Cinta Tak Di Sangka

Cinta Tak Di Sangka
kedatangan tamu


__ADS_3

Rima terkejut melihat siapa yang ada di depan pintu rumah nya,


"kenapa resto tutup rim? " tanya Rio padanya


rima mengangguk,


"bapak mau masuk dulu? "


"di luar saja"


rima mempersilahkan tamu nya duduk, ia membawa minum untuk tamu yang tidak di sangka


"aduh, aku harus bilang apa sama pak Rio?? " dalam hati nya bergumam


"resto di liburkan selama tiga hari pak"


"kenapa? ara juga ga bisa di hubungi"


rima terlihat gugup, rio berkata dengan wajah yang sangat dingin,


"emh, bu ara meliburkan resto, karna masalah yang sedang terjadi"


rio sudah mengetahui permasalahan yang terjadi, ia mengikuti perkembangan di media kasus suami ara,


"apa ara ganti no HP? "


"engga pak, bu ara ga ada di sini, buat ara pergi kemarin"..


rio mengerutkan kening nya,.


" pergi kemana? "


"dokter danu bilang bu ara pergi naik pesawat, ga ada yang tau ibu pergi kemana, bu ara pergi saat pak danu melakukan konfrensi pers"


rio terlihat marah, tangan nya terkepal,


"sungguh tidak ada kabar?


" iya Pak" rima menjawab dengan canggung,


"besok resto mulai buka, kami juga bingung membuka resto tanpa bu ara" ucap rima lagi


rio bangun dari duduk nya,


"saya pamit rim, maaf sudah mengganggu"

__ADS_1


"bapak ga minum dulu? "


"maaf ya, tapi saya buru buru"


rima mengangguk, ia memperhatikan kepergian rio dengan motor nya,


rio sangat emosi, ia akan datang ke rumah ara,


***


danu masih di kamar nya, HP nya terus ia pegang, menunggu kabar dari ara istri nya, ia belum sama sekali keluar kamar sejak pagi,


ia mengabaikan pangilan dari siapa pun, termasuk mama dan papa ny, yang ia inginkan hanyalah telpon dari ara,


pikiran nya terus melayang,


ara tinggal dimana? bersama siapa? bagaimana kondisi nya sekarang,


danu khawatir, ara sangat lemah bisa jadi itu perbawa kehamilan nya, karna ara yang dulu danu kenal sangat bersemangat dan ceria.


bi Nur mengetuk pintu kamar nya,.


"pak dokter ada tamu"


danu bangkit, membuka pintu kamar nya, langkah nya gontai.


"katanya namanya rio"


danu mengerutkan alis nya, rio?? apa rio mantan kekasih ara?


danu mengangguk,


" makasih bi"


rio tidak ada di ruang tamu,


danu ke luar rumah, mendapati nya di sana.. pandangan mata mereka bertemu,


tanpa basa basi,


rio mencengkram kerah baju danu mendorong nya sampai tersudut di dinding,


"lo apa in ara sampai dia pergi?


gue bela belain jauhin dia karna gue pikir pernihakan itu bukan mainan, gue ga setuju waktu dia minta gue nunggu dia"

__ADS_1


danu tidak melawan, dia memang salah, dan kata kata rio benar,


"sorry, saya ga bermaksud sedikit pun nyakitin hati nya"


"dan lo enak enakan diem di rumah, lo ga nyari dia? "


"ara pergi entah kemana, saya sudah cari info ke semua orang terdekat nya, ara ga bilang apa pun "


"kalo gue tau lo bakal nyakitin ara, gue ga bakal setuju soal pernikahan itu,


ara berulang kali minta untuk pergi saat papa nya minta dia buat nikah sama lo"


"saya Terima kamu marah begini rio, karna memang ini kesalahan saya, tapi saya juga ga nyangka ara bakal pergi jauh dan entah kemana"


cengkraman tangan rio di baju danu terasa makin kencang, mata nya memancarkan emosi


"lo tau? ara kemaren nyariin gue ke rumah gue, jarak rumah gue di kampung sampai ke sini itu sekitar dua jam perjalanan, dan gue lagi ga ada di sana, ara ga mau nunggu, dia pulang lagi"


danu terdiam, ia ingat, mungkin itu saat ara hilang dan pulang malam hari ke resto, danu memang tidak menanyakan kemana ara pergi, karna mungkin ara tidak akan mau menceritakan nya


"kalo sampai terjadi apa apa sama ara, tangan gue sendiri yang bakal bunuh lo"


"kamu pikir saya ga sedih,


saya mencintai dia, sebelum saya tau ara di jodohkan dengan saya, apa lagi sekarang ara sedang mengandung anak ku, kamu pikir aku ga khawatir? "


rahang rio mengeras, ara hamil?? anak danu? ia bertanya pada diri nya, jadi hubungan mereka sudah se jauh itu, rio pikir saat ara meminta waktu enam bulan pada nya ara tidak akan melakukan hal itu dengan suami nya,


genggaman tangan rio terlepas,


"bilang sama saya, saya harus gimana yo?? “


rio terdiam,


" ara menyembunyikan kehamilan nya, saya baru tau setelah ara pergi, bibi yang nemuin tes kehamilan nya di kamar,


bilang sama saya saya harus gimana? "


nada bicara danu meninggi, rio terdiam.


ia meraih tas nya di kursi, lalu menggendong nya, hati nya sakit mendengar ara hamil, rio akan benar benar mundur, memang ikatan pernikahan tidak bisa di permainkan.


rio menuju motor nya, ia menyala kan nya dan langsung pergi,


danu duduk di kursi, ia meremas rambut nya,.

__ADS_1


ara menyesal menikah dengan nya,


ya benar, danu begitu dalam melukai nya


__ADS_2