ara cemas, ia mengetuk pintu kamar..


"pah..." tokk tokk tokk


tidak ada jawaban, ara sempat melirik suami nya, lalu ia membuka pintu,


papa sudah berada di bawah lantai, ia pingsan.


"papa.... "


ara melihat begitu banyak coklat berserakan di dekat papa,


"mas papa pingsan"


danu mengecek detak jantung papa nya, lemah....


danu seketika menegang, tapi ia mencoba untuk tetap santai di depan ara,


"ara tenang, ayo kita ke rs" ucap danu


ara sudah terlihat menangis


"papa ga apa apa kan mas??? “


" makanya kita bawa ke RS biar tau"


ara mengangguk, ia keluar kamar, memanggil kang ujang untuk membantu danu membawa papa ke mobil,


ara mengganti pakaian nya, ia bahkan tidak membawa tas sama sekali, HP nya pun tertinggal.


ara memeluk papa di kursi belakang,


mengusap usap kening nya, mencium pipi nya


"papa kuat, sebentar lagi kita sampai, papa ga boleh kenapa napa ya"


danu terus melirik ke belakang lewat kaca spion nya, ia terburu buru, danu yang membawa mobil dan kang ujang di sebelah nya,

__ADS_1


__ADS_2