Cinta Tak Di Sangka

Cinta Tak Di Sangka
curi curi pandang


__ADS_3

Danu melewatkan waktu nya, menunggu ara pulang dari mini market, ia ketiduran.. perjalanan sungguh membuat nya lelah. tak terasa senja pun datang, di Paris sedang musim dingin,


rumah bu nina sudah terlihat menyala semua lampunya dan semua gorden tertutup, danu merasakan lapar, ia memang belum makan sesuatu, ia beranjak ke dapur, mencium aroma makanan yang tidak asing dari dapur nya, bi Nur tersenyum..


"pak dokter udah bangun... bibi buatin bubur kacang ijo kesukaan non ara.. "


"wah.. wangi banget bi"


"emh. tapi gmn ngasih nya ya pak dokter?? kan kita ga boleh ketauan"


danu berpikir sejenak, dia mendapat ide..


"siapin aja wadah nya bi, biar danu yang diem diem taro di depan, nanti danu bilang ke bu nina lewat pesan.. "


bi Nur tersenyum senang,


"baik pak, bibi siapin ya... "


danu mencicipi bubur kacang yang bi Nur saji kan.. memang rasa nya enak sekali... danu menghabiskan semua bubur di mangkuk nya..


bi Nur datang membawa tempat tertutup, danu memakai jaket nya,,


"bi sekalian danu pergi ke supermarket, kita ga punya makanan kan?"


"iya baik Pak. hati hati, jangan lama lama ya. bibi takut... "


danu tersenyum,


"siap bi, malam begini danu mau ke mana coba.. lebih baik memantau ara di kamar"


"hehee" mereka tertawa


danu ke luar rumah, setelah melihat keadaan sekitar yang cukup aman, ia telah mengirimkan pesan pada bu nina.. merekatkan jaket nya, danu menundukan kepada, menyimpan wadah bubur di kursi teras rumah bu nina.. danu mengetuk pintu sedikit keras lalu berlari, ia berlindung di samping rumah bu nina...


ara dan Rico sedang menonton TV,


ara mendengar suara ketukan pintu, ia bangkit perlahan...


tidak melihat pelayanan keluar untuk membuka pintu, ara berinisiatif membuka pintu,


tengok kanan kiri, tapi tidak ada orang, ara melihat wadah di kursi,


" for tiara "

__ADS_1


di atas kotak itu terdapat sekotak kertas kecil,


"siapa yang kirim? “ ara berbicara pada kotak itu, ia mengambil nya, kotak itu terasa hangat di bagian bawah,


" apa ini? " kata ara lagi, ia penasaran,


danu mengintip di balik tembok,


ara membuka kotak nya pelan...


mata nya membulat, ara menutup mulut nya tak. percaya, di Paris ada bubur kacang hijau hangat.. terlebih ini musim dingin,, siapa yang mengirim khusus untuk nya,


ara meletakan lagi wadah itu, ia berjalan ke depan, mencari lagi, siapa tau seseorang masih berada di sana..


danu perlahan menjauh, ia takut ara melihat nya,


ara tidak menemukan siapa pun.. ia membawa bubur itu ke dalam dan mengunci pintu


danu tersenyum.


memasukan tangan ke saku nya.


"selamat menikmati sayang.. semoga anak kita suka" danu berlalu, ia harus cepat ke supermarket,


ia mengusap sudut mata nya..


"non.. apa sebentar lagi non melahirkan..? perut non sudah sangat besar, "


**


ara membawa wadah bubur ke meja makan, ia sangat senang, ini makanan kesukaan nya,


ara meraih sendok, ia tak sabar mencicipi nya..


disuap kan bubur ke mulut nya, ara terpejam, menarik nafas dalam dalam.. ia buka lagi matanya, bersamaan air mata yang menetes


"bi Nur... " ucap ara.. dia hafal betul rasa masakan bi Nur,, ara tidak banyak berpikir.. ara memakan semua bubur nya sambil menangis


"ga mungkin bi Nur yang buat ini kan?? bi Nur ada di indonesia, dan ini masih hangat, apa mungin ada orang Indonesia di sini?, tapi kenapa dia tau nama ku?? "


pikiran nya saling tindih, ara menatap wadah yang sudah kosong,


tanpa ia tau, bu nina merekam semua nya, ia kirimkan pada danu...

__ADS_1


ara mengusap perut nya, anak nya bergerak,


"kamu suka nak?? ini sangat enak bukan?? " kata nya memandang perut nya.


danu sudah kembali ke rumah dengan belanjaan, ia sedikit bebas bergerak di malam hari, karna ara sudah tidak keluar rumah..


danu mengecek HP nya..


ia tersenyum senang.. melihat video yang bu nina kirimkan..


"bi lihat ini... " kata danu senang


"ada apa pak? "


danu memberikan video nya, bi Nur tersenyum senang..


"habis bi.. " kata danu tak kalah senang...


"bibi senang sekali pak.. "


"saya juga bi.. ga sabar pengen peluk ara, lihat perut nya semakin besar.. dia sangat menggemaskan kan"


bi Nur mengangguk setuju...


danu pergi ke kamar nya, duduk lagi di kursi, yang menghadap ke rumah bu nina...


"apa kamu sudah tidur sayang?? aku ingin mengusap perut mu, merasakan bagaimana anak kita bergerak, aku ingin mengajak nya bicara..


kamu paling suka aku usap punggung mu, aku janji akan sering sering melakukan nya, apa lagi saat kamu hamil besar begini, pasti sudah sulit tidur kan?? “


gemuruh di dada nya semakin kuat, saat melihat ara membuka jendela kamar nya, ara membuka nya sedikit, ia terlihat mengenakan kaus dengan lengan atas, ara terlihat kegerahan,


ia menguncir rambut nya yang baru sepundak itu...


danu bangun, berdiri lebih dekat ke jendela.. ia mengusap kaca, seolah danu menyentuh ara,


" apa kamu kegerahan?? ini musim dingin dan kamu pakai baju begitu.. "


danu melihat ara membaca buku, namun tak lama ia menutup jendela dan gorden nya,, memang ini sudah malam...


"ara kau menyiksa ku sungguh... "


danu mengusap wajah nya, ia sungguh tak sabaran...

__ADS_1


__ADS_2