
Tanggal pernikahan ara dan danu sudah di tetapkan, keluarga sudah saling bertemu, terhitung 3minggu dari hari ini, persiapan sudah di mulai, hari ini ara dan danu akan melakukan fitting gaun untuk pernikahan nya, keluarga tidak ingin membuang waktu untuk anak anak mereka, niat baik harus di segerakan, bukan begitu???
akan di adakan di sebuah gedung mewah di kota.
mereka hanya menggelar pesta selama 2jam saja pada malam hari, sedangkan akad akan di langsung kan pagi hari di rumah ara,
danu memperhatikan calon istri nya itu, ara sampai galau menentukan gaun yang akan di pakai untuk resepsi,
untuk akad ara memilih kebaya yang ready stok di butik pilihan mama.
pilihan gaun untuk resepsi jatuh pada warna merah marun, warna yang cukup berani, warna kesukaan ara,
danu tidak begitu masalah dengan warna, ara meminta saran nya tentang apa yang ia pilih,
"kamu akan cantik memakai warna apa pun ara"
bukan ara yg tersipu, melainkan desainer di samping ara yang merona pipi nya,
ara tersenyum penuh arti, ia akui, pesona sang dokter di sana mampu menghipnotis semua wanita di butik ini,
mungkin mereka merutuki ara, karna telah beruntung mendapatkan dokter tampan nanti romantis itu,
memilih tema untuk konsep dekorasi gedung nanti, acara hiburan dll, ara merasa pusing dengan semua, meeting di lakukan di resto ara sampai sore hari,
jam praktek danu hanya sampai siang tadi, ia menemani ara di resto sampai ara menyelesaikan tugas nya,
danu melihat kegiatan ara di resto nya, sedikit sibuk dengan telpon,..
kini mereka sedang dalam perjalanan pulang,
semenjak kecelakaan yang di alami ara, papa tidak mengijinkan putri nya itu mengendarai motor lagi, padahal kecelakaan tidak pandang akan kendaraan, papa hanya mengantisipasi saja.
danu mampir, sekalian melihat kondisi sang calon papa mertua,
berbincang tentang persiapan pernikahan papa begitu antusias, ia juga terlihat sangat sehat.
ara tertidur di sofa ketika danu kembali dari kamar mandi, papa sudah masuk ke kamar nya,
danu mendekat, melihat dari dekat bagaimana dengan teratur nya nafas ara, menandakan ia telah nyenyak,
__ADS_1
bi Nur kebetulan lewat, danu menanyakan letak kamar ara, ia berniat akan menggendong ara memindahkan nya ke kamar.
danu menggendong nya, ara tidak terusik sama sekali, membuat danu tersenyum,
"kamu pasti lelah ara"
bi Nur membuka pintu kamar ara, tapi setelah masuk kamar, ara malah terbangun, ara terkejut saat membuka matanya, ara terkejut, begitu dekat wajah nya dengan wajah danu..
"mass"
danu langsung menoleh, ia tersenyum.
"ke ganggu ya?? "
danu pelan menurunkan ara di tempat tidur,
"maaf ara ketiduran"
"ga apa apa, lanjutin istirahat nya, mas pulang ya"
"maaf ya?? "
"it's okay" (memberi kecupan di kening ara, ara tersenyum)
"hati hati ya"
"oke"
danu bangun, berjalan menuju pintu kamar ara, sempat berbalik dan tersenyum lagi, ia mengedipkan kedua mata nya dengan imut, membuat ara tertawa,
di antar bi Nur sampai depan pintu,
danu pamit pulang
"masuk lah bi, jangan lupa kunci semua pintu"
"baik Pak dokter, hati hati di jalan ya.. "
"makasih bi"
__ADS_1
hari ini danu libur di RS,
mama menjadwalkan mereka untuk photo prewedding,
ara sedang di tata rambut nya, sedangkan danu sudah siap dengan stelan jas nya,
fotografer sudah menyiapkan kamera, bertema di dalam studio, foto harus rampung hari ini karna jadwal danu di RS akan padan se minggu kedepan,
danu tak henti tersenyum, melihat bagaimana calon istri nya di poles, dengan makeup yang menawan, rambut ara di sanggul di hias se elegan mungkin,
"ya Tuhan, se langkah lagi aku mohon, jangan ada apa pun penghalang untuk kita, permudahkan lah segala nya" (berdoa dalam hati nya, danu melakukan foto tunggal, sambil menunggu ara mengganti pakaian nya)
sang fotografer sedikit kewalahan, danu sangat kaku, ia memang tidak terbiasa tebar pesona,
sampai ia melihat ara sudah siap dengan gaun nya, ara berdiri di belakang sang fotografer, melihat ke kakuan danu, ara ikut tersenyum, mencoba mencoba mencairkan suasana ara bertingkah konyol, memberi kecupan dari jarak jauh, danu refleks tersenyum, membuat ia terlihat natural,, sang fotografer tidak menyia nyiakan momen itu, ia dengan cepat mengabadikan nya.
sesi foto selanjutnya nya bersama ara, beberapa foto telah di ambil sang fotografer, danu sangat terbantu oleh ara, ara ikut mengarah kan gaya nya, hal itu membuat semua tertawa di dalam studio, bagaimana bisa si dokter tampan sangat kaku begitu,..
tiba lah sesi foto romantis, ara dengan cuek nya mendekat kan wajah nya pada wajah danu, sedangkan danu sudah tak karuan, hati nya sungguh berdebar, dengan santai nya bersandar di dada nya,
danu berbisik,
"kini bukan hanya matamu yang terlihat indah ara, bibir mu yang merona itu membuat ku gemas"
ara tak tahan, ia tertawa, menggagalkan pose nya, menoleh pada danu, ara mencubit perut nya
sang fotografer yang tak tau menau duduk permasalahan nya terlihat bingung, bagaimana kliennya kini sedang tertawa
"mas gombal banget deh"
"aku jujur sayang"
ara membulatkan mata nya, mendengar kata sayang dari danu, ia menghadiahi danu dengan pukulan kecil di dada.
"stop... (ara pura pura melotot, namun danu malah memeluk nya sambil tertawa)
" jangan melotot begitu, bukan seram kamu malah tambah lucu"
"mas, ayo serius kapan beres nya ini"
__ADS_1
ara merengek, membuat mereka yang menyaksikan adegan itu tertawa lagi