
Ara menghabiskan bubur nya, danu pun di belikan seporsi oleh bi Nur
"pak dokter juga belum makan, sekalian makan sama non ara "
bi nur bukan hanya pekerja di rumah ara,
ara sudah menganggap nya dan keluarga seperti keluarga sendiri
Menghabiskan makanan nya, ara langsung minum obat aras resep dari mas dokter suami nya,
ara sudah lebih terlihat segar, walau wajah nya masih pucat,.
"mau sesuatu? "
ara menggeleng,
"ara mau tidur aja mas"
"baiklah"
danu membetulkan bantal, agar ara merasa nyaman, "mas, temenin ara tidur ya"
ara tersenyum mengatakan nya,
bagaimana danu bisa menolak nya
"ya sayang mas di sini" danu meraih bantal di sofa, ia akan duduk di sana
"mas, di sini... " ara menepuk bantal kosong di sebelah nya,
"mas di sini aja, nanti kamu ke ganggu"
"ara mau di peluk mas"
bukankah itu terdengar manis??
danu menurut, ia ikut berbaring,
ara memeluk nya erat, danu sedikit canggung,
"makasih mas, mas ada buat ara saat ara butuh dukungan"
"hey, kita suami istri kan?? “
ara mengangkat wajah nya agar bisa menatap suami nya,
" iya mas" ara mengecup pipi danu danu memeluk nya lebih erat,
__ADS_1
sampai tak terasa danu ikut tertidur..
**
hari berganti,
sudah tujuh hari papa meninggalkan ara, ara mengalihkan perhatian nya, ia tak mau trus bersedih, bagaimana pun hidup harus terus berjalan, ia sudah ikhlas dengan ketetapan Allah,
ara sudah kembali ke resto nya, semua pegawai nya menyambut ara,
danu pun sudah dua hari mulai ke RS ia mulai sibuk,
ara menyelesaikan tugas nya, ia juga pergi ke dapur, ia cukup rindu dengan dapur nya, selama ara di rumah, rima yang menggantikan tugas nya, ara hanya memantau lewat HP,
pergi ke dapur untuk membuat jus untuk nya sendiri, Nadine *** koki di dapur menawarkan jasa nya,
"bu biar aku aja yang bikin"
"ga apa apa nad, aku ga ada kerjaan"
Nadine mundur, ia mengerjakan yang lain
"mau makan sesuatu bu? sudah mau jam makan siang" kata jhony
"engga jhon, nanti saja lah gampang"
"ibu keliatan lebih langsing" tambah jhony lagi
"kita harus lebih baik bu, papa ibu pasti bangga liat ibu kalo semangat lagi"
jhony benar,
ara tersenyum "kamu bener jhon, tapi seperti nya aku butuh waktu"
"itu pasti bu, semangat ya bu"
ara mengangguk,
melanjutkan lagi mengupas sirsak, ara memisahkan antara daging dan biji nya, entah kenapa tiba tiba ara teringat danu, ia suka jus, terlebih danu tidak banyak pilih pilih dalam buah, hampir semua buah ia suka.
ara selesai
"bu, biar saya yang cuci" Nadine meraih blander dan perabotan lain nya yang ara gunakan,
ara tersenyum, "thanks nad"
"sama sama bu"
__ADS_1
ara pergi ke ruangan nya, ia membuka pintu, ia terkejut, baru saja ia mengingat suami nya, kini danu sudah di sana, merentangkan tangan menyambut ara untuk datang ke pelukan nya,
ara tetawa,
"kapan datang mas? " danu memberikan pelukan nya
"baru saja, apa itu? wangi banget" menunjuk gelas yang masih ara pegang
"ini jus sirsak, mas mau? "
"tentu, kamu buat sendiri?"
"ya mas baru saja, tunggu ya, ara buat lagi, ini buat mas aja"
ara bangun, namun danu menarik tangan nya,
"ini saja, se gelas berdua, biar romantis"
danu menarik tangan ara, sampai ara duduk di pangkuan nya, ara tidak terbiasa, ini posisi tidak lazim,
danu memeluk punggung nya, satu tangan nya mengusap pipi ara, ara merasa sesak, jantung nya sungguh berdebar,.
"sudah makan?" tanya danu
"belum mas, mas mau makan? "
"nanti saja"
"apa di rs sudah selesai?"
"ya jadwal ku hanya pagi"
ara belum terbiasa dengan jadwal suami nya yang berubah ubah,
"aku kangen ara.. " danu mendekatkan wajah nya memberikan cuman di bibir ara, ciuman mereka tambah dalam, danu meraba tengkuk ara, membuat nya meremang, danu semakin menuntut, tangan nya mulai turun meraba sesuatu yang masih tertutup rapat di sana,
ara mengakui nya, ia belum menjalankan kewajiban batin untuk suami nya, ara selalu menyukai sentuhan yang danu berikan, ia begitu lembut, jujur ara mulai menyukai permainan kecil ini,
pelan, danu melepas ciuman nya, dan tersenyum pada ara mata mereka bertemu,
"ayo kita makan di luar, aku traktir"
ara mengerutkan alis nya, penuh selidik, danu mengangkat tangan ara untuk ia simpan di pundak nya,
"kita belum pernah makan di luar setelah menikah ara, "
"apa makanan di sini kurang enak? "
__ADS_1
"bukan begitu, di sini sangat enak enak, aku mau ngajak kamu jalan aja, mumpung masih siang"
"baiklah"